Hidup Dengan Leukemia: Studi Fenomenologi Remaja Penderita Leukemia

Authors

  • Adelia Eka Suryani Program Studi Psikologi Universitas Negeri Surabaya
  • Muhammad Syafiq Program Studi Psikologi Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.26740/jptt.v6n2.p78-90

Keywords:

Pengalaman hidup, remaja, leukemia

Abstract

Leukemia becomes one of the most deadly disease for children and teenagers. This study was aimed to reveal the experience of teenagers suffering leukemia. Five teenagers suffering leukemia were purposively recruited for this study. Phenomenological approach.was used. Data collected using semi-structured interviews and analyzed using interpretative phenomenological analysis. The result reveals three major themes. The first theme is the first experience of being diagnosed as a leukemia sufferer. It explains how participants respond to medical diagnoses as leukemia sufferer. The second theme is the psychological effects of leukemia, and the third theme is the strategies used by participants to cope with problems imposed by leukemia they suffered. While all participants were rather similar in responding the leukemia diagnosis such as denial, sadness, and fear, they experienced different effects of their illness psychologically. Most participants perceived the effects of their illness negatively; however, there are some participants eventually get the positive meanings of their illness. All participants employ intrapersonal and interpersonal strategies in dealing with the difficulties caused by their illness and its effects.

Key words: life experience, teenager, leukemia


Abstrak: Leukemia merupakan salah satu jenis penyakit kanker yang sering diidap anak dan remaja. Penelitian ini berusaha mengungkap pengalaman hidup remaja penderita leukemia. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan kualitatif fenomenologis dengan analisis fenomenologis interpretatif. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah lima orang yang diperoleh dari teknik purposif sampling. Data dikumpulkan menggunakan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian ini berhasil mengungkap tiga tema utama. Tema pertama ialah pengalaman awal mengetahui dan divonis leukemia. Tema kedua ialah dampak psikologis yang ditimbulkan dari leukemia. Tema terakhir ialah strategi untuk bertahan dan menghadapi leukemia. Hampir seluruh partisipan merespon diagnosis penyakit mereka dalam cara serupa yaitu terdiam sedih, menyangkal, dan rasa takut. Namun ada perbedaan dalam mengalami efek leukemia yang mereka derita. Umumnya mayoritas partisipan memaknai akibat penyakitnya dalam cara yang negatif, namun beberapa partisipan pada akhirnya dapat memperoleh makna yang lebih positif dari penyakit yang mereka derita. Namun demikian, semua partisipan menunjukkan kecenderungan untuk menangani secara aktif kesulitan yang diakibatkan oleh leukemia yang mereka derita dengan menggunakan strategi intrapersonal maupun interpersonal.

References

Aiken, L.R. (2004). Dying, Death, and Bereavement. 3rd ed. Massachusetts: Allyn and Bacon Paramunt Publishing

Bozzone, Donna M. (2009). The Biology Of Cancer; Leuchemia. New York: Chelsea House Publisher.

Fitriana, Eprila A. (2013). Resiliensi Pada Pasien Cuci Darah. Skripsi. (Tidak Dipublikasikan). Surabaya: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya.

Friedman, M. M. (1998). Keperawatan Keluarga: Teori dan Praktik. Jakarta: EGC.

Hoyer, J. W & Paul A.R. (2003). Adult Development and Aging. Fifthy Edition. New York. Mc. Graw Hill Higher Education

Keene, N. (2002). Childhood leukemia: A guide for families, friends, & caregivers. 3rd ed. Sebastopol, CA: OReilly & Associates, Inc.
Reivich, K & Shatte, A. (2002). The Resilience Factor; 7 Essential Skill For Overcoming Lifes Inevitable Obstacle. New York, Broadway Books

Rizkiana, U. (2009). Penerimaan Diri Pada Remaja Penderita Leukemia. Jurnal Psikologi, 2 (2), 114-122. Diakses dari:http://ejournal.gunadarma.ac.id/ index.php/psiko/article/view/412, pada tanggal 2 Juni 2014.

Santrock, J. W. (2003). Adolescence: Perkembangan Remaja (terjemahan, alih bahasa Shinto Adelar & Sherly Saragih). Jakarta: Erlangga

Sarafino, E. P. (2007). Health psychology. 6th ed. New York: John Wiley & Sons.

Siebert. A. (2005). The Resiliency Advantage : Master change, thrive underpressure, bounce back from setback. San Fransisco: Berret-Koehler Publisher

Smeltzer, C. Suzanne, Bare G. Brenda., (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Alih Bahasa: dr. H. Y. Kuncara. Jakarta: EGC

Smith, J. (2009). Interpretative Phenomenological Analysis: Theory, Method and Practical. New York: SAGE

Taylor, Shelley E. (2003). Health Psychology (5th ed). New York: McGraw-Hill

Umiati, M. (2010). Gambaran Kualitas Hidup Anak Usia 6-18 Tahun yang Menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta Barat. Journal of Cancer, 4 (2), 114-117. Diakses dari: http://cancercare.journal. html, pada tanggal 17 Juli 2014.

Wong, D, L., Hockenberry-eaton, M., Wilson, D., Winkelstein, M. L., &
Schwartz, P. (2009). Wongs Essentials of Pediatric Nursing. (terjemahan, alih bahasa Juniarti & Kuncara). Jakarta: EGC

Yusuf, S. (2004). Psikologi perkembangan anak & remaja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Downloads

Published

2016-02-28
Abstract views: 3613 , PDF Downloads: 1354

Most read articles by the same author(s)

> >>