ASPEK PENARI DALAM KOREOGRAFI KELOMPOK TARI KIPAS CHANDANI DI SANGGAR SASTRA MATAYA

Authors

  • Dewi Purwaningsari Universitas PGRI Palembang
  • Nugroho Notosutanto Arhon Dhony Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, Universitas PGRI Palembang

Keywords:

Aspek Penari, Tari Kipas Chandani

Abstract

Tari kreasi baru adalah karya tari yang dibuat oleh koreografer dengan pijakan tradisi maupun non tradisi. Karya tari Kipas Chandani dibahas dalam aspek penari yang didalam pokok pembahasannya yaitu membahas aspek jumlah penari, aspek jenis kelamin dan postur tubuh, aspek wujud kesatuan yang didalamnya membahas aspek arah hadap penari, aspek jarak-antara penari dan aspek penari kunci. Suatu karya tari pastilah tidak lepas dari penari yang merupakan media penyampai pesan dari suatu maksud gerak tertentu dalam suatu garapan tari. Penulisan ini dirasa penting karena terkadang aspek penari sering kali diabaikan oleh penonton atau bahkan penari itu sendiri karena ketidakpahaman akan aspek kepenarian. Metode penelitian deskriptif kualitatif yang melibatkan observasi, dengan langkah awal peneliti terjun langsung ke lapangan untuk menemukan permasalahan yang ada, selain itu memperoleh data awal berupa alamat sanggar dan data awal seputar aspek penari yang terdapat dalam tari Kipas Chandani.  Data wawancara yang diperoleh meliputi pertanyaan yang diajukan dengan mendapatkan data yang lebih komplit, sedangkan dokumentasi yaitu berupa foto  kegiatan. Hasil temuannya adalah dalam karya tari Kipas Chandani terdapat aspek penari, yaitu terdiri beberapa aspek diantaranya dengan penentuan jumlah penari dengan kuartet atau empat orang penari. Aspek jenis kelamin dan postur tubuh yaitu dengan dua penari memiliki postur tubuh sedikit berisi dan dua penari dengan postur tubuh kecil dengan penari berjenis kelamin perempuan, aspek wujud kesatuan meliputi aspek arah hadap, aspek jarak antara, dan aspek penari kunci. Arah hadap dalam tari ini yaitu depan, belakang, diagonal kanan, dan sebagainya. Aspek jarak antara penari meliputi rentangan kedua tangan dari penari dan penentuan penari kunci adalah penari yang menjadi panutan.

 

Author Biography

Nugroho Notosutanto Arhon Dhony, Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, Universitas PGRI Palembang

Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, FKIP, Universitas PGRI Palembang, Jalan R.A Kartini No. 11 Rt 011 Rw 003 Desa Saleh Mulya Kecamatan Air Salek Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, Kode Pos 30773, Indonesia  

References

Hadi, Y. S. (2003). Aspek-Aspek Dasar Koreografi Kelompok Kelompok . Yogyakarta : Elkaphi .

Hadi, Y. S. (2003). Mencipta Lewat Tari. Yogyakarta: Manthili Yogyakarta .

Hadi, Y. S. (2012). Koreografi (Bentuk-Teknik-Isi). Yogyakarta : Cipta Media .

Rochayati, R. (2018). Konsep Penari Dan Desain Ruang Pada Tari Merenungku Adalah Gerak . Prosiding Seminar Nasional 21 Universitas PGRI Palembang , 665.

Rochayati, R. (2019). Bukit Siguntang Dalam Pengembangan Konsep Ruang Koreografi Lingkungan Tari . Palembang : Sapu Lidi.

Rochayati, R. (2020). Tari Kipas Chandani ; Gerak, Ruang, dan Waktu . Jurnal Geter Jurusan Sendratasik FBS Unesa , 13.

Rohidi, T. R. (2011). Metodologi Penelitian Seni . Semarang : Cipta Prima Nusantara Semarang .

Sugiyono. (2014). Memahami Penelitian Kualitatif . Bandung : Alfabeta .

Susilo, D. R., Saripudin, D., & Moeis, S. (2018). Perkembangan Sanggar Seni Tari Topeng Mulya Bahkti Di Desa Tambih. Factum : Jurnal Sejarah Dan Pendidikan Sejarah (Universitas Pendidikan Indonesia) Vol. 7 No. 1, 54.

Widyastutieningrum, S. R., & Wahyudiarto, D. (2014). Pengantar Koreografi . Surakarta : ISI Press Surakarta .

Published

2022-05-01

How to Cite

Purwaningsari, D., & Arhon Dhony, N. N. . (2022). ASPEK PENARI DALAM KOREOGRAFI KELOMPOK TARI KIPAS CHANDANI DI SANGGAR SASTRA MATAYA. GETER : Jurnal Seni Drama, Tari Dan Musik, 5(1), 18–35. Retrieved from https://journal.unesa.ac.id/index.php/geter/article/view/17100

Issue

Section

Articles
Abstract View: 142