PENGALAMAN HIDUP SEORANG REMAJA PUTRI KORBAN TRAFFICKING DALAM BENTUK EKSPLOITASI SEKSUAL

Authors

  • Siti Zuliya Ningsih Program Studi Psikologi Universitas Negeri Surabaya
  • Satiningsih Satiningsih Program Studi Psikologi Universitas Negeri Surabaya szulia89@yahoo.com

DOI:

https://doi.org/10.26740/jptt.v4n1.p56-70

Keywords:

Dampak psikologis, remaja putri, human trafficking

Abstract

This study was aimed to understand a young girl experience as a victim of human trafficking. Data from the women and child protection center of Surabaya (Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak or PPT-P2A) had shown an increase in the number of trafficking victims from year to year. In 2010, there were 28 cases of adult victims and 21 cases of children victims. On April 2012 the cases of adult victims increased up to 45 cases, while children decreased to 13 cases. This study used a qualitative phenomenological approach. The participant was a victim of trafficking and was under the supervision of PPT- P2A Surabaya. Data was collected using a semi-structured interviews and analyzed using narrative analysis. The result of this study can be described into three categories, which were the life before becoming a victim, undesired job, and the life after becoming a victim. Since the mother passed away, she felt like there is no one cares about her anymore. The second was undesired job, which related to the participants experience as a trafficking victim. The last theme was the participants life after being a victim. In general, it could be concluded that participant experienced some psychological dynamics, such as negative self concept, low self esteem, and learned helplessness.

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman seorang remaja putri yang menjadi korban trafficking. Data Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (PPT-P2A) Surabaya menunjukkan peningkatan jumlah korban trafficking dari tahun ke tahun. Tahun 2010 korban dewasa mencapai angka 28 orang, sedangkan anak-anak 21 orang. Tahun 2011 korban dewasa menjadi 34 dan anak-anak meningkat menjadi 36, data terbaru tahun 2012 bulan April korban dewasa meningkat menjadi 45 korban dan anak-anak menjadi 13 korban kejahatan trafficking. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Proses pengambilan data menggunakan teknik wawancara semi terstruktur. Data penelitian ini kemudian dianalisis menggunakan analisis naratif. Hasil dari penelitian berhasil mengidentifikasi beberapa sub-sub judul atau tema. Subjudul pertama yakni semenjak Ibu tiada yaitu kisah hidup partisipan sebelum menjadi korban trafficking, semenjak Ibunya meninggal, partisipan merasa tidak ada lagi yang peduli padanya. Tema atau sub judul kedua yakni pekerjaan yang tidak sesuai keinginan yaitu pengalaman partisipan selama menjadi korban trafficking. Tema ketiga, kehidupan setelah menjadi korban, yaitu pengalaman hidup partisipan setelah menjadi korban trafficking. Secara umum, kesimpulan dari penelitian ini adalah pertisipan mengalami beberapa fenomena psikologis yaitu konsep diri negatif,  harga diri rendah, dan learned helplessness.

References

Ardani, T. A., Rahayu, I. T., & Solichatun, Y. (2007). Psikologi Klinis. Cet. Ke-1. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Baron, R. A. & Byrne, D. (2005). Psikologi Sosial. Jilid 2. Edisi Kesepuluh. Alih Bahasa: Ratna Djuwita dkk. Jakarta: Erlangga.

Emzir. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif: Analisis Data. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Farhana, T. (2010). Aspek Hukum Perdagangan Orang Di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.

Fausiah, F. & Julianti. W. (2005). Psikologi Abnormal Klinis Dewasa. Jakarta: Universitas Indonesia.

Gugus Tugas Nasional Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang. (2009). Korban Perdagangan Manusia Membutuhkan Pendampingan yang Intensif. Diakses dari http://www.gugustugastrafficking.org/index.php?option=com_ content&view=article&id=2331:korban-perdagangan-manusia-membutuhkan-pendampingan-yang-intensif&catid=77:info&Itemid=106. pada 1 Juli 2013.

Hukumonline.com. (2012). LPSK Fokus Perdagangan Orang. Diakses dari: http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt4f7448e3a46cc/lpsk-fokus-perdagangan-orang. pada 1 Juli 2013.

Juwita, R. (2008). Dampak Psikologis Pada TKW (Tenaga Kerja Wanita) Korban Kekerasan, (online). Diakses dari http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/49431htm. pada tanggal 03 Maret 2013.

Kaplan, H. I., Sadock, B. J., & Grebb, J. A. (2010). Sinopsis Psikiatri. Jilid II. (Edisi ke-7). Ahli Bahasa : Widjaja Kusuma. Jakarta : Binarupa Aksara.

Marliana, T. (2012). Kajian Tentang Pengalaman Hidup Perempuan Korban Trafficking dalam Perspektif Kesehatan Jiwa. Tesis: Program Magister Ilmu Keperawatan Kekhususan Keperawatan Jiwa Universitas Indonesia. Diakses dari: http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/20302848-T30656%20-%20Kajian%20tentang .pdf. pada 21 Juli 2013.

Murray, M. (2009). Psikologi Naratif. Dalam J. A. Smith (ed). Psikologi Kualitatif: Panduan Praktis Metode Riset (hlm 219-257). Edisi terjemahan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Nasution, A. Z. (2008). Perlindungan hukum terhadap perempuan dan anak Korban perdagangan manusia (trafficking in persons), (online). Diakses dari http://eprints.undip.ac.id/17904/1/zaky_alkazar_nasution.pdf. pada 28 Januari 2013.

Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak/PPT-P2A. (2012). Jenis Kekerasan yang Ditangani di PPT Provinsi Jawa Timur. Surabaya: Tidak Dipublikasikan.

Rakhmat, J. (2009). Psikologi Komunikasi. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Saniti, N. A. (2013). Diagnosis dan Manajemen Stress Paska Trauma pada Penderita Pelecehan Seksual. Diakses dari: http://download.portalgaruda.org/article.php?article=82548&val=970. pada 1 Juli 2013.

Santrock, J. W. (2007). Remaja. Edisi 11. Jilid 1. Alih Bahasa: Benedictine Widyasinta. Jakarta : Erlangga.

Santrock, J. W. (1995). Life Span Development Perkembangan Masa Hidup. Edisi Kelima. Jilid I. Jakarta : Erlangga.

Seligman, M. E. P. (2005). Authentic Happiness: Menciptakan Kebahagiaan dengan Psikologi Positif. Bandung : PT Mizan Pustaka.

Sitompul, E. A. (2009). Gambaran Learned Helplessness Pada Supir Angkutan di Kota Medan Ditinjau Dari Explanation Style. (online). Diakses dari http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/14507/1/09E02914.pdf. pada 23 Juli 2013.

Smith, J. A. (2009). Psikologi Kualitatif Pamduan Praktis Metode Riset. Penerjemah: Budi Santoso. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Wartakota. (2013, Juli 2013). UNFPA: Perdagangan manusia di Indonesia masuk peringkat 2 dunia. Di akses dari http://wartakota.tribunnews.com/2013/07/01/unfpa-perdagangan-manusia-di-indonesia-masuk-peringkat-2-dunia, pada tanggal 21 Juli 2013.

Downloads

Published

2013-08-19
Abstract views: 2359 , PDF Downloads: 1225