Jenis Ikan dan Karakter Morfologi di Perairan Gambut Parit Nanas Kota Pontianak Kalimantan Barat

Penulis

  • Tri Ainun Fadilla Universitas Tanjungpura Pontianak
  • Firman Saputra Universitas Tanjungpura Pontianak
  • Tri Rima Setyawati Universitas Tanjungpura Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.26740/lenterabio.v14n3.p393-407

Kata Kunci:

environmental conditions, peatland aquatic ecosystem, morphological uniqueness of fish, West Kalimantan

Abstrak

Ekosistem perairan lahan gambut bersifat unik dan menyediakan habitat penting bagi berbagai spesies ikan air tawar. Namun, ekosistem ini sangat rentan terhadap degradasi akibat pembukaan lahan, kekeringan, kebakaran, dan polusi. Gangguan-gangguan ini menimbulkan ancaman signifikan terhadap kelangsungan hidup spesies ikan asli, yang banyak di antaranya masih belum terpecahkan secara taksonomi atau kurang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies ikan dan mendeskripsikan karakteristik morfologinya, serta mengevaluasi parameter lingkungan perairan lahan gambut di Parit Nanas, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive dari Oktober hingga Desember 2021 di lima stasiun, dengan empat kali ulangan per stasiun. Sebanyak 34 spesies ikan dari 26 marga dan 14 famili tercatat, dengan Osphronemidae, Siluridae, Cyprinidae, dan Danionidae menjadi famili yang paling sering ditemui. Setiap spesies menunjukkan ciri morfologi yang berbeda, dianalisis melalui metode deskriptif kualitatif. Parameter lingkungan yang diukur, meliputi suhu, pH, kedalaman, kekeruhan, kecepatan arus, oksigen terlarut (DO), dan total padatan terlarut (TDS), menunjukkan bahwa perairan Parit Nanas masih mendukung kelangsungan hidup ikan. Hasil ini menunjukkan bahwa lahan gambut Parit Nanas mendukung beragam populasi ikan air tawar, terutama yang beradaptasi dengan kondisi asam dan rendah oksigen.

Referensi

Ahmad MF and Samat A, 2015. Species composition and abundance of peat swamp fishes in selected areas of Selangor, Malaysia. Malaysian Applied Biology 44(1): 139–146.

Arifianingsih NN, Zevi Y, Helmy Q, Notodarmojo S, Fujita H, Shimayama Y and Kirihara M, 2020. Peat water treatment using oxidation and physical filtration system and its performance in reducing iron (Fe), turbidity, and color, E3S Web of Conferences, 148: 1–5. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202014807011

Azis, Ibrahim J, Iromo H, Rachmawani D, Achyani R, 2022. Identification of diversity and potential of freshwater fish species in the peatlands of Sembakung, North Kalimantan. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1083(1): 1-8.

Effendi H, 2003. Telaah kualitas air bagi pengelolaan sumber daya dan lingkungan perairan. Yogyakarta: Kanisius.

Froese R and Pauly D, 2025. FishBase. https://www.fishbase.mnhn.fr

Fujaya Y, 2004. Fisiologi ikan, dasar pengembangan teknik perikanan. Jakarta: Rineka Cipta.

Gautama DAW, Perkasa P and Tuah, 2023. An analysis of forest and land fire extinguishing in Indonesia influenced by the el nino phenomenon using the water bombing method, BALANGA: Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan 11(2): 74-85. https://doi.org/10.37304/balanga.v11i2.11733

Giam X, Koh LP, Tan HH, Miettinen J, Tan HTW and Ng PKL, 2012. Global extinctions of freshwater fishes follow peatland conversion in Sundaland. Frontiers in Ecology and the Environment 1-34, https://doi.org/10.1890/110182

Haryono, 2012. Iktiofauna perairan lahan gambut pada musim penghujan di Kalimantan Tengah. Jurnal Iktiologi Indonesia 12(1): 83-91.

Haryono H, Gustiano R and Wahyudewantoro G, 2022. Sustainable development: the case for aquatic biodiversity in Indonesia’s peatland areas. IntechOpen. www.intechopen.com

Hasibuan S, Awaluddin A and Zulharman, 2019. Budidaya ikan di lahan rawa gambut. Pekanbaru: UR Press.

International Union for Conservation of Nature (IUCN), 2025. The IUCN red list of threatened species. https://www.iucnredlist.org

Kordi MG and Tancung AB, 2005. Pengelolaan kualitas air. Jakarta: Rineka Cipta.

