Distribusi dan Estimasi Kepadatan Siamang (Symphalangus syndactylus) di Resort Way Sekampung, Hutan Lindung Batutegi, Provinsi Lampung

Penulis

  • Hendro Prasetyo Subakti Jurusan Biologi FMIPA Universitas Lampung
  • Jani Master Universitas Lampung
  • Suratman Umar Jurusan Biologi FMIPA Universitas Lampung
  • Aris Subagio Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26740/lenterabio.v15n1.p94-102

Kata Kunci:

primata, pola distribusi, penampakan, kelompok

Abstrak

Siamang (Symphalangus syndactylus) adalah primata penyebar biji di kawasan konservasi hutan. Hutan Lindung Batutegi merupakan salah satu habitat siamang, namun informasi mengenai siamang di lokasi ini masih terbatas, termasuk distribusi dan kepadatan populasinya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk (1) memetakan distribusi spasial dan menganalisis pola distribusi siamang, (2) menganalisis komposisi individu siamang, dan (3) memperkirakan kepadatan kelompok siamang di Blok Way Rilau, Kawasan Resor Way Sekampung, Hutan Lindung Batutegi, Provinsi Lampung. Pengumpulan data siamang dilakukan dengan dua metode, yaitu pengamatan langsung (data langsung) dan modifikasi penghitungan pusat titik konsentrasi berdasarkan arah suara siamang (data tidak langsung). Pengamatan langsung dilakukan pada tiga transek berbeda dengan dua kali pengulangan. Pusat titik ditentukan dengan pengambilan sampel bertujuan berdasarkan titik deteksi suara siamang dalam radius <700 m dan jarak antar kelompok siamang ≥200 m. Luas wilayah Blok Way Rilau yang menjadi lokasi penelitian ini adalah 3 km2 atau 300 ha. Hasil pengumpulan data selama sembilan hari menunjukkan lima kelompok dalam pertemuan langsung dan sekitar sembilan kelompok dalam pertemuan tidak langsung dari 67 deteksi suara. Pola distribusi siamang di Blok Way Rilau bersifat acak (Id = 1 dan Ip = 0). Komposisi individu siamang dari pertemuan langsung adalah 12 individu dengan jumlah tertinggi pada kelas umur dewasa (83,3%). Berdasarkan pertemuan langsung, ukuran kelompok siamang adalah 2,4 individu/kelompok dengan perkiraan kepadatan 1,6 kelompok/km2, sedangkan perkiraan kepadatan dalam pertemuan tidak langsung adalah 3 kelompok/km2.

Referensi

Aditya, Supartono T, and Nurdin, 2023. Populasi Kaliandra (Calliandra sp.) di Stasiun Riset Blok Pasir Batang Taman Nasional Gunung Ciremai. Journal of Forestry and Environment 6 (2): 88–99.

Annisa HT, Nugroho AS, Kaswinarni F, 2017. Aktivitas Siamang (Hylobates syndactylus) di Wildlife Rescue Centre Kulon Progo Yogyakarta. Prosiding Semnas Sains and Entrepreneurship IV 4 (1): 508–517.

Asensio N, Brockelman WY, Malaivijitnond S, and Reichard UH, 2011. Gibbon Travel Paths are Goal Oriented. Animal Cognition 14 (3): 395–405.

Atmanto AD, Dewi BS, and Nurcahyani N, 2014. Peran Siamang (Hylobates syndactylus) sebagai Pemencar Biji di Resort Way Kanan Taman Nasional Way Kambas Lampung. Jurnal Sylva Lestari 2 (1): 49–58.

Ayu D, Saputra A, Mahanani AI, 2020. Populasi Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Taman Wisata Alam Punti Kayu. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 3 (1): 465–473.

Bangun TM, Mansjoer SS, and Bismark M, 2009. Populasi dan Habitat Ungko (Hylobates agilis) di Taman Nasional Batang Gadis, Sumatera Utara. Jurnal Primatologi Indonesia 6 (1): 19–24.

Bismark M, Sawitri SI, Hariyanto NM, and Yulaeka, 2019. Habitat Siamang (Symphalangus syndactylus, Raffles 1821) di Kawasan Terdegradasi Taman Nasional Kerinci Seblat, Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam 16 (2): 133–145.

