Pengaruh work-life balance dan job involvement terhadap in-role performance dengan affective commitment sebagai variabel mediasi
DOI:
https://doi.org/10.26740/jim.v12n3.p720-734Kata Kunci:
affective commitment, in-role performance, job involvement, work-life balance.Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman komprehensif tentang bagaimana keseimbangan kehidupan kerja, keterlibatan kerja, dan komitmen afektif berkontribusi terhadap peningkatan kinerja dalam peran. Selain itu, makalah ini mengkaji peran komitmen afektif dalam memanfaatkan keseimbangan kehidupan kerja untuk meningkatkan kinerja dalam peran dan dalam memaksimalkan keterlibatan kerja untuk meningkatkan kinerja dalam peran. Penelitian kuantitatif yang bersifat eksplanatori ini menggunakan metode Structural Equation Model (SEM). Temuan mengungkapkan bahwa di PT. X, work-life balance tidak berpengaruh langsung terhadap in-role performance namun berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen afektif. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan dengan persepsi keseimbangan kehidupan kerja yang lebih tinggi menunjukkan komitmen afektif yang lebih besar. Keterlibatan kerja terbukti positif dan signifikan mempengaruhi kinerja dalam peran dan komitmen afektif, menunjukkan bahwa keterlibatan kerja yang lebih tinggi meningkatkan kinerja dan komitmen di antara karyawan. Komitmen afektif sendiri secara signifikan meningkatkan kinerja dalam peran, menunjukkan pengaruh langsungnya terhadap kinerja karyawan. Namun, keseimbangan kehidupan kerja tidak berdampak signifikan terhadap kinerja dalam peran melalui komitmen afektif sebagai variabel intervening, karena pengaruh tidak langsungnya lebih kecil dibandingkan pengaruh langsungnya. Sebaliknya, keterlibatan kerja secara signifikan meningkatkan kinerja dalam peran melalui komitmen afektif, yang menunjukkan bahwa komitmen afektif memediasi hubungan antara keterlibatan kerja dan kinerja dalam peran. Ruang lingkup penelitian ini terbatas pada satu perusahaan, sehingga penelitian selanjutnya sebaiknya mencakup beberapa perusahaan untuk ukuran sampel yang lebih besar. Selain itu, penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk mengeksplorasi kinerja dalam peran dengan memasukkan variabel lain seperti gaya kepemimpinan atau self efficacy
Referensi
Afandi, P. (2018). Manajemen Sumber Daya Manusia (Teori, Konsep dan Indikator). Zanafa Publishing.
Dessler, G., & Town, C. (n.d.). HUMAN RESOURCE MANAGEMENT TM.
Gultom, M. A., Jakarta, E., Susita, D., Jakarta, E., Wolor, C. W., & Jakarta, E. (2021). Effect of Job Involvment , Training and Career Development on Performance Employees Hr. Jurnal Dinamika MAnajemen Dan Bisnis, 4(2).
Lina, B., & Mahmoud, H. (2020). The Impact of High Performance Human Resources Practices on In-Role and Innovative Job Performance : The Mediation Role of Affective Commitment TheImpactofHighPerformanceHumanResourcesPracticesonInRoleandInnovativeJobPerformanceTheMediationRoleofAffective. August.
Nurani, A., & Nilawati, L. (2016). Pengaruh Work-Life Balance Terhadap Kinerja Karyawan Yang Dimediasi Oleh Komitmen Afektif. Optimum: Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan, 6(1), 68. https://doi.org/10.12928/optimum.v6i1.7856
Wulandari, M., & Hadi, H. K. (2021). Peran Job Satisfaction sebagai Variabel Intervening antara Work Life Balance terhadap Employee Performance. Jurnal Ilmu Manajemen, 9(2), 816. https://doi.org/10.26740/jim.v9n2.p816-829
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Abstract views: 1590
,
PDF Downloads: 537







