SIMBOLISASI BUNGA MAWAR DALAM PERTUNJUKAN PANTOMIM “BEAUTY AND THE BEAST” KARYA SHERLLY CINDYA FRANCISCA (TINJAUAN SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE)

Main Article Content

Shofi Sotya Sinarawatti
Indar Sabri

Abstract

Bunga mawar sering diartikan sebagai tanda cinta begitu pula dalam cerita dongeng “Beauty and The Beast”. Banyaknya versi dari cerita “Beauty and The Beast” menjadikan pertunjukan karya Sherlly Cindya Fancisca berbeda karena menggunakan konsep pantomim yang lebih menekankan gerak isyarat dan tanda untuk menyampaikan pesan. Kajian ini bertujuan untuk membedah tanda dan makna Bunga Mawar dalam pertunjukan “Beauty and The Beast” karya Sherlly Cindya Francisca yang berkonsep pantomim. Diharapkan dengan adanya kajian ini, masyarakat bisa lebih mudah memahami makna dari pertunjukan pantomim “Beauty and the Beast” dan menjadikan kajian ini sebagai referensi di kemudian hari. Metode deskriptif kualitatif dipilih penulis untuk mengkaji lebih detail dalam mendeskripsikan makna simbol Bunga Mawar dalam pertunjukan “Beauty and The Beast” karya Sherlly Cindya Fancisca. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan wawancara. Penulis mengkaji penelitian ini menggunakan analisis semiotika triadik dari Charles Sanders Pierce.


Penelitian ini menghasilkan segitiga makna tanda yakni (1) Bunga mawar sebagai objek yaitu Simbol; (2) Representasi Bunga mawar yaitu kutukan; (3) Bunga mawar menimbulkan interpretasi yaitu cinta sejati. Dari ketiga unsur tersebut dapat disimpulkan bahwa bunga mawar merupakan takdir yang mempengaruhi perputaran roda kehidupan para tokoh. Hal ini memberikan pemahaman kepada penonton bahwa representasi dalam pertunjukan mempengaruhi interpretasi penonton terhadap objek, yaitu simbol Bunga Mawar.

Article Details

How to Cite
Sinarawatti, S. S., & Sabri, I. . (2023). SIMBOLISASI BUNGA MAWAR DALAM PERTUNJUKAN PANTOMIM “BEAUTY AND THE BEAST” KARYA SHERLLY CINDYA FRANCISCA : (TINJAUAN SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE). GETER : Jurnal Seni Drama, Tari Dan Musik, 6(1), 43–50. https://doi.org/10.26740/geter.v6n1.p43-50
Section
Articles

References

Aubert, C. (1970). The Art of Pantomime.

New York: Benjamin.

Chyntia, R. (2016). Pertunjukan Putri Embun Pangeran Bintang Oleh Bengkel Mime Theatre Yogyakarta : Kajian Semiotika Teater. Project Report. Lembaga Penelitian ISI Yogyakarta.

Dewi, M. C. (2013). Representasi pakaian muslimah dalam iklan (analisis semiotika charles sanders peirce pada iklan kosmetik wardah di tabloid nova). Profetik: Jurnal Komunikasi, 6(2).

Eco, U. (1976). A Theory Semiotics.

Bloomington: Indiana University Press.

Febrianto, D. (2015). Penubuhan mimer dalam proses kreatif pertunjukan pantomim. Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Vol. 28, No. 4, 211-216.

Francisca, S. (2016). Bentuk Pertunjukan dan Penyutradaraan pada

Pementasan "Beauty and the Beast" karya Linda Wolverton. Jurnal Solah.

Iswantara, N. (2007). Wajah Pantomim Indonesia. Yogyakarta: Media Kreatif.

Kriyantono, R. ( 2007). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana.

Nort, W. (1990). Handbook of Semiotics.

Indianapolis: Indianapolis University Press.

Piliang, Y. (2010). Hipersemiotika: tafsir cultural studies atas mainya makna. Yogyakarta: Jalasutra.

Rendra, W. (1984). Mempertimbangkan Tradisi. Jakarta: PT. Gramedia.

Sahid, N. (2014). Semiotika Teater (Teori dan Penerapannya). Yogyakarta: Badan Penerbit ISI Yogyakarta.

Sobur, A. (2006). Semiotika Komunikasi.

Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sudjiman, Panuti, & Aat, V. (1992). Serba- Serbi Semiotika. Jakarta: Gramedia.

Sufiya, R., Sujinah, S., Nuke, A., & Muhammadiyah, U. (2020). Analisis Semiotika Pierce pada Pertunjukan Tari Dhânggâ Madura. Jurnal Sosial Humaniora (JSH), 13(2).

Sugiyono, P. D. (2016). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Syafira Rizki, M. (2020). Perilaku Positif pada Komunikasi Antarpribadi dalam tayangan Web Series Janji (Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce). Jurnal Komunikatio, 6(2).