Kottelat M, Whitten AJ, Kartikasari SN and Wirjoatmodjo S, 1993. Freshwater fishes of Western Indonesia and Sulawesi. Indonesia: Periplus Editions Collaboration with Environmental Management Development of Indonesia (EMDI) Project and Ministry of State for Population and Environment.

Kottelat M, 2013. The fishes of the inland waters of Southeast Asia: A catalogue and core bibliography of the fishes known to occur in freshwaters, mangroves and estuaries. The Raffles Bulletin of Zoology 27: 1–663.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, 2017. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Nomor SK.130/Menlhk/Setjen/Pkl.0/2/201, Tentang penetapan peta fungsi ekosistem gambut nasional. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Ng PKL, Tay JB, and Lim KKP, 1994. Diversity and conservation of blackwater fishes in peninsular malaysia, particularly in the North Selangor peat swamp forest. Hydrobiologia 285(1–3): 203–218. https://doi.org/10.1007/BF00005667

Pemerintah Republik Indonesia, 2001. Tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. Jakarta: Presiden Republik Indonesia.

Pescod MB, 1973. Investigation of rational effluent and stream standarts for tropical countries. Bangkok: Army Research and Development Group.

Posa MRC, Wijedasa LS and Corlett RT, 2011. Biodiversity and conservation of tropical peat swamp forests. Bioscience 61(1):49–57. https://doi.org/10.1525/bio.2011.61.1.10

Qi Y, Liu C, Yuan G, Guo H, Näslund J, Wang Y, Ru J, Ou Y, Chai X and Zhang X, 2024. Disparities in body color adaptability and ambient light color preference between wild and hatchery-reared marbled rockfish (Sebastiscus marmoratus). Animals 14(11): 1-17. https://doi.org/10.3390/ani14111701

Koniyo Y and Lamadi A, 2017. Analisis kualitas perairan pada daerah pengangkapan Ikan Nike (Awaous melanocephalus). Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan 5(1): 1-6.

Santoso E and Gema W, 2019. Biodiversitas spesies ikan perairan gambut Arut-Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Jurnal Iktiologi Indonesia 12(1): 315-335.

Solstorm F, David S, Frod O, Rolf EO, Larse HS, and Anders F, 2016. Not too slow, not too fast: water currents affect group structure, aggression and welfare in postsmolt atlantic salmon salmo salar. Aquaculture Environment Interactions 8: 339–347. https://doi.org/10.3354/aei00178

Sulaiman ZH and Mayden RL, 2012. Cypriniformes of Borneo (Actinopterygii, Otophysi): An extraordinary fauna for integrated studies on diversity, systematics, evolution, ecology, and conservation, Zootaxa 376(3586): 359–376. https://doi.org/10.11646/zootaxa.3586.1.34

Tan HH and Ng PKL, 2005. The fighting fishes (Teleostei: Osphronemidae: Genus Betta) of Singapore, Malaysia and Brunei. Raffles Bulletin of Zoology 13: 43–99.

Thornton SA, Dudin Page SE, Upton C and Harrison ME, 2018. Peatland fish of Sebangau, Borneo: diversity, monitoring and conservation. Mires and Peat 22(4): 1-25. https://doi.org/10.19189/MaP.2017.OMB.313

Wahyudewantoro G, 2010. Kajian potensi ikan di lahan gambut Tasik Betung, Riau. Bionatura Jurnal Ilmu-Ilmu Hayati dan Fisik 12(2): 57–62.

Wiadnya DGR, Wijaya AK and Rizal AF, 2012. Ketentuan-ketentuan pada kegiatan inventarisasi ikan air tawar. Malang. Lokakarya Penyegaran Pejabat Fungsional PEH Balai Taman Nasional Meru Betiri. 1-16.

Yuningsih HD, Soedarsono P and Anggoro S, 2014. Hubungan bahan organik dengan produktivitas perairan pada kawasan tutupan eceng gondok, perairan terbuka dan keramba jaring apung di Rawa Pening Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Diponegoro Journal of Maquares 3(1): 137-43.

Diterbitkan

2025-11-15

Cara Mengutip

Fadilla, T. A., Saputra, F., & Rima Setyawati, T. (2025). Jenis Ikan dan Karakter Morfologi di Perairan Gambut Parit Nanas Kota Pontianak Kalimantan Barat. LenteraBio : Berkala Ilmiah Biologi, 14(3), 393–407. https://doi.org/10.26740/lenterabio.v14n3.p393-407
Abstract views: 228 , PDF Downloads: 121

Artikel Serupa

> >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.