PRODUK MEDIA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA: PENGKAJIAN SEJARAH DAN LEGITIMASI KEKUASAAN DALAM NOVEL ADBM DAN NSSI KARYA S.H MINTARDJA

Drajat Sugiri

Abstract


Hegemoni sering digunakan dalam ilmu politik untuk menunjuk pada pengertian dominasi, namun melalui kajian novel, dapat diketahui hegemoni berlawanan dengan dominasi karena kekuasaan di zaman itu ditentukan dengan kekuatan fisik. Melalui novel Api di Bukit Menoreh (ADBM) dan Nagasasra Sabuk Inten dapat diketahui bahwa keduanya diciptakan untuk sebuah legitimasi dan hegemoni. Selain menggunakan babad, melalui ADBM melegitimasi kekuasaan Demak, yang berkisaran pencarian dan hilangnya keris kerajaan Nagasasra Sabuk Inten melalui tokoh Mahesa Jenar (Rangga Tohdjaya), sedangkan melalu NSSI mengukuhkan kekuasaan Mataram walaupun secara tidak langsung, tetapi dapat diketahui berdasarkan penggambaran secara sentral Raden Danang Sutawijaya dan Ki Gedhe Pemanahan alam pembangunan alas Mentaok yang berubah menjadi Mataram. Di sisi lain tokoh sentral fiktif seperti Agung Sedayu, Swandaru dan Kiai Gringsing memperkuat kedudukan keduanya. Penganalisisan dapat digunakan melalui teori semiotika, di dalamnya menyuguhkan metode pembacaan secara heuristik dan hermeneutik yang dapat menemukan keterkaitan hegemoni dan legitimasi yang ditampilkan oleh tokoh, alur cerita, latar cerita maupun unsur unsur lain.

Full Text:

PDF

References


Mintardja, SH. 1980.Api Di Bukit Menoreh. Yogyakarta: Penerbit.

Mintardja, SH. Tanpa Tahun. Nagasasra Sabuk Inten.Yogyakarta: Tanpa Penerbit

Supriyanto, Teguh. 2015. NAGASASRA SABUK INTEN, Praktik Hegemoni Kkekuasaan Jawa. Yogyakarta: CAKRAWALA.

Santosa, Soewito. 1970. Babad Tanah Jawi (Galuh Mataram). Solo: Penerbit.

Sumarsono, HR. 2008. Babad Tanah Jawi. Yogyakarta: Marasi.




DOI: http://dx.doi.org/10.26740/jpi.v3n1.p16-30

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


This work is licensed under CC BY-SA

© All rights reserved 2017. Jurnal Pena Indonesia, ISSN: 2477-5150, e-ISSN: 2549-2195