Castiglioni R, Sacchet E, Milesi A, and Preatoni D, 2022. Singin Behavior of Siamang Group Living in Captivity. XII Convegno Nazionale della Ricerca nei Parchi - Bussolengo (VR) 7–9 Oktober 2022. DOI: 10.13140/RG.2.2.34504.19208.

Cheyne S, Capilla B, Abdulaziz K, Supiansyah A, Cahyaningrum E, and Smith D, 2019. Home Range Variaton and Site Fidelity of Bornean Southern Gibbons (Hylobates albibarbis) from 2010–2018. PLoS ONE Vol. 14 (7): 1–13.

Estrada A, Garber PA, Rylands AB, Roos C, Fernandez-Duque E, and Di Fiore A, 2017. Impending Extinction Crisis of the World’s Primates: Why Primates Mater. Science Advances 3 (1): e1600946.

Geissmann T, 2007. Status Reassessment of the Gibbons: Results of the Asian Primate Red List Workshop 2006. Gibbon Journal 7 (3): 5–15.

Gibbonesia, 2021. Species Owa di Sumatra – Mengenal Owa Siamang dan Ungko. https://gibbonesia.id/species-owa-di-sumatra-bagian-1/. Diakses pada 5 Oktober 2023.

Gultom RS, Putra AH, dan Zuhri R, 2019. Studi Populasi Siamang (Symphalangus syndactylus Raffles,1821) di Hutan Adat Guguk Kabupaten Merangin provinsi Jambi. Biocolony: Jurnal Pendidikan Biologi dan Biosains 2 (1): 29–31.

Hankinson EL, Hill RA, Marsh CD, Nowak MG, Abdullah A, Pasaribu N, Supriadi, Nijman V, Cheyne SM, and Korstjens AH, 2021. Influences of Forest Structure on the Density and Habitat Preference of Two Sympatric Gibbons (Symphalangus syndactylus and Hylobates lar). International Journal of Primatology 42: 237–261.

Herriott S, 1978. Fitness-set Theory in the Population Ecology of Organizations. American Journal of Sociology 92(5).

Hidayatullah A, Sudarmadji, Ulum FB, Sulistiyowati H, dan Setiawan R, 2018. Distribusi Lamun di Zona Intertidal Tanjung Bilik Taman Nasional Baluran Menggunakan Metode GIS (Geographic Information System). Berskala Saintek 6 (1): 22–27.

Huda R, 2022. Burung Liar Kawasan Hutan KPH Batutegi Lampung: Menyingkap Keragaman Species Burung di Hutan Lindung Batu Tegi. IAR Indonesia. Bogor.

Hughes AC, 2017. Understanding the Drivers of Southeast Asian Biodiversity Loss. Ecosphere 8 (1): e01624.

Kamaruzaman AS, Rameli NI, Lappan S, Bartlett TQ, Fadzly NR, Anuar MS, and Ruppert N, 2023. Group Densities of Endangered Small Apes (Hylobatidae) in Two Adjacent Forest Reserves in Merapoh, Pahang, Malaysia. Journal of Threatened Taxa 15 (8): 23631–23640.

Khadijah AJ and Indrawan IA, 2021. Karakter Hutan Hujan Tropis sebagai Sumber Analogi dalam Penciptaan Multisensory Space Experience. Jurnal Sains dan Seni ITS 10 (2): 2337–3520.

Krebs CJ, 1989. Ecological Methodology. The University of British Colombia. Harper Collians Publisher. New York.

Kwatrina RT, Kuswanda W, dan Setiawati T, 2013. Sebaran dan Kepadatan Populasi Siamang di Kecamatan Dolok Sipirok dan Sekitarnya Sumatra Utara. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam 10 (1): 81–91.

Larasati I, Harianto SP, Novriyanti N, and Dewi BS, 2023. Aktivitas Harian Siamang (Symphalangus syndcatylus) di Taman Satwa Lembah Hijau. Seminar Nasional Konservasi pp. 175–182.

