Penerapan Trichoderma harzianum dalam Memecah Dormansi dan Menumbuhkan Tunas Bulbil Porang (Amorphophallus muelleri Blume.)

Penulis

  • Kinrara Yuri Trovicana State University of Surabaya
  • Yuliani Yuliani State University of Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.26740/lenterabio.v15n1.p16-24

Kata Kunci:

bulbil porang, dormansi, waktu perendaman, Trichoderma harzianum, pertumbuhan tunas, agrikultur

Abstrak

Perbanyakan porang melalui umbi dianggap efektif, namun memiliki kelemahan berupa periode dormansi yang relatif panjang. Trichoderma harzianum dapat menstimulasi produksi IAA melalui jalur biosintesis triptofan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh Trichoderma harzianum dalam memecah dormansi dan mendorong pertumbuhan tunas umbi porang. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi Trichoderma harzianum (0%, 25%, 50%, dan 100%), disertai dengan kontrol auksin. Faktor kedua adalah durasi perendaman (1 jam, 3 jam, dan 6 jam). Parameter untuk memecah dormansi meliputi indeks vigor dan waktu perkecambahan. Parameter untuk pertumbuhan tunas berasal dari jumlah tunas, panjang tunas, dan panjang tunas akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Trichoderma harzianum dan durasi perendaman secara signifikan mempengaruhi semua parameter. Interaksi antara kedua faktor tersebut tidak secara substansial memengaruhi indeks kekuatan pertumbuhan, waktu perkecambahan, dan jumlah kecambah. Namun, interaksi tersebut secara signifikan memengaruhi panjang dan panjang akar kecambah. Kombinasi 100% Trichoderma harzianum dan durasi perendaman 6 jam merupakan perlakuan optimal untuk semua parameter.

Referensi

Abidin Z, 1982. Zat Pengatur Tumbuh. Bandung: Angkasa.

Afifi N, Harijati N and Masturi R, 2019. Anatomical Characters of Shoot Apical Meritem (SAM) on Bubil Porang (Amorphophallus muelleri Blume) at the end of Dormancy Period. Journal of Experimental Life Sciences, 9(1): 19-24.

Alfiansyah, Saputra SI and Khoiri MA, 2015. Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Auksin dengan Berbagai Konsentrasi pada Bibit Karet (Hevea brasilliensis) Stum Mata Tidur Klon PB 260. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Riau, 2(1): 1-10.

Bader AN, Salerno GL, Covacevich F and Consolo V F, 2020. Native Trichoderma harzianum strains from Argentina produce indole-3 acetic acid and phosphorus solubilization, promote growth and control wilt disease on tomato (Solanum lycopersicum L.). Journal of King Saud University – Science, 32: 867-873.

Contreras-Cornejo HA, Macías-Rodríguez L, Cortés-Penagos C and López-Bucio J, 2009. Trichoderma virens, a plant beneficial fungus, enhances biomass production and promotes lateral root growth through an auxin-dependent mechanism in Arabidopsis. Plant Physiology, 149: 1579–1592.

Dalame ED, Sumayku BRA dan Polii-Mandang J, 2019. Penggunaan Trichoderma Koningii Pada Perkecambahan Sirsak (Annona muricata linn). Agri-SosioEkonomi Unsrat, 15(3): 563 – 572.

Davies JP, 1995. Plant Hormons: Their Nature,Occurrence and Function. In: Davies, J.P. (ed): Plant Hormones: Physiology, Biochemistry and Moleculer Biology. Dordrecht: Kluwer Academic Publisher.

Fatoni K, Bahri S and Siswadi, 2018. Pertumbuhan tanaman porang (Amorphophallus Onchophillus) akibat perlakuan macam pupuk kandang dan biotamax. Jurnal Inovasi Pertanian, 19(1): 20–31.

Febrianto A, Hermansyah and Barchia F, 2019. Respon Pertumbuhan Stek Batang Tanaman Buah Naga Merah (Hylocereus costaricensis) terhadap Konsentrasi dan Lama Perendaman Air Kelapa Muda. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 21(1): 22-26.

