The Implementation of Islamic Sharia in Aceh: Between Special Autonomy and Indonesian Nationalism
Keywords:
Islamic Sharia; Aceh autonomy; Qanun; Jinayat; Nationalism; Human rightsAbstract
This study examines the implementation of Islamic Sharia in Aceh under special autonomy and its connection to Indonesian nationalism. Aceh, granted unique authority post-Helsinki Agreement (2005) and supported by UU No. 11/2006, formally applies Sharia, including Qanun Jinayat and Syariah Court establishment. The research analyzes Aceh's legal basis and Sharia implementation, evaluates challenges in harmonizing Qanun with national law, and examines the central government's response within Indonesia's nationalistic framework. Employing a qualitative method, data was collected via interviews, observation, and document analysis. Findings reveal that while Aceh exercises its autonomy, Sharia implementation faces hurdles like human rights concerns and economic dependence on central funds. The central government maintains passive tolerance, wary of new separatist movements, and promotes integrative nationalism, notably by reducing special autonomy funds. The critical role of the Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) in Qanun legislation is also highlighted.
References
Armanda, D., Hasbi, Y., & Asmara, R. (2021). Strategi penerapan Qanun No. 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayah di Aceh. Asia-Pacific Journal of Public Policy, 7(1), 18–28.
Fahrizal, M. A., & Sukartini, N. M. (2024). Flypaper effect dana otonomi khusus dan dana perimbangan pada kabupaten/kota di Aceh. Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 8(2), 1203–1214.
Febriana, A. A., & Zulkarnain, Z. (2023). 64 tahun keistimewaan Aceh: Tinjauan UU No. 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 11(1), 1–6.
Hasra, A. N. R. (2022). Efektivitas program Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Mahirah Muamalah dalam pengembangan UMKM di Kota Banda Aceh Provinsi Aceh [Doctoral dissertation, Institut Pemerintahan Dalam Negeri].
Rahman, A. (2020). Sistem pemerintahan berbasis syariat Islam di Indonesia (Studi kasus penerapan qanun jinayat di Pemerintah Provinsi Aceh). KAIS Kajian Ilmu Sosial, 1(2), 91–106.
Rahman, D. A., dkk. (2024). Otonomi daerah khusus Aceh: Jembatan menuju rekonsiliasi atau sumber ketegangan baru. Jurnal Pemerintahan dan Politik, 9(3), 183–194.
Riski, M. (2022). Peran Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh dalam menerbitkan Qanun Jinayat dalam sistem hukum tata negara. Jurnal Justisia, 7(1), 147–167.
Samsoerizal, A. D., Hidayat, E. R., & Sukendro, A. (2021). Analisis konflik antara Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Pusat Republik Indonesia terhadap implementasi Memorandum of Understanding Helsinki melalui analisa pohon konflik. Jurnal Education and Development, 9(4), 60–64.
Syakira, A. R. (2024). Analisis rasa nasionalisme masyarakat Aceh pasca konflik Gerakan Aceh Merdeka. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial Politik, 2(2), 320–328.
Walidain, M. P., & Astuti, L. (2021). Implementasi Qanun Jinayat dalam penegakan hukum pidana di Aceh. Indonesian Journal of Criminal Law and Criminology (IJCLC), 2(3), 184–193.
Putra, N. H., & Amran. (2023). Dinamika tata kelola dana otonomi khusus di Aceh. Jurnal Administrasi Negara, 29(2), 192–213.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 87
,
PDF Downloads: 31