Kepercayaan Diri dan Kemandirian Belajar Pada Siswa SMA Negeri œX

Authors

  • Iffa Dian Pratiwi Program Studi Psikologi Universitas Negeri Surabaya
  • Hermien Laksmiwati Program Studi Psikologi Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.26740/jptt.v7n1.p43-49

Keywords:

Kepercayaan diri, kemandirian belajar, siswa

Abstract

This research was aimed to examine the correlation between self confidence and learning independency among senior high school students. This research was a quantitative study which involved all student of class XI social science major (ilmu pengetahuan sosial/IPS) in SMA Negeri 1 Porong with the total number of 88 students. The instrument used to collect data were self confidence and independent learning scales. Data were analyzed using Pearsons product moment. The result shows that the coefficient correlation is 0,683 (r=0,683) in the significant level of  0,000 (p=0,000). The result means that there is correlation between self confidence and learning independency in which the relation between both variables is unidirectional. So, the higher the self confidence student have, the higher their learning independency would be and vice versa.

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara kepercayaan diri dengan kemandirian belajar pada siswa XI IPS SMA Negeri 1 Porong. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 88 siswa di SMA Negeri 1 sehingga disebut penelitian populasi, karena jumlah subjek penelitian dibawah 100. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kepercayaan diri dan skala kemandirian belajar. Analisis data menggunakan product moment. Hasil analisis data menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,683  (r=0,683) dengan taraf signifikan 0,000 (p=0,000) artinya terdapat hubungan antara variabel kepercayaan diri dengan kemandirian belajar dimana hubungan antar variabel adalah searah. Oleh karena itu, semakin tinggi kepercayaan diri yang dimiliki siswa, maka semakin tinggi pula kemandirian belajarnya, dan sebaliknya.

References

Angelis, B. (2003). Percaya diri: sumber sukses dan kemandirian. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Darmawan, M. (2013). Peningkatan kemandirian peserta didik melalui strategi pembelajaran problem solving pada kompetensi perawatan dan perbaikan PC di kelas X TKJ SMK Negeri 3 Yogyakarta. Jurnal EKSIS, 6 (2), 53-64. http://library.ukdw.ac.id/. Diakses 23 Desember 2015.

Desmita (2011). Psikologi perkembangan peserta didik. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Hakim, T. (2002). Mengenal rasa tidak percaya diri. Jakarta: Puspa Swara.

Ghufron, M.N. & Risnawita, R.S. (2014). Teori-teori psikologi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media

Gyanprakash., Nagpal, K., James, L. (2013). Independent learning and student development. International journal of social science & interdisciplinary research, 2 (2), 17-35. http://indianresearchjournals. com. Diakses 20 Desember 2015

Neill, J. (2005). Jenisjenis percaya diri. Jakarta: Alfabeta
Nurhayati, E. (2011). Psikologi pendidikan inovatif. Yogyakarta: Pustaka Belajar

Pannen, P. (2001). Konstruktivisme dalam pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka.

Rothwell, W.J. (2008). Adult learning basics. Virginia: ASTD Press
Santrock, J.W. (2003). Adolescence: perkembangan remaja (6th ed). Shinto, B.A & Sherly, S. (Terj). Jakarta: Erlangga

Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta :Rineka Cipta.

Tahar, Irzan & Enceng. (2006). Hubungan Kemandirian Belajar dan Hasil Belajar Pada Pendidikan Jarak Jauh. Jurnal Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh, 7 (2), 91-101. www.Ippm.ut.ac.id/. Diakses 23 Desember 2015.

Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Downloads

Published

2016-08-31

How to Cite

Pratiwi, I. D., & Laksmiwati, H. (2016). Kepercayaan Diri dan Kemandirian Belajar Pada Siswa SMA Negeri œX. Jurnal Psikologi Teori Dan Terapan, 7(1), 43–49. https://doi.org/10.26740/jptt.v7n1.p43-49
Abstract views: 12360 , PDF Downloads: 24867