Pengaruh Mikoriza dan Bakteri Pelarut Fosfat terhadap Pertumbuhan Kedelai di Tanah Salin yang Diperkaya dengan Asap Cair
DOI:
https://doi.org/10.26740/lenterabio.v15n2.p183-190Kata Kunci:
Pertumbuhan Tanaman, Mikrobia Tanah, Tanah salin, AgrikulturAbstrak
Tanah salin memiliki kadar Na+ dan Cl- yang tinggi yang mengadsorpsi fosfat, sehingga mengurangi ketersediaannya. Mikoriza (M) dan bakteri pelarut fosfat (PSB) diketahui dapat meningkatkan ketersediaan fosfat, tetapi perbedaan kemampuan keduanya dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman di tanah salin belum diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh mikoriza dan PSB terhadap pertumbuhan kedelai di tanah salin dengan penambahan asap cair yang mengandung asam asetat sebagai prekursor gibberellin. Kedelai diberi mikoriza, bakteri pelarut fosfat (PSB), atau kombinasi keduanya pada berbagai konsentrasi. Data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Pertumbuhan vegetatif maksimum ditunjukkan pada 40 g mikoriza tanpa tambahan PSB, untuk parameter panjang akar, biomassa, jumlah bintil akar, jumlah bintil akar aktif, dan persentase infeksi mikoriza. Pertumbuhan generatif tertinggi ditunjukkan pada kombinasi 20 g mikoriza dan 50 ml PSB, untuk parameter jumlah polong dan berat polong.
Referensi
Albari J, Supijatno and Sudrajat, 2018. Peranan Pupuk Nitrogen dan Fosfor pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Belum Menghasilkan Umur Tiga Tahun. Agrohorti, 6(1):42-49.
Alfiah LN, Zul D dan Nelvia N, 2016. Pengaruh Inokulasi Campuran Isolat Bakteri Pelarut Fosfat Indigenus Riau Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merr). Jurnal Agroteknologi, 7(1): 7-14.
Alias ARN, AL-Bayati J and Thanoon AH, 2021. Effect of Endotrophic Mycorrhiza and Chemical (NPK) anda Bio-Fertilizer on The Growth and Yield of Eggplant (Solanum melongena L.). Plant Archives, 21(1):1094-1101.
Ardiansyah M, Mawarni L and Rahmawati N, 2014. Respon Pertumbuhan dan Produksi Kedelai Hasil Seleksi Terhadap Pemberian Asam Askorbat dan Inokulasi Fungi Mikoriza Arbuskular di Tanah Salin. Jurnal Agroekoteknologi , 2(3): 948-954.
Basri AHH, 2018. Kajian Peranana Mikoriza dalam Bidang Pertanian. Agrica Ekstensia, 12(2): 74-78.
Febriani L, Gunawan and Gafur A, 2021. Review: Pengaruh Jenis Medium Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman. Bioeksperimen, 7(2): 93-104.
Firdausi N, Muslihatin W and Nurhidayati T, 2016. Pengaruh Kombinasi Medium Pembawa Pupuk Hayati Bakteri Penambat Nitrogen terhadap pH dan Unsur Hara Nitrogen dalam Tanah. Jurnal sains dan seni ITS, 5(2):44-46.
Ginting IF, Yusnaini S, Dermiyati and Rini MV, 2018. Pengaruh Inokulasi Fungi Mikoriza Arbuskular dan Penambahan Bahan Organik pada Tanah Pasca Penambangan Galian C Terhadap Pertumbuhan dan Serapan Hara P Tanaman Jagung (Zea mays L.). Jurnal Agrotek Tropika, 6:. 110-118.
Hapiza MR, Sabrina T and Marbun P, 2014. Pengaruh Pemberian Limbah Cair Industri Tempe dan Mikoriza Terhadap Ketersediaan Hara N dan P Serta Produksi Jagung (Zea mays L.) pada Tanah Inceptisol. Jurnal Online Agroekoteknologi, 2: 1098- 1106.
Hidayatulloh N and Setiawati TC, 2022. Uji Aktivasi Bakteri Pelarur Fosfat Terhadap Kelarutan Fosfat pada Tanah Salin. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 9(2): 201-212.
Istiqomah dan Kusumawati DE, 2019. Potensi Asap cair dari Sekam untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Padi (Oryza sativa L.). Buana sains, 19(2):23-30.
Jayanudin and Suhendi E, 2012. Identifikasi Komponen Kimia Asap cair Tempurung Kelapa Dari Wilayah Anyer Banten. Jurnal Agroekoteknologi, 4: 39-46.
Karolinoerita V and Yusuf WA, 2020. Salinisasi Lahan dan Permasalahnnya di Indonesia. Jurnal Sumberdaya Lahan, 14: 91-99.
Kartika E, Duaja MD and Gusniwati, 2016. Pertumbuhan Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan (TBM I) pada Pemberian Mikoriza Indigen dan Dosis Pupuk Organik di Lahan Marjinal. Biospecies, 9(1): 29-37.
