Pengaruh Albumin Telur dari Berbagai Jenis Unggas Sebagai Pengganti BSA (Bovine Serum Albumin) dalam Pengencer CEP Terhadap Kualitas Spermatozoa Kambing Peranakan Etawa (PE) Pada Suhu Penyimpanan 4-5°C
DOI:
https://doi.org/10.26740/lenterabio.v10n2.p207-212Keywords:
albumin telur berbagai jenis unggas, Kambing PE, pengencer CEP, BSA.Abstract
Kualitas spermatozoa yang rendah selama penyimpanan suhu 4-5°C disebabkan terjadinya cold shock dan adanya reaksi ROS, untuk menjaga kualitas spermatozoa maka perlu ditambahkan krioprotektan ekstraseluler salah satunya yaitu albumin. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh albumin dari jenis unggas tertentu yang terbaik dalam menjaga kualitas spermatozoa Kambing Peranakan Etawa (PE). Desain penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap terdapat 4 perlakuan dengan 5 pengulangan, yaitu KP (CEP); PA (CEP tanpa BSA + 0,2% albumin telur ayam kampung); PB (CEP tanpa BSA + 0,2% albumin telur ayam leghorn); PC (CEP tanpa BSA + 0,2% albumin telur itik). Parameter yang diukur yaitu motilitas dan viabilitas spermatozoa Kambing PE. Analisis data dengan uji kolmogorov-smirnov, lalu uji Anava satu arah dan selanjutnya uji Duncan. Penelitian yang telah dilakukan memperoleh hasil perlakuan CEP tanpa BSA + albumin putih telur itik 0,2% mampu mempertahankan spermatozoa Kambing PE dengan persentase motilitas dan persentase viabilitas terbesar pada penyimpanan cair selama 4 hari. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa albumin telur itik merupakan jenis albumin terbaik yang mampu menggantikan BSA untuk mempertahankan motilitas dan viabilitas semen cair Kambing PE pada suhu penyimpanan 4-5°C.
References
Downloads
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Hak Cipta (c) LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi
Karya ini dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0.
Pemberitahuan Hak Cipta.
Hak cipta dari artikel yang diterima untuk diterbitkan akan diberikan kepada jurnal sebagai penerbit jurnal. Hak cipta yang dimaksud meliputi hak untuk menerbitkan artikel dalam berbagai bentuk (termasuk cetak ulang). Jurnal mempertahankan hak penerbitan atas artikel yang diterbitkan.


