PENTINGNYA MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA SD

Authors

  • Supriyono Supriyono Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.26740/eds.v2n1.p43-48

Keywords:

Media pembelajaran, minat belajar siswa

Abstract

Sekolah merupakan tempat bagi siswa dalam menuntut ilmu. Sering kita temui dalam kelas terdapat siswa yang kurang semangat dalam menuntut ilmu dan kurang tanggap terhadap apa yang disampaikan oleh guru. Siswa terkadang merasa bosan dengan model pembelajaran yang berbasis ceramah, sehingga sebagai pendidik perlu mengadakan evaluasi diri dan peningkatan kualitas pembelajaran di kelas. Dalam hal ini, peningkatan kualitas pembelajaran di kelas bisa dilakukan dengan berbagai cara dan guru memiliki peranan yang sangat penting dalam peningkatan minat belajar siswa dalam kelas sehingga siswa terasa nyaman dan ilmu yang mereka peroleh akan mudah mereka terima. Salah satu cara guru dalam meningkatkan minat belajar siswa dalam kelas bisa dilakukan dengan penggunaan media pembelajaran yang menarik pada setiap materi yang akan disampaikan. Media pembelajaran mempunyai peran penting untuk meningkatkan minat belajar siswa sekolah dasar,  khususnya  di  kelas  rendah,  karena  siswa  kelas  rendah belum mampu berpikir abstrak, sehingga materi yang diajarkan oleh guru perlu divisualisasikan dalam bentuk  yang lebih nyata/kongkrit. Secara ilmu psikologis media pembelajaran sangat membantu perkembangan psikologis anak dalam hal belajar. Selain  itu, penggunaan media dalam proses pembelajaran dapat pula memberikan pengalaman bermakna bagi para peserta didik. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media dalam proses pembelajaran dapat berimplikasi pada tiga hal, antara lain pada diri guru, pada diri siswa dan pada proses pembelajaran di ruang kelas. Dalam merancang media pembelajaran ada beberapa langkah yang harus diperhatikan, yakni: (1) media harus dirancang sesederhana mungkin sehingga jelas dan mudah dipahami oleh siswa; (2) media hendaknya dirancang sesuai dengan pokok bahasan yang akan diajarkan; (3) media hendaknya dirancang tidak terlalu rumit dan tidak membuat anak-anak menjadi bingung; (4) media hendaknya dirancang dengan bahan-bahan yang sederhana dan mudah didapat, tetapi tidak mengurangi makna dan fungsi media itu sendiri; (5) media dapat dirancang dalam bentuk model, gambar, bagan berstruktur, dan lain-lain, tetapi dengan bahan yang murah dan mudah didapat sehingga tidak menyulitkan guru dalam merancang media dimaksud.

Published

2022-12-25
Abstract views: 53871 , PDF Downloads: 30476