Pengalaman Interaksi dan Penyesuaian Sosial Waria: Studi Kasus Waria Yang Tinggal di Gang X Surabaya

Authors

  • Renyta Ayu Putri Program Studi Psikologi FIP Universitas Negeri Surabaya
  • Muhammad Syafiq Program Studi Psikologi FIP Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.26740/jptt.v7n1.p26-42

Keywords:

waria, interaksi sosial, penyesuaian sosial

Abstract

The aim of this study was to understand the experience of social interaction and adjustment among transvestites who live in Gang ˜X Surabaya. This qualitative study was a case study. The participants were five transvestites selected using purposive  and snowball sampling. Data collected using semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis. The result shows four themes namely the perception of social acceptance, the experiences of direct interaction, social adjustment of transvestites and the ways the participants use to overcome problem and difficulties in interaction. In  general, the transvestites experience both positive and negative reaction from their neighbors. They also participate actively in direct social interaction and give some contribution. However, they still experience some psychological discomfort that requires them to solve. The participants use emotional focused and problem focused coping to solve the problems.

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman interaksi dan penyesuaian sosial waria di Pacarkembang Gang 'X' Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Lima waria dipilih sebagai partisipan menggunakan purposive dan snowball sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara semi-terstruktur dan observasi semi-partisipan dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan empat tema yaitu persepsi penerimaan sosial, pengalaman interaksi secara langsung, penyesuaian sosial waria dan strategi mengatasi masalah dan kesulitan berinteraksi. Secara umum, waria mendapatkan reaksi secara positif maupun negatif dari warga sekitar. Mereka juga berpartisipasi aktif dalam interaksi sosial secara langsung dan memberikan kontribusi dalam kegiatan tertentu di kampunya. Namun, mereka masih mengalami beberapa permasalahan yang mengharuskan mereka untuk mengatasinya.Para partisipan menggunakan strategi berfokus pada emosi dan berfokus pada problem dalam rangka mengatasi kesulitan dari lingkungannya.

References

Ahmadi, A. (2007). Psikologi Sosial. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.

Almog, N. (2011). Academic and Social Adjustment of University Students with Visual Impairment. Tesis, tidak diterbitkan. Online. http://in.bgu.ac.il. Diakses 15 Juli 2015.

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders. Fifth Edition. Washington, DC.

Baron, R. A., & Byrne, D. (2004). Psikologi Sosial. Edisi 10, Jilid 1. (Alih Bahasa: Ratna Djuwita). Jakarta: Penerbit Erlangga.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using Thematic Analysis in Psychology. Qualitative Research in Psychology, 3 (2), 77-101. Online. http://eprints.uwe.ac.uk. Diakses 29 Desember 2014.

Corrigan, P. W. (2004). Beat the Stigma and Discrimination! Four Lessons for Mental Health Advocates. Online. http://workingwelltogether.org. Diakses 25 Januari 2015.

Daldjoeni, N. (1997). Seluk Beluk Masyarakat Kota. Bandung: Alumni.

Danandjaja, J. (2003). Diskriminasi Terhadap Minoritas Masih Merupakan Masalah Aktual di Indonesia sehingga Perlu Ditanggulangi Segera. Online. http://www.lfip.org. Diakses 15 Desember 2014.

Faaizah, L. (2013). Persepsi Masyarakat Muslim terhadap Waria dan Dampak Hubungan Sosial (Studi di Kampung Sidomulyo RT XVI RW XIV, Kelurahan Bener, Kecamatan Tegalrejo, Yogyakarta). Skripsi, tidak diterbitkan. Online. http://digilib.uin-suka.ac.id. Diakses 13 Juli 2015.

Haq, A. (2012). Ritual Bissu, Waria-Waria Sakti di Bone. Online. http://nasional.kompas.com. Diakses 15 Desember 2014.

Herdiansyah, H. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif: untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.

Hinshaw, S.P. (2005) The Stigmatisation of Mental Illness in Children and Parents: Developmental Issues, Family Concerns, and Research needs. Journal of Child Psychology and Psychiatry 46(7), 714734.

Huang, K. (2012). Tales of the Waria: Inside Indonesias Third-Gender Community. Online. http://huffingtonpost.com. Diakses 15 Desember 2014.

Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2012). Kementerian Sosial dalam Angka, Pembangunan Kesejahteraan Sosial. Online. http://www.dissos.jabarprov.go.id.Diakses 9 Desember 2014.

Koeswinarno. (1993). Profil Waria Yogyakarta. Yogyakarta: PP Kependudukan Universitas Gajah Mada.

Koeswinarno. (2004). Hidup Sebagai Waria. Yogyakarta: LkiS.

Lazarus, R.S. & Folkman, S. (1984). Stress, Apraisal, and Coping. New York: Springer.

Matsumoto, D. (2008). Pengantar Psikologi Lintas Budaya. (Alih Bahasa: Anindito Aditomo). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Nadia, Z. (2005). Waria: Laknat atau Kodrat?. Yogyakarta: Pustaka Marwa.

Ningsih, E. S. W., & Syafiq, M. (2014). Pengalaman Menjadi Pria Transgender (Waria): Sebuah Studi Fenomenologi. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 3 (2), 1-6.

Oetomo, D. (2001). Memberi Suara pada yang Bisu. Yogyakarta: Galang Press.

Pahlawani, N. (2011). Dinamika Psikologis Harga Diri pada Waria. Skripsi, tidak diterbitkan. Online. http://eprints.ums.ac.id. Diakses 15 Juli 2015.

Prabowo, S. (2006). Studi Kasus Kehidupan Sosial Kaum Masyarakat Paiton Kabupaten Probolinggo. Online. http://student-research.umm.ac.id. Diakses 20 Juli 2015.

Pyror, J. B. & Reeder, G. D. (2013). Stigma: Advances in Theory and Research. Basic and Applied Social Psychology. 35, 1-26. Online. http://portal.ou.nl. Diakses 30 Desember 2014.

Rachman, A. (2014). Waria Show: Politik Identitas Waria Pedesaan di Mojosari Mojokerto dan Nilai Edukasinya. Skripsi, tidak diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.

Saparudin. (2015). Strategi Waria Memperjuangkan Pengakuan Diri sebagai Jenis Kelamin Ketiga (Studi Kasus di Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara). eJournal Sosiatri Sosiologi. 3 (3): 104-124.Online. http://ejournal.sos.fisip-unmul.ac.id. Diakses 20 Juli 2015.

Soekanto, S. (2003). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Rajawali.

Suryadjaja, F. (2014). Kekerasan pada Kaum Transgender. Online. http://berita.suaramerdeka.com. Diakses 12 Desember 2014.

Taylor, S. E., Peplau, L. A., & Seas, D. O. (2009). Psikologi Sosial. Edisi Kedua Belas. (Alih Bahasa: Tri Wibowo B. S.). Jakarta: Kencana.

Winter, S. (2012). Lost in Transition: Transgender People, Rights, and HIV Vulnerability in The Asia-Pasific Region. Online. http://undp.org. Diakses 18 Desember 2014.

Downloads

Published

2016-08-30

How to Cite

Putri, R. A., & Syafiq, M. (2016). Pengalaman Interaksi dan Penyesuaian Sosial Waria: Studi Kasus Waria Yang Tinggal di Gang X Surabaya. Jurnal Psikologi Teori Dan Terapan, 7(1), 26–42. https://doi.org/10.26740/jptt.v7n1.p26-42
Abstract views: 1737 , PDF Downloads: 3096

Most read articles by the same author(s)

> >>