KONSEP GARAPAN TARI KAMA NILAKANDI

Isi Artikel Utama

Muhammad Alfaruqi

Abstrak

Sebuah karya tari dapat terbentuk dari proses pencarian ide gagasan yang dilakukan penata tari melalui berbagai cara, seperti melihat objek disekitar, mengamati fenomena-fenomena yang terjadi dimasyarakat, membaca atau mendengarkan cerita, legenda dan lain sebagainya yang kemudian menjadi landasan bagi penata tari untuk membuat sebuah karya. Dari ide yang telah didapatkan selanjutnya penata tari berusaha untuk mengolah dan mengembangkan ide gagasan tersebut lalu menuangkannya kedalam konsep garapan tari. Konsep garapan tari adalah bagian yang penting dalam sebuah karya tari. Konsep garapan tari dapat memberikan informasi kepada penonton maupun penari mengenai karya tari yang sedang disaksikan atau yang sedang ditarikan. Konsep garapan tari sendiri merupakan sebuah kerangka yang berisi bagian-bagian pembentuk sebuah karya tari. Konsep garapan tari tersusun atas ide gagasan, judul, tema, gerak, penari, pola lantai, tata rias, tata busana, properti, musik iringan tari, tata pentas, dan tata cahaya.


Karya tari Kama Nilakandi dibentuk melalui beberapa proses diantaranya adalah eksplorasi. Penata tari berusaha mengeksplorasi ide gagasan yang diperoleh menjadi sebuah bentuk cerita yang dapat divisualisasikan ke dalam bentuk – bentuk gerak simbolik. Dari simbol-simbol gerak tersebut kemudian dikembangkan menjadi rangkaian ragam gerak yang terbagi pada setiap adegan. Tari Kama Nilakandi diambil dari sebuah kisah cinta abadi sepasang makhluk surgawi berwujud manusia setengah burung bernama Kinara dan Kinari. Karya tari ini berpijak pada gerak-gerak tribangga Thailand. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mempermudah pemahaman terhadap karya tari Kama Nilakandi. Karena hasil yang ingin dicapai dari penulisan ini yaitu penonton, penikmat maupun penari dapat memahai karya tari Kama Nilakandi dari dua sisi. Selain dapat dipahami secara visual (menonton pertunjukan) karya ini juga dapat dipahami melalui tulisan.


Kata kunci: Konsep garapan, Tari Kama Nilakandi.


Sebuah karya tari dapat terbentuk dari proses pencarian ide gagasan yang dilakukan penata tari melalui berbagai cara, seperti melihat objek disekitar, mengamati fenomena-fenomena yang terjadi dimasyarakat, membaca atau mendengarkan cerita, legenda dan lain sebagainya yang kemudian menjadi landasan bagi penata tari untuk membuat sebuah karya. Dari ide yang telah didapatkan selanjutnya penata tari berusaha untuk mengolah dan mengembangkan ide gagasan tersebut lalu menuangkannya kedalam konsep garapan tari. Konsep garapan tari adalah bagian yang penting dalam sebuah karya tari. Konsep garapan tari dapat memberikan informasi kepada penonton maupun penari mengenai karya tari yang sedang disaksikan atau yang sedang ditarikan. Konsep garapan tari sendiri merupakan sebuah kerangka yang berisi bagian-bagian pembentuk sebuah karya tari. Konsep garapan tari tersusun atas ide gagasan, judul, tema, gerak, penari, pola lantai, tata rias, tata busana, properti, musik iringan tari, tata pentas, dan tata cahaya.


Karya tari Kama Nilakandi dibentuk melalui beberapa proses diantaranya adalah eksplorasi. Penata tari berusaha mengeksplorasi ide gagasan yang diperoleh menjadi sebuah bentuk cerita yang dapat divisualisasikan ke dalam bentuk – bentuk gerak simbolik. Dari simbol-simbol gerak tersebut kemudian dikembangkan menjadi rangkaian ragam gerak yang terbagi pada setiap adegan. Tari Kama Nilakandi diambil dari sebuah kisah cinta abadi sepasang makhluk surgawi berwujud manusia setengah burung bernama Kinara dan Kinari. Karya tari ini berpijak pada gerak-gerak tribangga Thailand. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mempermudah pemahaman terhadap karya tari Kama Nilakandi. Karena hasil yang ingin dicapai dari penulisan ini yaitu penonton, penikmat maupun penari dapat memahai karya tari Kama Nilakandi dari dua sisi. Selain dapat dipahami secara visual (menonton pertunjukan) karya ini juga dapat dipahami melalui tulisan.


Kata kunci: Konsep garapan, Tari Kama Nilakandi.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Alfaruqi, M. (2022). KONSEP GARAPAN TARI KAMA NILAKANDI . GETER : Jurnal Seni Drama, Tari Dan Musik, 5(2), 52–60. https://doi.org/10.26740/geter.v5n2.p52-60
Bagian
Articles

Referensi

Abdi, H. (2021, April 08). Evaluasi.

Retrieved from Tujuan Evaluasi, Pengertian, Fungsi, dan Tahapannya yang Perlu Dipahami: https://hot.liputan6.com/read/4526

515/tujuan-evaluasi-pengertian- fungsi-dan-tahapannya-yang-perlu- dipahami

Hadi, Y. S. (2012). Koreografi Bentuk - Teknik - Isi. Yogyakarta: Cipta Media.

Hadi, Y. S. (2003). Aspek-Aspek Dasar Koreografi Kelompok. Jogjakarta: Lembaga Kajian Pendidikan dan Humaniora Indonesia.

Hadi, Y. S. (2018). Revitalisasi Tari Tradisional. Yogyakarta: Cipta Media.

Hidajat, R. (2017). Kreativitas Koreografi Pengetahuan dan Praktikum Koreografi Bagi Guru. Malang: Surya Pena Gemilang.

Nurdin. (2018). Tata Rias dan Busana Tari Serasan Seandanan di Kabupaten OKU Selatan. Sitakara, 44.

Pinhome. (2022, Mei 22). General Lighting. Retrieved from Istilah Properti General Lighting: https://www.pinhome.id/kamus- istilah-properti/general-lighting/

Rochayati, R. (2019). Bukit Siguntang

Dalam Pengembangan Konsep

Ruang Koreografi Lingkungan

Tari. Palembang: Sapu Lidi.

Rochayati, R. (2019). Konsep Garapan Tari Turak Dewa Musirawas, Geter, 51-61

Rochayati, R., Elvandari, E., & Hera, T.

(2016). Menuju Kelas Koreografi.

Palembang: Komunitas Lumbung

Kreatif.

Smith, J. (1985). Komposisi Tari Sebuah Petunjuk Praktis Bagi Guru. Yogyakarta: Ikalasti.

Wikipedia. (2004, Oktober 21). Candi Borobudur. Retrieved from Borobudur candi Budha di Magelang (Jawa Tengah) Indonesia:

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bor obudur

Wikipedia. (2018, Januari 16). Kama.

Retrieved from Kama: https://id.m.wikipedia.org/wiki/isti mewa:HistoryKama

https://id.wikipedia.org/wiki/Kama

https://id.wikipedia.org/wiki/Nilakandi

https://id.wikipedia.org/wiki/Tribangga

https://www.youtube.com/watch?v=UZt03kb87lM .

https://youtu.be/HEbDwm5eVyM,

https://www.youtube.com/watch?v=d_v36VRy3sM

https://www.youtube.com/watch?v=YHLMUk1RLPg

https://www.youtube.com/watch?v=5QyFvWIINw8

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.