Kementrian Pertanian, 2020. Outlook kedelai Komoditas Pertanian Subsektor Tanaman Pangan. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian, Jakarta.
Maulana M and Harahap DE, 2023. Peningkatan produksi tanaman okra akibat pemberian beberapa jenis mikoriza dan dosis rock phosphat pada tanah salin. Journal Agro-Livestock, 1(1): 14–26.
Mutmainah K, Fuskhah E, dan Purbajanti ED, 2022. Efektivitas Bakteri Tahan Salin dan Pemberian Batuan Fosfat Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kedelai di Tanah Salin. Agrosains : Jurnal Penelitian Agronomi, 24(1):12-19.
Nasution TH, Rosmayanti and Husni Y, 2013. Respon Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine max (L.) Merril) yang DIberi Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) Pada Tanah Salin. Jurnal Online Agroekoteknologi, 2: 421-427.
Noviani NWP and Rahayu YS, 2022. Pengaruh Pemberian Pseudomonas flourescens, Azospirillum sp. dan Mikroorganisme Lokal Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kedelai (Glycine max) pada Tanah Kapur. Lentera Bio, 11(3): 493-502
Oktaviani D, Hasanah Y and Barus A, 2014. Pertumbuhan Kedelai (Glycine max L. Merrril) dengan Aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) dan Konsorsium Mikroba. Jurnal Online Agroekoteknologi, 2: 905-918.
Permatasari DA, Rahayu YS and Ratnasari E, 2016. Pengaruh Pemberian Hormon Giberelin Terhadap Pertumbuhan Buah Secara Partenokarpi pada Tanaman Tomat Varitas Tombatu F1. LenteraBio, 5(1):25-31.
Rahayu YS, 2014. The Role pf Mychorhizae and Rhizobium to Increase Plant Tolerance Grown on Saline Soil. Proceeding of International Conference on Research, Implementation and Education, B-195 - B-202.
Rahayu YS and Yuliani, 2019. Distributiom Pattern of NA and Cl Concentrations in Mychorrizal Plant Grown on Saline Soil. Joint Symposium on Tropical Studies.
Rajmi SL, Margarettha and Refliaty, 2018. Peningkatan Ketersediaan P Ultisol Dengan Pemberian Fungi Mikoriza Arbuskular. Jurnal Agroecotania, 1(2): 42-48.
Rohmah F, Rahayu YS dan Yuliani, 2013. Pemanfaatan Bakteri Pseudomonas fluorescens, Jamur Trichoderma harzianum dan Seresah Daun Jati (Tectona grandis) untuk Pertumbuhan Tanaman Kedelai pada Medium Tanam Tanah Kapur. Lentera Bio, 2(2):149-153.
Sabilu Y, Saleh IN and Ningsih R, 2021. Efektivitas Azotobacter dan Mikoriza pada Biomassa Vegetatif Kedelai (Glycine Max (L) Merill) Varietas Anjasmoro pada Tanah Ultisol dengan Zeolit. Prosiding Seminar Nasional Mikoriza, 183-190.
Simanungkalit RDM, Saraswati R, Setyorini D and Hartatik W, 2006. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian.
Sulaeman, Suparto and Eviati, 2005. Analisis Kimia, Tanah, Tanaman, Air, dan Pupuk. Bogor: Balai Penelitian Tanah.
Taiz L and Zeiger E, 2002. Plant Physiology Third Edition. Sunderland, Massachusetts: Sinauer Associates Inc.
Taufiq A and Sundari T, 2013. Respons Tanaman kedelai Terhadap Lingkungan Tumbuh. Buletin Palawija, 26: 13-26.
Widawati S and Suliasih, 2016. Isolasi Karakterisasi, Analisis Kimia dan Deteksi BAPPT Bakteri Tanah Perakaran Padi dari Rambut Siwi (Bali). Prosiding Seminar Nasional Biologi, 237-244.
Zulaikah D dan Yuliani, 2018. Penggunaan Agen Hayati Rhizobium sp. dan Pseudomonas fluorescens terhadap Pertumbuhan Tanaman Kedelai (Glycine max) pada Tanah Salin. Lentera Bio, 7(3):226-230.
Zulputra, Wawan and Nelvia, 2014. Respon Padi Gogo (Oryza sativa L.) Terhadap Pemberian Silikat dan Pupuk Fosfat Pada Tanah Ultisol. Jurnal Agroteknologi, 4(2): 1-10.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 LenteraBio : Berkala Ilmiah Biologi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Hak Cipta (c) LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi
Karya ini dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0.
Pemberitahuan Hak Cipta.
Hak cipta dari artikel yang diterima untuk diterbitkan akan diberikan kepada jurnal sebagai penerbit jurnal. Hak cipta yang dimaksud meliputi hak untuk menerbitkan artikel dalam berbagai bentuk (termasuk cetak ulang). Jurnal mempertahankan hak penerbitan atas artikel yang diterbitkan.
Abstract views: 26
,
PDF Downloads: 5










