Hubungan antara Religiusitas dan Stres dengan Psychological Well Being pada Remaja Pondok Pesantren

Authors

  • Rahmawati Dwi Anggraeni Program Studi Psikologi Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.26740/jptt.v2n1.p29-45

Keywords:

Religiusitas, stres, psychological well-being, remaja

Abstract

The purposes of this study is to reveal : (1) the correlation between religiousity and psychological well being of the adolescent in Pondok Pesantren Assalafi Al Fihtrah, Surabaya, (2) the correlation between stress and psychological well being of the adolescent in Pondok Pesantren Assalafi Al fithrah, Surabaya, and (3) the correlation of religiousity, stress, and psychological well being of the adolescent in Pondok Pesantren Assalafi Al fithrah, Surabaya. The method of this study is a correlational quantitative by using three scales which are; religiousity scale, stress scale, and psychological well being scale. Researcher chose 77 students in Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Surabaya and they were selected using random sampling technique. Data analysis technique used in this study was multiple linear reggresion analysis test. The result of this study showed that : (1) religiousity has significant correlation with psychological well being, with positive direction of correlation which can be seen from the level of significance which was 0,000 and the reggresion coefficients was 0,559 (2) stress has significant correlation with psychological well being in the negative direction of correlation which can be seen from the level of significance of 0.000 and the regression coefficient of -0,460; and (3) the Rsquare value is 0,593, which is mean that the 59,3% of variation in psychological well being is influenced by the religiousity and stres, and the rest of 40,7% is cause by another variable which is not measured in this research. The correlation between religiousity and stress with psychological well being is known having a significant correlation with 0,000 of significance value.

 

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji: (1) hubungan antara religiusitas dan psychological well being remaja Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah, Surabaya, (2) hubungan antara stres dan psychological well being remaja Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah, Surabaya, dan (3) hubungan antara religiusitas dan stres dengan psychological well being pada remaja Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah, Surabaya. Penelitian ini mengunakan metode kuantitatif korelasional. Terdapat tiga skala yang digunakan dalam penelitian ini, yakni skala religiusitas, skala stres, dan skala psychological well being. Peneliti menggunakan sebanyak 77 santri Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah, Surabaya sebagai sampel penelitian yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah uji analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) religiusitas memiliki hubungan yang signifikan dengan psychological well being dengan arah hubungan yang positif yang dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien regresi 0,559. (2) stres memiliki hubungan siginifikan dengan psychological well being dengan arah hubungan yang negatif yang dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien regresi -0,460. (3) nilai Rsquare sebesar 0,593; artinya sebesar 59,3% variasi pada psychological well being dipengaruhi oleh religiusitas dan stres, sisanya sebesar 40,7% disebabkan oleh variabel lain yang tidak diukur dalam penelitian ini. Hubungan antara religiusitas dan stres dengan psychological well being diketahui memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000.

References

Chaplin, J. P. (2009) . Kamus Lengkap Psikologi. Terjemahan oleh Kartini Kartono. Jakarta: Rajawali Pers.

Colbert, Linda K., dkk. (2009). A Study of Religiosity and Psychological Well-being Among African Americans: Implications for Counseling and Psychotherapeutic Processes. Journal Relig Health (Online) Vol. 48 (278-289) (http://proquest.umi.com/, diakses 10 Januari 2011).

Dister, N. S. (1994). Pengantar Psikologi Agama: Pengalaman dan Motivasi Beragama (edisi kedua). Jakarta: Kanisius.

Garcia, D.,& Siddiqui A. (2009). Adolescents Psychological Well-Being and Memory for Life Events: Influences on Life Satisfaction with Respect to Tempramental Dispositions. Journal Happines Stud. (Online),10 (407-419) (http://proquest.umi.com/, diakses 10 Januari 2011).

Hasan, M. I. (2002). Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Bogor: Ghalia Indonesia.

Hurlock, Elizabeth B. (1990). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Terjemahan oleh Istiwidayanti dan Soedjarwo. Edisi kelima. Jakarta: Erlangga.

Jalaluddin. 2002. Pengantar Psikologi Agama. Edisi revisi. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Lee, Bong-Jae. (2007). Moderating Effects of Religious/ Spritual Coping in the Relation Between Perceived Stress and Psychological Well-Being. Pastoral Psychol (Online), 55:751-759 (http://proquest.umi.com/, diakses 17 Februari 2011).

Malek, M. D., dkk. (2010). Stress and Psychological Well-Being in UK and Malaysian Fire Fighters. Cross Cultural Management: An International Journal (Online) Vol. 17, No. 1, 50-61 (http://proquest.umi.com/, diakses 17 Februari 2011).

Muzammilah. (2008). Tugas Perkembangan Laki-laki Dewasa Awal di Pondok Pesantren Al Hikam Malang. Skripsi (tidak diterbitkan). Surabaya: Fakultas Psikologi Universitas Surabaya.

Nasution, I. K. (2007). Stres pada Remaja. (Online). http://library.usu.ac.id/download/fk/132316815%281%29.pdf. diakses 7 Maret 2011.

Nugraeni, Leny, Kartika. (2009). Hubungan antara Tingkat Stres dan Tingkat Hardiness dengan Psychological Well Being pada Penderita Kanker di Instalasi Rawat Inap RSU Haji Surabaya. Skripsi (tidak diterbitkan). Surabaya. Universitas Airlangga.

Papalia, Diane E. (2002). Adult Development and Aging. New York: Mc Graw Hill.

Rathi, N., & Rastogi, R. (2007). Meaning in Life and Psychological Well Being in Pre-Adolescents and Adolescents. Journal of the Indian Academy of Applied Psychology (Online) Vol. 33, No. 1, 31-38.
http://medind.nic.in/jak/t07/i1/jakt07i1p31.pdf, diakses 12 Januari 2011.

Riduwan, R. A. (2011). Cara Mudah Belajar SPSS 17.0 dan Aplikasi Statistik Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of psychological wellbeing. Journal of Personality and Social Psychology. (Online) 57, 10691081. http://www.rci.rutgers.edu/~jmohlman/handouts/
personality/articles_personality_seminar/happiness.pdf, diakses 24 Januari 2011).

Santrock, John W. (2002). Live Span Development: Perkembangan Masa Hidup. Jilid I. Edisi Kelima. Terjemahan Juda Damanik dan Achmad Chusairi. Jakarta: Erlangga.

Santrock, John W. (2003). Adolescence (6th ed.): Perkembangan Remaja. Terjemahan Juda Damanik dan Achmad Chusairi. Jakarta: Erlangga.

Steinberg, L. (2005). Adolescence (seven ed). New York: Mc Graw Hill.
Suryabrata, Sumadi. (2005). Pengembangan Alat Ukur Psikologis. Yogyakarta: Andi.

Suryandari, Ita. (2004). Perbedaan Religiusitas Remaja ditinjau dari Coping Behavior. Skripsi (tidak diterbitkan). Surabaya: Fakultas Psikologi Universitas Surabaya.

Taylor, Shelley E. (2009). Health Psychology (7th ed). New York: McGraw-Hill.

Winarsunu, T. (2007). Statistik dalam Penelitian Psikologi dan Pendidikan. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

Downloads

Published

2011-08-19
Abstract views: 2412 , PDF Downloads: 4283