Fitria E, Kusumawaty E, Basyah B and Asis, 2021. Peran Trichoderma harzianum sebagai Penghasil Zat Pengatur Tumbuh terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Varietas Cabai (Capsicum annuum L.). J. Agron Indonesia, 49(1): 45-52.

Goswami R, Sharma P and Patel V, 2022. Hormonal Threshold Effect in Plant Growth Regulators: A Review on Saturation Response. Plant Growth Regulation, 101(2): 265-278.

Gultom RDK, 2021. Konsentrasi dan Lama Perendaman ZPT Auksin dalam Pemecahan Dormansi dan Pertumbuhan Tunas Bulbil Porang (Amorphophallus muelleri Blume). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMTANI), 1(3): 1-15.

Hamdhan RAl, 2021. Dampak Usahatani Komoditas Porang Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Di Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad, 5(2): 125–138.

Harijati N and Ying D, 2021. The effect of cutting the bulbil porang (Amorphophalus muelleri) on its germination abilty. Earth and Environmental Science.

Harman GE, Doni F, Khadka RB and Uphoff N, 2021. Endophytic Strains of Trichoderma Increase Plants' Photosynthetic Capability. J Appl Micriobiol, 130(2): 529-546.

Heddy S, 1990. Hormon Tumbuhan. Jakarta: CV Rajawali Press.

Herlina L, 2009. Potensi Trichoderma harzianum sebagai Biofungisida pada Tanaman Tomat. BIOSAINTIFIKA, 1(1): 62-69.

Hidayat QAFH, Sugiono D and Rahayu YS, 2023. Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman ZPT Auksin Dalam Mempercepat Pertmbuhan Tunas Bulbil Porang (Amorphophallus muelleri Blume). Jurnal Agroplantae, 12 (2): 112-124.

Hutahayan AJ, 2015. Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman dengan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Indolebutyric Acid (IBA) terhadap Pertumbuhan Stek Tanaman Jeruk. Wahana Inovasi, 4(2): 614-621.

International Seed Testing Association (ISTA), (2010). Seed Science and Technology. International Rules for Seed Testing. Zurich: International Seed Testing Association.

Juliarti A, Prastyaningsih SR and Utami S, 2023. Konsentrasi ZPT Auksin dan Lama Perendaman terhadap Pertumbuhan Bibit Porang (Amorphophallus onchophyllus Prain.). Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian, 17(2): 124-136.

Lubis R, Kurniawan T and Zuyasna Z, 2018. Invigorasi Benih Tomat Kadaluarsa Dengan Ekstrak Bawang Merah Pada Berbagai Konsentrasi Dan Lama Perendaman. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 3(4): 175-184.

Marcos-Filho J, 2015. Seed Physiology of Cultivated Plants. Abrates: Piracicaba.

Murdaningsih MPN, Supardi and Soge F, 2019. Uji Lama Perendaman Stek Lada (Piper nigrum L) pada Ektrak Tauge terhadap Pertumbuhan Akar dan Tunas. Agrica, 12(2): 164-178.

Musdalifah, Syam N and Alimuddin S, 2023. Respon Tanaman Cabai Keriting (Capsicum annuum L.) terhadap Kombinasi Takaran Kompos dan Trichoderma sp. Jurnal AGrotekMAS, 4(1): 63-71.

Naomy DI, Astuti A, Suherman, Sari RM and Mulyati S, 2023. Potensi dan Strategi Pengembangan Produksi Porang Di Kabupaten Madiun. Jurnal Agribisnis Terpadu, 16(2): 30-45.

Noflindawati, Budiyanti T and Fatria D, 2017. Keragaman Viabilitas Benih 20 Genotipe Pepaya (Carica papaya L.). Jurnal Agroteknologi, 8(1): 23-28.

Nuari N, Hasanuddin F and Muhanniah, 2023. Pengaruh Beberapa Bahan Perendam terhadap Pematahan Dormansi Varietas Benih Padi. Plantklopedia: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian, 3(2): 36-55.

