PENERAPAN BALANCED SCORECARD SERTA ANALISIS SWOT DALAM PERANCANGAN STRATEGI PADA BADAN USAHA MILIK DAERAH PT BANK X
DOI:
https://doi.org/10.26740/jim.v9n4.p1487-1499Kata Kunci:
balance scorecard, banking and finance, internal and external matrix, sustainable development growth, SWOT analysisAbstrak
Balanced Scorecard menganalisis kinerja organisasi secara keseluruhan melalui empat perspectif. menilai organisasi melalui Financial Return hanya memberikan informasi tentang kinerja organisasi sebelum penilaian, sehingga kinerja masa depan tidak dapat diprediksi dan tidak dapat mengambil strategi maupun tindakan yang tepat untuk Sustainable Development Growth. Penelitian ini mencoba menunjukkan perspektif Balance Scorecard, kemudian analisis SWOT dan dapat ditentukan posisi perusahaan sesuai Internal External Matrix.
Objek pada penelitian ini adalah perusahaan sektor perbankan. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan data primer dan sekunder. Data primer dapat diperoleh melalui wawancara dengan key informan, serta data sekunder didapat melalui dokumentasi data data yang dibutuhkan diperoleh dari PT Bank X.
Matrix sesuai dengan SWOT perusahaan, selanjutnya akan dilakukan klarifikasi hasil menggunakan IFE Matrix (Strength Weakness) dan EFE Matrix (Opportunities - Threats). Kedua Matrix yang telah terbentuk tersebut diplot ke dalam Internal External Matrix, dan berada di kuadran I, sehingga dapat diketahui posisi strategik PT Bank X pada posisi Grow and Build. Strategi yang paling tepat berdasarkan posisi Grow and Build adalah dengan menerapkan Intensive Strategy yang spesifik strateginya dapat menggunakan strategi pengembangan pasar, dan product development.
Berdasarkan analisa BSC dan IE Matrix dihasilkan suatu rekomendasi strategi pada product development, diantaranya melakukan upaya peningkatan kualitas SDM, perbaikan kualitas kredit, serta digitalisasi perbankan dalam mempersiapkan persaingan di era revolusi industri 4.0
Referensi
Beneda, N. (2008). Wealth preservation through effective competitive strategy. Corporate Finance Review. 13 (1), 41?6.
Kaplan, R. S., & Norton, D. P. (1996). Using the balanced scorecard as a strategic management system.Harvard Business review.74 No 1. January-February 1996. 1-13.
Olson, E. M., & Slater, S. F. (2002). The balanced scorecard, competitive strategy, and performance. Business Horizons, 45(3), 11-16.
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.03/2017 Tahun 2017. (online). https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/129664/peraturan-ojk-no-42pojk032017-tahun-2017, diakses pada 8 Maret 2021.
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12 /POJK.03/2018 Tahun 2018. (online). https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/128612/peraturan-ojk-no-12-pojk032018-tahun-2018, diakses pada 12 Maret 2021
Ritson, N. (2008). Strategic Management, Bookboon: Neil Ritson & Ventus Publishing ApS.
Srivastava, M., Franklin, A., & Martinette, L. (2013). Building a sustainable competitive advantage. Journal of technology management & innovation, 8(2), 47-60.
Velimirovi?, D., Velimirovi?, M., & Stankovi?, R. (2011). Role and importance of key performance indicators measurement. Serbian Journal of Management, 6(1), 63-72.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Jurnal Ilmu Manajemen

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Abstract views: 2371
,
PDF Downloads: 4035







