HUBUNGAN ANTARA PENALARAN MORAL DENGAN SIKAP TERHADAP PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA REMAJA PEREMPUAN DI SMK SURABAYA

Authors

  • Yani Rachmawati Program Studi Psikologi Universitas Negeri Surabaya
  • Umi Anugerah Izzati Program Studi Psikologi Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.26740/jptt.v2n1.p11-28

Keywords:

Penalaran moral, remaja, perilaku seks pranikah

Abstract

This study is a correlational study. Subjects were 11 grade female student of SMK Ketintang, Surabaya, age 16-18 and have a dating partner. The total population of this research were 133 students and the sample sample were 60 students. The data collecting in this study using a questionnaire. The data analysis method using product moment analysis. The result showed theres no negative relationship between moral reasoning with the attitude of adolescent toward pre-marital sexual behaviour among female student in SMK Ketintang, Surabaya with rxy = -0,771. It shows that when their moral reasoning is high, then his attitude toward premarital sexual behaviour is negative or they reject it. If the moral reasoning level is low, then their attitude toward pre-marital sex behaviour is high. The strength of this relationship between moral reasoning and attitude toward pre-marital sexual behaviour was 59,5%, which means there are other variables that are not observed in this research by 40,5% which affect the formation of attitudes toward pre-marital sexual behaviour.

Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Subjek  penelitian adalah siswa perempuan kelas XI SMA Ketintang Surabaya yang berusia 16-18 tahun dan memiliki pacar. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 133 siswa dan sampelnya 60 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Metode analisis data yang digunakan analisis Product Moment Person. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan negatif antara penalaran moral dengan sikap remaja terhadap perilaku seks pranikah pada remaja perempuan di SMK Ketintang, Surabaya dengan rxy= -0,771. Hal tersebut menunjukkan apabila penalaran moralnya tinggi maka sikapnya terhadap perilaku seks pranikah justru negatif atau menolak, apabila penalaran moralnya rendah maka sikapnya terhadap perilaku seks pranikah justru tinggi. Kekuatan hubungan penalaran moral dengan sikap terhadap perilaku seks pranikah sebesar 59,5% yang berarti ada variabel lain yang tidak diamati dalam penelitan ini sebesar 40,5% yang mempengaruhi pembentukkan sikap terhadap perilaku seks pranikah.     

References

Ahmadi, A. (1991). Psikologi Sosial. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.

Ali, M. & Asrori, M.( 2008). Psikologi Remaja: Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.

Atkinson, R.L., Atkinson, R.C., Hilgard, E.R. (1999). Pengantar Psikologi. Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Azwar. S. (2003). Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Azwar. S. (2007). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Basri, Hasan. (2000). Remaja Berkualitas Problematika Remaja dan Solusinya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Benu, Benny. (2010). œWoh, 68 Persen Remaja Telah Berhubungan Seks. Jurnal Psikologi, Vol. 2, No. 7.

Bloodgood, J. M., Turnly W. H., & Mudrack P. (2008). œThe Influences of Ethics Intruction, Religiosity, and Intelligence on Cheating Behavior. Journal of Business Ethics, Vol. 82, No. 1.

Bungin, H. M. B. (2005). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Kencana Predana Media Group.

Daradjad, Z. (1983). Kesehatan Mental. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Duska, R., & Mariellen, W. (1982). Perkembangan Moral : Perkenalan dengan Piaget dan Koghberg. Terjemahan oleh Dwija Atmaka. Yogyakarta: Kanisius.

Gerungan, W. A. (1996). Psikologi Sosial. Bandung: PT Eresco.

Hansen, Gary L. (1984). œMoral Reasoning in the Marital Exchange Relationship. The Journal of Social Psycology, Vol. 131, No. 1.

Haricahyono, C. (1995). Dimensi-dimensi Pendidikan Moral. Semarang: IKIP Semarang Press.

Hasan, Iqbal. (2002). Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian & Aplikatif. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Hurlock, E. (1980). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Edisi 5. Terjemahan oleh Istiwidayanti & Soedjarwo. Jakarta: Erlangga.

Ijzendoom, Van Hylda Marinus H., & Zwart-Woudstra. (1995). œAdolescents Attachment Representations and Moral Reasoning. The Journal of Genetic Psycology, Vol.156, No. 3.

