Peran Filsafat Eksistensialisme terhadap Terapi Eksistensial-Humanistik untuk Mengatasi Frustasi Eksistensial

Authors

  • Diana Rahmasari Program Studi Psikologi Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.26740/jptt.v2n2.p141-148

Keywords:

Filsafat eksistensialisme, frustasi eksistensial, terapi humanistik eksistential

Abstract

Existential-humanistic therapy helps people to achieve personal meanings of their existence by raising self-awareness and changing the deficient mindset in looking values and meanings of life. Existential philosophy gives an important contribution not only in providing conceptual basis of this therapy but also in determining the therapeutic techniques. Existentialism is a philosophical school that is more adequate than other schools of philosophy, such as empiricism, to understand of human beings as an individual. Meanwhile, humanism is highly valuing of human dignity in a way that of an individual occupies a central position in the theoretical-philosophical reflections as well as in the explanation of daily life practices. This article discusses the basic concepts of existential-humanistic therapy and describes how this approach places the self as the central focus in scientific inquiry and clinical practices

 

Abstrak: Terapi humanistik eksistensial membantu manusia untuk mengenal kembali keberadan dan kesadaran dirinya. Terapi ini juga membantu manusia mengubah pola pikir yang salah dalam hal nilai-nilai dan makna hidup, yang merupakan sumber utama frustasi eksistensial. Pendekatan terapi ini dilandasi oleh filsafat eksistensialisme dan humanisme tidak hanya dalam konsep-konsep dasarnya tapi juga dalam berbagai langkah terapi. Eksistensialisme berupaya untuk memahami hakikat manusia sebagai individu. Sedangkan humanisme menjunjung tinggi nilai dan martabat manusia sedemikian rupa sehingga manusia menempati posisi yang sentral dan penting baik dalam perenungan filsafati maupun dalam praktis hidup sehari-hari. Tulisan ini mengkaji konsep dasar terapi eksistensial humanistik dan mendeskripsikan bagaimana pendekatan humanistik eksistensial mengembalikan pribadi manusia sebagai fokus sentral dalam kegiatan ilmiah dan praktik terapi klinis.

References

Bastaman, H., J. (1996). Meraih Hidup Bermakna. Kualitas Insan Pribadi Dengan Pengalaman Tragis. Jakarta: Belukar Paramadina.

Corey, Gerald. (1988). Teori dan Praktek : Konseling dan Psikoterapi. Bandung: PT Eresco.

Drijarkara, S.J. (1989). Percikan Filsafat. Jakarta: PT. Pembangunan.

Frankl, V., E. (2003). Logoterapi: Terapi Psikologi Melalui Pemaknaan Eksistensi. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Hasan, F. (1974). Kita dan Kami: Suatu Analisa tentang Modus Dasar Kebersamaan. Jakarta: Bulan Bintang.

Kattsoff, L., O. (1986). Pengantar Filsafat. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Koeswara, E. (1992). Logoterapi: Psikoterapi Victor Frankl. Yogyakarta:Kanisius.

Leahy, L., S.J. (1989). Manusia, Sebuah Misteri. Sintesa Filosofis Tentang Mahkluk Paradoksal. Jakarta:Gramedia.

Patterson, C., H. (1970). Western Philosophy, Nebraska:Cliffs Notes Inc.

Downloads

Published

2012-02-19
Abstract views: 4589 , PDF Downloads: 4155