STRATEGI PENCEGAHAN DAN PENGAWASAN PEREDARAN ETOMIDATE SEBAGAI NARKOTIKA GOLONGAN II DI BNN KOTA SURABAYA PASCA PERUBAHAN STATUS YURIDIS
Keywords:
vape, etomidate, tindak pidanaAbstract
Perkembangan rokok elektrik (vape) di Indonesia telah memunculkan persoalan hukum baru, khususnya terkait penyalahgunaan etomidat dalam cairan vape. Etomidat, yang awalnya digunakan sebagai obat bius dalam praktik medis, kini disalahgunakan karena efek sedatif dan halusinogeniknya. Sebelum adanya perubahan klasifikasi hukum, ketiadaan regulasi yang tegas menciptakan ketidakpastian hukum serta menimbulkan risiko terhadap kesehatan dan ketertiban umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum mengenai penyalahgunaan etomidat dalam vape beserta implikasi yuridisnya menurut hukum pidana Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan sosiologis. Data dikumpulkan melalui peraturan perundang-undangan, studi pustaka, jurnal ilmiah, serta wawancara dengan pemangku kepentingan terkait, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakpastian hukum, lemahnya pengawasan terhadap distribusi vape, dan kurangnya kesadaran masyarakat telah berkontribusi pada penyalahgunaan etomidat. Oleh karena itu, regulasi hukum yang lebih jelas, pengawasan produk vape yang lebih ketat, serta peningkatan koordinasi antaraparat penegak hukum sangat diperlukan untuk menjamin kepastian hukum dan melindungi masyarakat dari penyalahgunaan etomidat.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nita Arianti, Vita Mahardhika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0
