Pengembangan Penalaran Kuantitatif di Sekolah Dasar untuk Mengembangkan Berpikir Aljabar di Sekolah Menengah Pertama

Authors

  • Dzikra Fu'adiah 1STAI Siliwangi Bandung

DOI:

https://doi.org/10.26740/jrpipm.v1n1.p19-29

Keywords:

Penalaran Kuantitatif, Berpikir Aljabar

Abstract

Penalaran kuantitatif merupakan suatu penalaran yang menekankan pada penarikan kesimpulan berdasarkan data-data atau informasi kuantitatif. Sedangkan berpikir aljabar dikembangkan untuk melihat dan mempresentasikan pola dan hubungan yang direpresentasikan dalam ekspresi-ekpresi aljabar.  Siswa belajar aljabar secara formal di kelas VII dan VIII. Pokok bahasan yang diberikan adalah bentuk aljabar dan sistem persamaan linier dua variabel. Kesulitan yang dialami oleh siswa adalah ketika menyelesaikan masalah kontekstual, terutama masalah yang kompleks. Sebagian besar siswa hanya menghafalkan algoritma atau metode dalam menyelesaikan masalah tanpa memahami dengan baik hubungan antara informasi-informasi yang diberikan dengan pertanyaan dalam masalah. Solusi dari masalah tersebut adalah menggunakan pendekatan pengembangan penalaran kuantitatif yang dimunculkan dalam proses pembelajaran matematika dari jenjang pendidikan dasar. Solusi tersebut dapat dilakukan karena terdapat hubungan timbal balik antara pengembangan jangka panjang kemampuan aljabar siswa dengan pengembangan jangka panjang penalaran kuantitatif siswa. Langkah selanjutnya adalah mengembangkan kegiatan pembelajaran matematika di SD yang berfokus pada mengembangkan penalaran kuantitatif siswa, karena penalaran kuantitatif dapat dikembangkan mulai dari seseorang berumur lima tahun, sehingga dapat dimulai dari siswa mengenal bilangan.

Author Biography

Dzikra Fu'adiah, 1STAI Siliwangi Bandung

Dosen Tetap Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

References

[1] Jupri, A., Drijvers, P. dan vanden Heuvel-Panhuizen, M. 2013. Difficulties in initial algebra learning in Indonesia. Dalam Mathematics Education Research Group of Australasia, Inc.

[2] Asari, A.R., dkk. 2016. Matematika Studi dan Pengajaran Jilis 1a. Jakarta: Balitbang, Kemdikbud.

[3] Walle, J.A.V. 2006. Matematika Sekolah Dasar dan Menengah Jilid 2 Edisi Keenam. Jakarta: Penerbit Erlangga.

[4] Smith, J. dan Thompson, P. W. 2007. Quantitative reasoning and the development of algebraic reasoning. Dalam J. J. Kaput, D. W. Carraher & M. L. Blanton (Eds.), Algebra in the early grades (h.95-132). New York: Erlbaum.

[5] Carroll, J.B. 1993. Human cognitive abilities: A survey of factor-analytic studies. Cambridge, England: Cambridge University Press.

[6] Sroyer, A. 2013. Penalaran Kuantitatif (Quantitatatif Reasoning) dalam Pemecahan Masalah Matematika. Makalah disajikan pada Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika, Yogyakarta, tanggal 9 November 2013.

[7] Thompson, P.W. 1990. A Theoretical Model of Quantity-Based Reasoning in Arithmetic and Algebra. Makalah disajikan pada the Annual Meeting of the American Educational Research Association, San Fransisco, tanggal 27-31 Maret 1989.

[8] Ellis, A.B. 2011. Algebra in The Middle Schools: Developing Functional Relationship Through Quantitative Reasoning.Madison, USA: School of Education, University of Wisconsin-Madison.

[9] Shadiq, F. 2004. Penalaran, Pemecahan Masalah dan Komunikasi dalam Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Depdiknas Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) Matematika.

[10] Dwyer, C.A., Gallagher, A., Levin, J. dan Morley, M.E. 2003. What is Quantitative Reasoning? Defining the Construct for Assessment Purpose. Princeton: ETS.

[11] Davidson, M dan McKinney, G. tanpa tahun. Quantitative Reasoning: An Overview. USA: Office of Institutional Assessment and Testing, Western Washington University.

[12] Ontario Ministry of Education. 2013. Paying Attention to Algebraic Reasoning. Toronto, ON : Queens Printer for Ontario.

[13] Mulligan, J., Cavanagh, M., dan Keanan-Brown, D. (2012). The Role of Algebra and Early Algebraic Reasoning in the Australian Curriculum: Mathematics.

[14] Cai, J., & Lester, F. K. (2005). Solution representations and pedagogical representations in Chinese and U. S. classrooms. Journal of Mathematical Behavior, 24, 221-237.

[15] Sowder, L., dkk. 1998. Students' proof schemes. Research on Collegiate Mathematics Education, Vol. III. Dalam E. Dubinsky, A. Schoenfeld, & J. Kaput (Eds.), AMS, 234-283.

[16] Krismanto, Al. 2009. Kapita Selekta Pembelajaran Aljabar di Kelas VII SMP. Depdiknas Dirjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan: Yogyakarta.

[17] Thompson, P.W. 2011. Quantitative Reasoning and Mathematical Modelling. Arizona State University.

Downloads

Published

2018-05-02
Abstract View: 1591