Jurnal Pena Indonesia mendedikasikan diri sebagai ruang diskursus yang berfokus pada kajian keindonesiaan, mencakup aspek budaya baik dalam konteks klasik maupun modern, sebelum dan sesudah kemerdekaan. Jurnal ini mengkaji berbagai dimensi budaya Indonesia, termasuk bahasa, sastra, budaya, serta aspek pendidikan dalam berbagai bentuknya—baik formal, nonformal, maupun nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Sebagai jurnal akses terbuka (open access), Jurnal Pena Indonesia berkomitmen untuk menyediakan hasil penelitian dan pemikiran akademik yang dapat diakses secara bebas oleh peneliti, akademisi, dan masyarakat luas. Semua artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini berada di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0), yang memungkinkan distribusi dan penggunaan dengan tetap memberikan atribusi kepada penulis asli.

Jurnal ini didukung oleh [Prodi S-1 Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya] dan telah terindeks dalam Google Scholar, Garuda (Garba Rujukan Digital), dan Dimensions, serta sedang dalam proses pengajuan ke Sinta (Science and Technology Index) dan DOAJ (Directory of Open Access Journals). Selain itu, jurnal ini juga menggunakan sistem pengarsipan digital LOCKSS (Lots of Copies Keep Stuff Safe) dan CLOCKSS (Controlled Lots of Copies Keep Stuff Safe) untuk memastikan keberlanjutan akses terhadap publikasi dalam jangka panjang.

Sejak pertama kali diterbitkan pada 2017, Jurnal Pena Indonesia telah menjadi wadah bagi para peneliti dan akademisi dalam mengembangkan dan mendiskusikan isu-isu terkait keindonesiaan dari berbagai perspektif interdisipliner. Kami menerima naskah yang berbasis penelitian maupun kajian konseptual yang relevan dengan ruang lingkup jurnal ini.