Hubungan antara Stress dan Motivasi Kerja pada Mahasiswa yang Bekerja Paruh Waktu

Authors

  • Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi Program Studi Psikologi Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.26740/jptt.v2n2.p126-134

Keywords:

Stress, motivasi kerja, mahasiswa, kerja paruh waktu

Abstract

The purpose of this study was to examine the relationship between stress and work motivation among students who have part-time jobs. The subjects of this study were 122 students whose ages ranged from 18 to 26 years old consisting of 68 men and 54 women from different universities in Surabaya and have part-time jobs for at least 6 (six) months in various fields. Sampling was conducted using quota sampling, while data collection is carried out by using a questionnaire. Data were analysed using Pearsons product moment. The results of data analysis shows that the correlation coefficient is -0.518 with p =0.00 (p <0.05) which means that there is a significant negative relationship between the level of stress and the level of work motivation among students who have part-time jobs. Thus, the lower the level of stress the students have the higher their work motivation and vice versa.

Abstrak: Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stres dengan motivasi bekerja pada mahasiswa yang bekerja paruh waktu. Subjek penelitian ini adalah 122 mahasiswa dengan rentang usia 18-26 tahun yang terdiri dari 68 laki-laki dan 54 perempuan yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya dan bekerja paruh waktu selama minimal 6 (enam) bulan dalam pelbagai bidang. Pengambilan sampel dilakukan dengan tekni quota sampling sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Data dianalisis secara statistik menggunakan metode Pearson correlation, yaitu product moment. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,518 dengan p=0,00 (p<0,05) yang berarti bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara tingkat stress dengan tingkat motivasi bekerja pada mahasiswa yang bekerja paruh waktu. Makin rendah tingkat stres maka makin tinggi motivasi kerja seorang mahasiswa yang bekerja paruh waktu, begitu pula sebaliknya.

References

Anoraga, P. (2001). Psikologi Kerja, Cetakan ke-III, Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.

Azwar, S. (2002). Tes Prestasi,Cetakan Ke-V, Yogyakarta : Penerbit Pustaka Pelajar.

Azwar, S. (2005). Penyusunan Skala Psikologi, Yogyakarta : Penerbit Pustaka Pelajar.

Fakih, M. (2000). Mengeser Konsepsi Gender dan Transformasi Sosial,Bandung : Penerbit Pustaka Belajar.

Hadi, S. (2004). Metodologi Research Edisi 1, Yogyakarta : Penerbit Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.

Kartono, K. (2002). Psikologi Sosial Untuk Manajemen Perusahaan dan Industri, Jakarta : Penerbit PT.Raja Grafindo Persada.

Maramis, W.F. (1990). Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa, Surabaya : Airlangga University Press.

Rice, P.L. (1999). Stres and Health (3th Ed), California : An International Thomson Publishing Company.

Student Affairs University at Buffalo. (2005). Stress Management. http://Ub-Counseling.Buffalo.Edu/Stressmanagement.Shtml. Diakses pada tanggal 6 Juli 2005.

Suryabrata, S. (2005). Metodologi Penelitian, Jakarta : Penerbit CV. Rajawali.

Jawa Pos. (14 Agustus, 2003). Uang Bukan Yang Utama Pandangan untuk Mahasiswa yang Bekerja. Rubrik Deteksi, hlm.33.

Wexley, K.N. and Yukl, G.A. (1997). Reading in Organizational and Industrial Psychology, New York: Oxford Universitty Press.

Downloads

Published

2012-02-19
Abstract views: 3711 , PDF Downloads: 2928

Most read articles by the same author(s)