FUNGSI TARI TANGGAI DI PALEMBANG

Isi Artikel Utama

Treny Hera

Abstrak

Masyarakat di Palembang kental dengan kultur permisif artinya mudah bergaul dan mudah akrab dengan tamu yang datang ke Palembang, bentuk khas kulturnya adalah tuan rumah ataupun instansi yang memiliki acara kedatangan tamu dari dalam dan dari luar Palembang menyajikan tari Tanggai pada awal acara sebagai tanda bahwa acara akan dimulai, diawali dengan proses menyambut tamu melalui penyajian tari Tanggai yang ditarikan oleh penari remaja putri berparas menarik menggunakan busana tari khas Palembang yaitu aesan Pak Sangko, aesan Gede dan aesan Selendang Mantri. Fungsi tari sebagai produk seni bagi masyarakat di Palembang sebagai tontonan dan hiburan disajikan dengan kadar estetisnya sebagai prioritas. Bentuk penyajian tari Tanggai yang konvensional di Palembang merupakan produk dari masyarakat yang memiliki pola pikir pembaharuan terhadap kesenian tradisional, namun hal ini tidak mempengaruhi fungsi tari Tanggai bagi masyarakat Palembang.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Hera, T. (2020). FUNGSI TARI TANGGAI DI PALEMBANG. GETER : Jurnal Seni Drama, Tari Dan Musik, 3(1), 64–77. https://doi.org/10.26740/geter.v3n1.p64-77
Bagian
Articles
Biografi Penulis

Treny Hera, Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP

lecturer

Referensi

Hera, T. 2018. Rangsang Audio Sebagai Motivasi Pada Penciptaan Karya Tari Tunggu Tubang Dalam Pembelajaran Koreografi Di Universitas PGRI Palembang Jurnal Sitakara, 3(1).

Hera, T. 2018. Aspek Aspek Penciptaan Tari Dalam Pendidikan.Prosiding Seminar Nasional Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang (Vol.5, No. 05).

Hera, T. 2019. Fungsi Tari Persembahan Tepak Sirih Dalam Memeriahkan Acara Hbd Indonesia Di Bkb Palembang. Jurnal Sitakara, 3(2).

Jazuli M. 1994. Telaah Teoritis Seni Tari. Semarang: IKIP Semarang Press.

Pramutomo, R. M. 2014. Seni Pertunjukan

Topeng Tradisional di Surakarta dan Yogyakarta. Jurnal Kajian Seni, 1(1).

Ranjabar, Jacobus. 2006. Sistem Sosial Budaya Indonesia. Bogor: Ghalia Indonesia.

Saputra, Muhammad Juniussava dkk. 2016. Tari Tanggai Dan Habitus Masyarakat

Palembang.Jurnal Emnperika Vol.1 No 1.

Sartono dkk, 2007. Direktori Kesenian Sumatera Selatan. Palembang: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumatera Selatan.

Sedyawati, Edi. 2007. Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Soedarsono. 1978. Diktat Pengantar dan Pengetahuan Komposisi Tari. Yogyakarta: Akademi Seni Tari Indonesia

Wulandari, L.& Widyastutieningrum, S. R. 2018. Bentuk Dan Fungsi Tari Gatholoco Kelompok Seni Cipto Budoyo Kabupaten Temanggung. Greget Jurnal Pengetahuan

dan Penciptaan Tari, 17(2).

Nara Sumber:

Dr.M.Idris, M.Pd (56 Tahun) Ahli Sejarah

Sumatera Selatan.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.