(MAS SULE) MESIN PENGOLAH & PENGEMAS SUSU KEDELAI DENGAN SISTEM 3-IN-1 INTEGRATED PROCESS

Authors

  • Yan Dwi Pratama Universitas Negeri Surabaya
  • Siti Roudhotul Haririn Universitas Negeri Surabaya
  • Rizki Akbar Universitas Negeri Surabaya
  • Mohammad Karnata Universitas Negeri Surabaya
  • Havid Mirvansyah
  • Wahyu Dwi Kurniawan Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.26740/otopro.v15n1.p14-19

Keywords:

susu kedelai, ukm, semi otomatis, pengaduk dan pengemas susu kedelai

Abstract

Susu kedelai terbuat dari hasil ekstraksi kedelai. Susu kedelai memiliki komposisi yang mirip dengan susu sapi yaitu 3,5% protein, 2% lemak, dan 2,9% karbohidrat, sehingga susu kedelai dapat digunakan sebagai pengganti susu sapi bagi orang yang alergi terhadap protein hewani. Masalah yang dihadapi UKM mitra (pengusaha susu kedelai) yaitu pada proses pengolahan, pendinginan dan pengemasan. Selama ini proses pengadukan dilakukan secara konvensional yaitu menggunakan pengaduk manual sehingga karyawan mudah capek dan tangan terasa panas karena terkena uap panas. Selain itu, suhu yang digunakan harus tepat (80-90 oC) karena jika suhunya >90 oC maka susu kedelai akan pecah dan jika suhunya < 80 oC maka susu kedelai akan menggumpal. Masalah berikutnya yaitu pada proses pendinginan membutuhkan waktu yang lama (30 menit) dan kurang higenis karena dibiarkan di udara terbuka. Sedangkan untuk proses pengemasan memerlukan 2 orang sehingga waktu yang diperlukan untuk mengemas juga relatif lebih lama (60 menit). Tujuan dalam kegiatan PKMT ini yaitu meningkatkan efektivitas produksi susu kedelai dengan indikator: proses pengadukan dilakukan mesin dengan penggerak motor listrik, proses pendinginan menjadi 5 kali lebih cepat, dan proses pengemasan menjadi 2 kali lebih cepat. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini yaitu merancang, manufaktur, assembly, ujicoba mesin, serah terima mesin, pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin serta pemantauan secara berkala. Hasil penerapan mesin pengolah dan pengemas susu kedelai semi otomatis diperoleh bahwa proses pengadukan menjadi lebih praktis karena dilakukan mesin dengan penggerak motor listrik, mempercepat proses pendinginan menjadi 4 menit, dan mempercepat proses pengemasan menjadi 21 menit maka dapat disimpulkan bahwa permasalahan UKM mitra dapat teratasi karena proses pengolahan, pendinginan dan pengemasan dapat dilakukan dalam satu mesin

Author Biography

Wahyu Dwi Kurniawan, Universitas Negeri Surabaya

Dosen

References

Biegel. J.E. 1998. Pengendalian Produksi, Suatu Pendekatan Kuantitatif. Terjemahan. Tarsito Bandung.

Budiman, Anton, G. Niemann, dan Bambang Priambodo. 1992. Buku Elemen Mesin Jilid I. Jakarta : Erlangga.

Hutahaean, Ramses Y. 2010. Buku Mekanisme dan Dinamika Mesin. Indonesia : Andi Publisher.

L. Mott, Robert. 2009. Buku Elemen-Elemen Mesin dalam Perancangan Mekanis. Indonesia: Andi Publisher.

Fuad, Ahmadi. 2001. Karakteristik Teknologi Tepat Guna balam Industri Skala Usaha Kecil dan Menengah di Jawa Timur. Makalah yang disampaikan dalam rangka pelatihan produktivitas usaha kecil di Unesa.Tanggal 26 Juli 2001

Haryono, dkk. 1999. Buku Panduan Materi KuIiah Kewirausahaan. Unipres UNESA Surabaya.

Google. 2017. Keuntungan Acrylic. Dari : http://hudileksono.blogspot.co.id/2014/05/keuntungan-acrylic-dibanding-kaca.html. Diakses tanggal 15 Mei 2017

Google. 2017. Pengertian Pompa Aquarium. Dari: http://aquarium.blogspot.co.id/2011/06/pompa-airwater-pumppower-head.html. Diakses tanggal 17 Mei 2017

Google. 2017. Pengertian Susu Kedelai. Dari : https://id.wikipedia.org/wiki/Susu¬¬¬¬¬_kedelai. Diakses tanggal 17 Oktober 2017

Sutantra, I Nyoman. 2001. Produktivitas Sistem Produksi dan Teknologi. Makalah yang disampaikan dalam rangka pelatihan produktivitas usaha kecil di Unesa. Tanggal 26 Juni tahun 2001

Sutiono. 2002. Produktivitas UKM di Jawa Timur. Makalah yang disampaikan dalam rangka pelatihan produktivitas usaha kecil di Unesa, Tanggal 26 Juni tahun 2002.

Downloads

Published

2019-12-02

Issue

Section

Article
Abstract View: 548