Mengalami Masjid Sebagai Lingkungan Restoratif

Authors

  • Jefri Setyawan Program Studi Psikologi Universitas Negeri Surabaya
  • Miftakhul Jannah Program Studi Psikologi Universitas Negeri Surabaya
  • Muhammad Syafiq Program Studi Psikologi Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.26740/jptt.v8n1.p68-78

Keywords:

Lingkungan restoratif, mahasiswa, masjid

Abstract

This study was aiming at exploring  studentss restorative experience of visiting a mosque in campus area. A qualitative approach with phenomenological method was employed. Five students who were chosen purposively based on their visit frequencies to the campus mosque were involved in this study.Data collected using semi-structured interviews and analyzed using  interpretative phenomenological analysis (IPA). The result shows that students report that they are able to restore their physical and psychological conditions after visiting the mosque for routine praying and relaxing. For most participants, the mosque they are visiting in campus is attractive since it has a wide open space inside with quiet, windy and fresh atmosphere. Most  participants also reports that they do some allowed relaxing activities in mosque such as chatting with friends and  taking a rest temporarily in the mosque terrace which make their fatigues and motivation restored. Visiting the campus mosque  makes  participants experience some condititions such as having more excitement, more calm and more capable of maintaining motivation to do their routine activities as a student.

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengalaman mahasiswa ketika menggunakan Masjid kampus. Fokus ditekankan pada bagaimana masjid sebagai sebuah tempat ibadah dimanfaatkan oleh mahasiswa  sebagai sumber lingkungan restoratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Partisipan merupakan lima mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang dipilih secara purposif berdasarkan jumlah dan kebiasaan dalam menggunakan masjid.  Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur. Analisis data menggunakan teknik interpretative pnenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para partisipan melaporkan bahwa mereka dapat memulihkan kondisi fisik dan memperoleh kondisi psikologis yang lebih baik dengan mengunjungi Masjid kampus. Daya tarik masjid yang mendorong para partisipan menggunakannya adalah bentuk bangunan masjid yang lapang, suasana atau atmosfer lingkungan yang segar dan tenang, serta beberapa kemudahan yang bisa diakses secara terbatas di teras masjid selain beribadah, yaitu untuk ngobrol dengan teman atau merebahkan tubuh. Para partisipan menyatakan bahwa lingkungan fisik masjid dan suasana psikologis yang muncul di dalamnya telah   membantu mereka memulihkan dirinya dari kelelahan dan membangkitkan kembali motivasi. Setelah mengunjungi masjid, mereka mengalami keadaan yang lebih bersemangat, lebih tenang, dan mampu menata motivasi untuk melanjutkan rutinitas sehari-hari sebagai mahasiswa.

References

Aynsley, R., (2007). Natural Ventilation in Passive Design. BEDP Environment Design of Environmental Psycho-logy, 41(2), 1-9.

Hartig, Terry. (2004). Restorative Environments. Encyclopedia of Applied Psychology, 3, 273-279. Online.

Herzog, T. R., Ouellette, P., Rolens, J. R., & Koenigs, A. M. (2010). Houses of worship as restorative environments. Environment and Behavior, 42 (4), 395-419.

Kaplan, R., & Kaplan, S. (1989). Toward a synthesis: The experience of nature: A psychological perspective. UK: Cambridge University Press.

Kaplan, S., Bardwell, L.V., Slakter, D.B. (1993). The Museum as a Restorative Environment. Environment and Behavior. DOI:10.1177/0013916593256004.

Kaplan, Stephen. (1995). The Restorative Benefits of Nature: Towards an Integrative Framework. Journal of Environmental Psychology, 16, 169-182.

Korpela, K., Hartig, T. (1996). Restorative Qualities of Favourite Place. Journal of Environmental Psychology, 6, 221233.

MeyersLevy, J., & Zhu, R. J. (2007). The influence of ceiling height: The effect of priming on the type of processing that people use. Journal of Consumer Research. 34, 174-186.

Nurhafifi, M., Qaryna, A., Nabila, A., Syahrain., N.N., & Mahudin, N. (2013). The Masjid as a Restorative Environment: a Case Study of Masjid Sultan Haji Ahmad Shah, IIUM. Seminar Proceeding, UMRAN

Ouellette, P., Kaplan, R., & Kaplan, S. (2005). The Monastery as a Restorative Environment. Journal of Environmental Psychology, 25, 175188.

Packer, Bond, N. (2010). Museums as restorative environments. Curator: The Museum Journal. 53(4), 421-456.

Siswoyo, Dwi. (2007). Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press

Supriyono, Listiati, E. E. (2015). Model Teritori Ruang Publik Perkotaan Studi Kasus: Semarang, Surakarta dan Yogyakarta. Prosiding Temu Ilmiah IPLBI B075-B088.

Van den Berg, A. E., Koole, S. L., & van der Wulp, N. Y. (2003). Environmental preference and restoration: (How) are they related?Journal of Environmental Psychology, 23, 135-146.

Downloads

Published

2017-08-15

How to Cite

Setyawan, J., Jannah, M., & Syafiq, M. (2017). Mengalami Masjid Sebagai Lingkungan Restoratif. Jurnal Psikologi Teori Dan Terapan, 8(1), 68–78. https://doi.org/10.26740/jptt.v8n1.p68-78
Abstract views: 766 , PDF Downloads: 965

Most read articles by the same author(s)

> >>