Persepsi dan Apresiasi Masyarakat Desa Tumpang terhadap Representasi Flora di Relief Candi Jago

Penulis

  • Berlian Atma Universitas Negeri Surabaya
  • Yuliani
  • Novita Kartika Indah Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.26740/lenterabio.v15n2.p197-206

Kata Kunci:

keanekaragaman hayati, keanekaragaman spesies, masyarakat lokal, ekosistem, jejak sumber daya

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keragaman relief flora, makna filosofis, serta nilai persepsi dan apresiasi masyarakat Desa Tumpang terhadap representasi keragaman flora pada relief Candi Jago, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan adalah deskriptif eksploratif melalui eksplorasi awal, observasi relief flora di Candi Jago, inventarisasi spesies dan makna simbolis, serta wawancara semi-terstruktur dengan 30 responden untuk menentukan nilai persepsi dan apresiasi. Penelitian ini mengidentifikasi 20 spesies tumbuhan dari 9 famili, dengan 15 spesies teridentifikasi dan 5 spesies belum teridentifikasi. Relief flora didominasi oleh famili Arecaceae. Tidak semua tumbuhan yang digambarkan pada relief candi memiliki makna simbolis atau filosofis; tiga tumbuhan memiliki makna khusus dalam budaya Jawa dan ajaran Buddha. Sisanya, 17 tumbuhan tidak memiliki makna simbolis khusus tetapi merupakan tumbuhan bermanfaat bagi masyarakat. Persepsi dan apresiasi masyarakat terhadap representasi keanekaragaman bunga pada relief Pura Jago bervariasi dari 64% (cukup) hingga 91% (sangat baik), dengan kelompok usia muda mencapai 89,58% dan kelompok usia tua sebesar 73,61%. Studi ini menyoroti pentingnya melestarikan pengetahuan lokal tentang budaya, candi, dan relief bunga sebagai warisan budaya dan sumber pengetahuan, sehingga dapat menjadi acuan untuk penelitian, pendidikan, konservasi, dan pengembangan kebijaksanaan lokal.

Referensi

Adhitama S, 2023. Analisis keharmonisan antara Agama Hindu dan Buddha pada Candi Jawi. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 7(3):330-345.

Aji AW, 2018. Candi-candi di Jawa Tengah dan Yogyakarta. ISI Yogya: Yogyakarta.

Atmosudiro S, Romli IA, Dwiyanto D, Nughrahaini DS, Anggraeni, Prihantoro F and Sektiadi, 2018. Seni hias kuno dalam Jawa Tengah sebuah potret warisan budaya. Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala: Prambanan. Klaten.

Ayeris PT and Herwindo RP, 2023. Alignment study of the Buddhist candi at Padang Lawas, Southern Sumatra and Ancient Mataram. Jurnal Riset Arsitektur, 7(1): 66-83.

Cao Y and Kong Z, 2004. From temples to the soul: exploring the social drivers and psychological depths of young people’s temple tourism phenomenon. International Journal of Education and Humanities, 13(3):45-51.

Chen P, 2021. The spread mechanism of misinformation on social media. Journal of Network Communication Research, 1(2): 70-85.

Dwiyanti P and Rinanto D, 2022. Komunikasi dan interaksi sosial pada lansia selama masa pandemi covid-19 di Kabupaten Pemalang. Jurnal Kesehatan Mahardika, 9(1): 1-6.

Ediriweera E, 2003. Medical uses of coconut (Cocos nucifera). Cocoinfo International, 10(1): 11-21.

Fahrudin F, 2021. Tradisi menjelang pernikahan perspektif paradigma generasi muda di Desa Brengkok, Brondong, Lamongan. AL-HAUKAMA, 11(2): 188-213.

Fahrurozi Y, Prajoko S and Permadani KG, 2024. Identifikasi spesies flora dan etnosains pada relief Candi Mendut. Borobudur, 18(2):110-132.

Giambelli R, 2021. The coconut, the body and the human being. Metaphor of life and growth in Nusa Penida and Bali. 133-257.

Hakim L, 2014. Cultural landscape of Tengger Highland, East Java. in landscape ecology Asian Cultures. Springer Japan, 69-82.

Huang J, He G, Wu L, Ma P, Xu L, Sun L, Xiao P, 2025. The edible lotus (Nelumbo nucifera Gaertn.) and its byproducts as valuable source of natural antioxidants: a review of phytochemicals, health benefits, safety, and food applications. Future Foods, Science Direct, 11: 1-22.

Indah NK, Indrayani S, Arumingtyas EL and Azrianingsih R, 2021. Local snake fruit conservation in East Java, Indonesia: community knowledge and appreciation. Biodiversitas, 22(1): 416-423.

Istari TMR, 2012. Ragam hias non-cerita pada relief candi untuk perkembangan motif batik kontemporer. Jurnal Naditira Wisya, 6(1): 64-77

Istari TMR, 2015. Ragam Hias Candi-Candi di Jawa Motif dan Maknanya. Kepel Press: Yogyakarta.

Karina, 2022. Etnobotani pemanfaatan berbagai jenis pisang (Musa spp) oleh masyarakat Desa Makarti Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang Barat. Skirpsi.

Khoir A and Adiani N, 2025. Ragam hias Majapahit sebagai alternative desain motif. Jurnal Komunikasi Visual Nirmana, 25(1): 62-67.

Kieven L, 2022. The wandering poet; Depictions on ancient Javanese relief panels. Journal of the Humanities of Indonesia, 23(2): 288-336.

Kunwar R, Fadieman M, Cameron M, Bussmam R, Thapa-Magar K, Rimal B and Sapkota P, 2018. Cross-cultural comparison of plant use knowledge in Baitadi and Carchula districts, Nepal Himalaya. Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine, 14(40).