Maulana VS, Mardiastuti A, Iskandar E, and Manangsang J, 2019. Kepadatan Populasi Bilou (Hylobates klosii) di Resort Bojakan, Pulau Siberut, Sumatera Barat. Media Konservasi 24 (3): 237–244.

Meylia SA and Mustari AH. 2022. Distribution, Population, and Habitat of Siamang (Symphalangus syndactylus) in Bulu Mario, South Tapanuli. Jurnal Penelitian Hutan dan Konsevasi Alam 19 (1): 101–118.

Nijman V, Geissmann T, Traeholt C, Roos C, and Nowak MG, 2020. Symphalangus syndactylus. The IUCN Red List of Threatened Species 2020. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2020-2.RLTS.T39779A17967873.en. Diakses pada 5 Oktober 2023.

Phoonjampa R, Koenig A, Brockelman WY, Borries C, Gale GA, Carroll JP, and Savini T, 2011. Pileated Gibbon Density in Relation to Habitat Characteristics and Post‐logging Forest Recovery. Biotropica 43 (5): 619–627.

Rasyid UH, Roslizawaty, Ningsih M, Erdiansyah, Farida A, Arlita T, and Rosita I, 2024. The Population of Siamang (Sympalangus syndactylus) in Damaran Baru Forest, Timang Gajah District, Bener Meriah Regency. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 1297 (1): 012086.

Ruchyansyah Y, 2014. Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (RPHJP KPHL) Model Batutegi Provinsi Lampung Tahun 2014–2023. Dinas Kehutanan Provinsi Lampung. Bandar Lampung.

Sampurna B, Santosa Y, and Rahmat UM, 2014. Pendugaan Parameter Demografi dan Model Pertumbuhan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Pulau Peucang Taman Nasional Ujung Kulon. Media Konservasi 19 (2): 95–104.

Santoso B and Setowati AN, 2021. Daya Dukung Habitat Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis Raffles) di Kawasan Waduk Jatibarang Semarang Jawa Tengah. Indonesian Journal of Conservation 10 (1): 1–5.

Sari E dan Harianto SP, 2015. Study Kelompok Siamang di Repong Damar Pahmungan Pesisir Barat. Jurnal Sylva Lestari 3 (3): 85–94.

Seber GAF, 1986. A Review of Estimating Abundance. Biometrics 42: 267–292.

Sibarani MC and Utoyo L, 2020. Dalam Stasiun Penelitian Way Canguk: Dua Dekade Riset Ekologi Hutan Hujan Tropis Dataran Rendah Sumatra (hlm 81–92). BBTNBBS/WCS-IP. Kotaagung.

Soimin M and Nahlunnisa H, 2023. Dampak Aktivitas Antropogenik terhadap Perilaku Makan (Feeding Behaviour), Preferensi Makan (Food Preference) dan Tingkat Agresivitas (Boldness) Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis). Jurnal Silva Samalas 6 (1), 13–20.

Sultan K, Mansjoer SS, and Bismark M, 2009. Populasi dan Distribusi Ungko (Hylobates agilis) di Taman Nasional Batang Gadis, Sumatera Utara. Jurnal Primatologi Indonesia 6 (1): 25–31.

Supriatna J, Leo S, Anugra BG, Dwiyahreni AA, Winarni NL, and Margules C, 2020. Lessons Learned from Training Students to Conduct Primate Surveys. Primate Conservation 34: 217–225.

Zulamri, Setyawtiningsih RS, and Sunarto, 2019. Morning Call of Siamang (Symphalangus syndactylus) in Subayang River, Riau (Indonesia). International Journal of Ecophysiology 1 (2): 125–130.

Diterbitkan

2026-04-22

Cara Mengutip

Subakti, H. P. ., Master, J., Umar, S., & Subagio, A. (2026). Distribusi dan Estimasi Kepadatan Siamang (Symphalangus syndactylus) di Resort Way Sekampung, Hutan Lindung Batutegi, Provinsi Lampung. LenteraBio : Berkala Ilmiah Biologi, 15(1), 94–102. https://doi.org/10.26740/lenterabio.v15n1.p94-102
Abstract views: 47 , PDF Downloads: 8

Artikel Serupa

> >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.