Pratomo B, Arfianti S and Sihombing HS, 2018. Pengaruh Pemberian Kompos Ampas Tebu Dan Ekstrak Rebung Bambu Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di Pre Nursery. Agroprimatech, 1(2): 79-90.

Prayoga MK, Syahrian H, Aji TM and Rahadi VP, 2022. Efektivitas Zat Pengatur Tumbuh dalam Merangsang Pertumbuhan Tunas Bulbil Porang (Amorphophallus mulleri Blume). Jurnal Agro Wiralodra, 5(2): 61-66.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Porang Indonesia, 2013. Budidaya dan Pengembangan Porang (Amorphophallus mulleri Blume) sebagai Salah Satu Potensi Bahan Baku Local. Modul diseminasi, Malang: Universitas Brawijaya.

Ruslan M, Muhanniah and Hasanuddin F, 2024. Pengaruh Cara Pemberian Trichoderma Harzianum Dan Dosis Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium cepa. L). J-PEN Borneo: Journal of Agricultural Sciences, 7(1): 20-25.

Rusmin D, Suwarno FC and Darwati I, 2011. Pengaruh Pemberian GA3 pada Berbagai Konsentrasi dan Lama Imbibisi terhadap Peningkatan Viabilitas Benih Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.). Littri, 17(3): 89-94.

Saefudin S, Syakir M, Sakiroh S and Herman M, 2021. Pengaruh Bobot dan Perendaman Bulbil Terhadap Viabilitas dan Pertumbuhan Porang (Amorphophallus muelleri Blume). Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar, 8(2): 79-86.

Sasmita P, Mastur, Syamsuri P, Sundari T, Anggara AW, Subekti NA, Wardana IP, Patriyawaty NR, Ramadhan RP, Radianto H, Herawaty H, Tabunan IR, Nugrahaeni N, Baliadi Y, Utomo JS, Indriani FC, Trustinah, Yusnawan E, Hapsari RT, Mutmaidah S, Sutrisno, Sukmaja D, Supriati Y, Purmaningsih R, Kamsiati E, Widowati S, Soemantri AS, Usmiati S, Haliza W, Sunarmani and Suryana EA, 2021. Petunjuk Teknis Budi Daya Porang: Teknologi Budi Daya, Produksi Benih, Perbanyakan Tanaman Secara Kultur Jaringan, dan Pascapanen. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Pusat Penelitian dan Pengembangantanaman Pangan.

Sutopo L, 2002. Teknologi Benih. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Taiz, L, Moller IM, Murphy A and Zeiger, E, 2022. Plant Physiology and Development (7th ed.). New York: Sinauer Associates. Oxford University Press.

Tefa A, 2017. Uji Viabilitas dan Vigor Benih Padi (Oryza sativa, L.) Selama Penyimpanan pada Tingkat Kadar Air yang Berbeda. Jurnal Pertanian Konservasi Lahan Kering, Savana Cendana, 2(3): 48–50.

Trovicana KY, Yuliani and Rahajeng SM, 2024. Potensi Produksi Cabai (Capsicum frutescens L.) var. San Marino dengan Perlakuan Biocon-NP dan Trichoderma harzianum di Lahan Konversi Organik BBPP Ketindan. Prosiding Seminar Nasional IP2B VIII Tahun 2024, Surabaya: 05 Oktober 2024. 139-7147.

Widari NS and Rasmito A, 2018. Penurunan Kadar Kalsium Oksalat pada Umbi Porang (Amorphopallus oncophillus) dengan Proses Pemanasan di dalam Larutan NaCl. Jurnal Tenik Kimia, 13(1): 1-4.

Diterbitkan

2026-01-14

Cara Mengutip

Trovicana, K. Y., & Yuliani, Y. (2026). Penerapan Trichoderma harzianum dalam Memecah Dormansi dan Menumbuhkan Tunas Bulbil Porang (Amorphophallus muelleri Blume.). LenteraBio : Berkala Ilmiah Biologi, 15(1), 16–24. https://doi.org/10.26740/lenterabio.v15n1.p16-24
Abstract views: 0 , PDF Downloads: 0

Artikel Serupa

> >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.