Lelono H, 2004. Penggambaran Relief cerita pada beberapa candi di Jawa Tengah dan Jawa Timur (makna simbolis dan edukatif). Berkala Arkeologi, 32(1): 13-26.

Lestari E, Ramadani SD, Permadani KG and Siswati BH, 2026. Avian and Mammalian representation in heritage site: documenting biodiversity on the Gandawyuha Reliefs at Borobudur Temple. Biosfer, 17(1): 311-326.

Ludwinsky R and Hanazaki N, 2020. Ethnobotany in a coastal environmental protected area: shifts in plant use in two communities in southern Brazil. Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine, 14 (65)

Lutfiani D, Nurhayati E and Wardhani P, 2024. Youth socio-cultural literacy towards implementing culture preservation of Karangbesuki Temple. Eurasia Procceedings of Educational and Social Science, 33(1): 121-125.

Makarov AS and Shalin VV, 2024. The values of traditional culture and their understanding in the minds of young people. Человек и культура, 2(1).

Mayastuti A, Saddhono K and Sulaksono, 2024. Philosophical meaning in Dhawuhan tradition in Warujanggan Village Magetan Regency. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding.

Metusala D, Fauziah, Lestari DA, Damaiyani J, Mas'udah S and Setyawan H, 2020. The identification of plant relief in the Lalitavistara story of Borobudur Temple, Central Java, Indonesia. Jurnal Biodiversitas, 21(5): 2206-2215.

Mulyanto D, Iskandar BS, Iskandar J and Wiyanti DT, 2024. Flora of ancient Java: identification of species, landscape distribution, and cultural association of plants mentioned in old Javanese Ramayana. Reinwardtia, 23(2): 85-103.

Nayuf H, 2022. Tradisi makan sirih pinang sebagai model moderasi beragaman berbasis kearifan lokal di Kelurahan Niki-Niki, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Harmoni.

Nizam A, Nugraha WChR and Gustami SP, 2018. Eksistensi ragam hias sulur gelung teratai. Journal of Urban Society Arts, 5(1): 37-48.

Pangestu RKP and Indah NK, 2024. Perception and appreciation: the wiwit kopi tradition in Carangwulung Village Wonosalam District, Jombang. LenteraBio, 13(1): 14-23.

Paramadyaksa INW, 2016. Filosofi dan penerapan konsepsi bunga padma dalam perwujudan arsitektur tradisional Bali. Langkau Bentang, 3(1): 28-42.

Pilgrim SE, Cullen LC, Smith DJ and Pretty J, 2018. Ecological knowledge is lot in wealthier communities and countries. Environ Sci Technol, 42(1): 1004-1009

Prakofjewa J, Sartori M, Sarka P, Kalle R, Pieroni A and Solukand R, 2024. Boundaries are blurred: wild food plant knowledge circulation across the Polish-Lithuanian-Belarusian Borderland. Biology, 12(1): 1-27

Sedyawati E, Santiko H, Djafar H, Maulana R, Ramelan WDS and Ashari C, 2013. Candi Indonesia seri Jawa. Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman.

Setyawan H and Kasatriyanto D, 2019. Kajian penataan tanaman kawasan borobudur. Borobudur, 13(2): 3-31.

Setyawan H, 2022. Identifikasi dan pemanfaatan tanaman masa Jawa Kuno: studi kasus Relief Ramayana dan Kresnayana Candi Prambanan. Jurnal Naditira Widya, 16(1): 1-22.

Silvia Y, Hasanuddin and Djufri, 2017. Etnobotani tumbuhan anggota arecaceae di Kecamatan Seulimum. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unsyiah, 2(2): 30-43.

Soedirman, 1997. Latar belakang agama Candi Plaosan Lor, 50 tahun Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional 1913-1963. Jakarta: proyek pembinaan kepurbakalaan dan peninggalan nasional. Dep. P&K. hlm. 165-181.

Soelistyanto B, 2024. Pengaruh Tantrayana di Kawasan Nusantara. Berkala Arkeologi, 6(2): 48-60.

Suripto BA and Pranowo L, 2001. Relief jenis-jenis fauna dan setting lingkungannya pada pahatan dinding Candi Borobudur. Manusia dengan Lingkungan.

Wardah and Emma, 2020. Kajian etnobotani pakundalang (Blumea balsamifera (L). sebagai solusi alternatif untuk kemandirian kesehatan masyarakat Banggai Kapulauan, Sulawesi Tengah. Journal of Tropical Ethnobiology, 3(2): 139-148.

Wardah, 2003. Pemanfaatan keanekaragaman sumber daya tumbuhan oleh Masyarakat Baduy Dalam di sekitar Gunung Kendeng Selatan, Kabupaten Lebak, Banten.Berita Biologi, 6 (6): 679- 689.

Witjoro A,Sulisetijono and Setiowati FK, 2016. Pemanfaatan tanaman obat di Desa Kayukebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Natural, 3(4): 305.

Yatno T, 2022. Fungsi dan nilai candi Borobudur di era globalisasi. Jurnal Sabbhata Yatta, 3(2): 72-81.

Yofani R, 2010. Keragaman tanaman pada relief candi di Jawa Timur abad 14 masehi (kajian bentuk dan pemanfaatan). Skripsi. Universitas Indonesia.

Diterbitkan

2026-10-19

Cara Mengutip

Atma, B., Yuliani, & Indah, N. K. (2026). Persepsi dan Apresiasi Masyarakat Desa Tumpang terhadap Representasi Flora di Relief Candi Jago. LenteraBio : Berkala Ilmiah Biologi, 15(2), 197–206. https://doi.org/10.26740/lenterabio.v15n2.p197-206
Abstract views: 56 , PDF Downloads: 10

Artikel Serupa

> >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.