Kartono. K. (1988). Psikologi Remaja. Jakarta: CV Rajawali.

Kartono. K. (2005). Patologi Sosial 2: Kenakalan Remaja. Edisi Revisi. Jakarta: PT Grafindo Persada.

Kohlberg, L. (1995). Tahap-tahap Perkembangan Moral. Yogyakarta: Kanisius.

Nazir, M. (2005). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Moore, Nelwyn B. & Kenneth, D. J. (2006). œCollege Women and Personal Goals: Cognitive Dimensions that Differentiate Risk-Reduction Sexual Dicisions. Journal of Youth Adolescence, Vol. 35, No. 4.

Neuman, W. L. ( 2000). Social Research Methods : Qualitative and Quantitative Approaches. United States: Allyn and Bacon.

Nishigaya, Kasumi. (2010). œLiving Away From Home: Premarital Sex and Covariates-Factory Women in Pnom Penh, Cambodia. Asian Population Studies, Vol. 6, No. 2.

Monks, F. J. & Knoers, AMP Haditono. (2002). Psikologi Perkembangan: Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya. Terjemahan oleh Siti Rahayu Haditono. Yogyakarta: UGM Press.

Muhidin, S. A., & Abdurahman. (2007). Analisis Korelasi, Regresi, dan Jalur dalam Penelitian. Bandung: CV Pustaka Setia.

Mussen, Paul H., Conger, John J. Kagan, Jerome, & Houston, Aletha C. (1994). Perkembangan dan Kepribadian Anak. Jakarta: Arcan.

Riduwan. (2006). Dasar-Dasar Statistika. Bandung: Alfabeta.

Riley, Naomi S. (2011). œPremarital Wrecks. The Journal of Commentary, Vol. 131, No. 2.

Sandjaja, B. & Heriyanto, A. (2006). Panduan Penelitian. Jakarta: Prestasi Pustakarya.

Uyanto, Stanislaus S. (2009). Pedoman Analisis Data dengan SPSS. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Santrock, J.W. (2002). Life Span Development: Perkembangan Masa Hidup. Jilid 1. Terjemahan oleh Achmad Chusairi. Jakarta: Erlangga.

Santrock, J.W. (2002). Life Span Development: Perkembangan Masa Hidup. Jilid 2. Terjemahan oleh Achmad Chusairi. Jakarta: Erlangga.

Sarwono, S.W. (2002). Psikologi Remaja. Edisi 1. Jakarta: PT Grafindo Persada.
Sarwono, S.W. (2002). Psikologi Sosial. Jakarta: Balai Pustaka.

Sears, D. O, Freedman, J. L., & Peplau L. A. (1999). Psikologi Sosial. Edisi Kelima. Jilid 1. Terjemahan oleh Michael Adryanto dan Savitri S. Jakarta: Erlangga.

Setiono, Kusdwiratri. (1982). œPerkembangan Penalaran Moral Tinjauan dari Sudut Pandang Teori Sosio-Kognitif. Jurnal Psikologi dan Masyarakat, Vol. 3, No. 2.

Sugiyono. (2008). Statistika Untuk Penelitian. Bandung: CV Alfabeta.

Suryabrata, Sumardi. (2005). Alat Ukur Psikologis. Yogyakarta: Andi Offset.

Sustiwi, Fadmi. (2005). Ketika Perilaku Seks Remaja Kian Beresiko. Semarang: Kedaulatan Rakyat.

Hadi, Sutrisno. (2004). Statistik II. Yogyakarta: Andy Offset.
Walgito, B. (1994). Psikologi Sosial: Suatu Pengantar. Edisi Revisi. Yogyakarta: Andi Offset.

Walker. Laurence J. (1991). Sex Differences in Moral Reasoning. Dalam William M. Kurtines, Jacob Gewirtz, Jacob L. Lamb (eds), Handbook of Moral Behavior and Development: Volume 2: Research.Vol 2: Research.(hlm. 333-358). New York: Lawrence Earlbaum Associates Inc.

Winarsunu, Tulus. (2007). Statistik Dalam Penelitian Psikologi Dan Pendidikan. Edisi Revisi. Malang: UMM Press.

Downloads

Published

2011-08-19
Abstract views: 948 , PDF Downloads: 2803

Most read articles by the same author(s)