PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH BERBASIS EDUTAINMENT UNTUK MELATIHKAN KREATIVITAS SISWA SMK JURUSAN OTOMOTIF PADA MATERI FLUIDA STATIS

Authors

  • Wasis Wasis
  • Muslimin Ibrahim

DOI:

https://doi.org/10.26740/jpps.v7n1.p1431-1440

Keywords:

edutainment, PBI model, creativity of student

Abstract

The purpose of this research is to produce a Physics learning materials using Problem Based Instruction (PBI) model, which is valid, practical, and effective to Train creativity of student. This research is conducted through three phases from 4-D model, those are define, design, and develop. That instrument is tried out in XI grade Vocation High School of Senopati Sedati Sidoarjo academic year 2016/2017 with one group pretest-post test design. The learning instruments developed include: (a) syllabus, (b) Lesson Plan, (c) handout, (d) Work Sheet, (e) Assessment Sheet of creativity. Research variabels which can be measured are validity, practicality, and effectiveness of learning instrument. Data are collected using validity method, observation, test, questionnaires. Data are analyzed quantitatively descriptive and qualitatively. Research data shows that (a) developed learning instrument is categorized valid, (b) Learning process was going well, (c) training of student creativity produces increase on middle category, and (d) student gives positive feedback to learning had done. Based on analysis and discussion, concluded that Physics learning instrument using model of PBI based on education developed is valid, practical, and effective to train creativity of student

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aktam, H., Pekmez, S.E., Can, B.T., Ergin, O. (2000). Developing Scientific Creativity Test. Abstrak diperoleh dari hilal.aktamis@deu.edu.tr.
Arends, R. (2001). Learning to Teach Fifth Edition. New York: McGraw-Hill.
Arends, R. (2008). Learning to Teach. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Arends, R. (2012). Learning to Teach Ninth Edition. New York: McGraw-Hill.
Arifin, Z. (2008). Metode Penelitian Pendidikan. Surabaya: Lentera Cendekia.
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineke Cipta.
Bob, R. (2008). Why we Need to Teach 21st Century Skills-And How to Do It. Multimedia & Internet @School, 15(4):10-13.
Borrich, G. (1994). Observation Skill for Effective teaching. New York: Mac Millan Publishing Company.
Bryan, Robert B. (2010). Motivation, Achievement, and Advanced Placement Intent of High School Students Learning Science. USA:Wiley Online Library
BSNP. (2014, 5 28). Instrumen Penilaian Buku Teks Pelajaran. Diambil kembali dari Badan Standar Nasional Pendidikan: http://bsnp-indonesia.org/id/?p=1340.
Darmansyah. (2010). Strategi Pembelajaran Menyenangkan dengan Humor. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Daryanto. (2009). Panduan Proses Pembelajaran. Jakarta: AV Publisher.
Depdiknas. (2006). Model Pengembangan Silabus Mata Pelajaran. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum.
DePorter, Bobbi, dan Hernacki, M. (2001). Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung: Khaifa.
Desmita. (2006). Psikologi Perkembangan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Rusman. (2012). Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Firmansyah, E. (2014). Kajian Konsep Fisika. Solo: Platinum.
Giancoli, D. C. (2009). Physics for Scientist & Engineers with Modern Physics 4th Edition. USA: Pearson Education, Inc.
Giancoli. (2001). Fisika Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Glynn, S.M., Taasoobshirazi, G., & Brickman, P. (2007). Nonscience Majors Learning Science: A Theoretical Model Of Motivation. Journal of Research in Science Teaching, 44(8), 1088-1107.
Hadaninggar, N.H. (2013). Kemampuan Metakognitif dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X SMA Negeri Ngoro Jombang pada Materi Pencemaran Lingkungan Melalui Model Pembelajaran PBL. (Makalah Komprehensif Tidak Dipublikasikan). Pascasarjana Unesa.
Hake, R. (1999). American Educational Research Associations Division D, Measurement and Research Methodology: Analyzing Change/Gain Scores. USA: Wooland Hills
Halliday, D., Resnick, R., & Walker, J. (2007). Fundamentals of Physics 8th Edition. New York: John Wiley & Sons.
Hamid, S. M. (2011). Metode Edutainment. Jogjakarta: Diva Press.
Harrison, A. & De Jong, O. (2005). Exploring the use of multiple analogical model when teaching and learning chemical equilibrium. Journal of research in science teaching. 42 (9), 11351159.
Hu, W and Adey, P. (2010). A Scientific Creativity Test For Secondary School Students. International Journal Of Science Education, 24:4, 389-403.
Hu, W., Wu, B., Jia, X., Yi, X., Duan, C., Meyer, W., and Kaufman, J. (2013). Increasing Students Scientific Creativity: The Learn ti Think Intervention Program. The Journal of Creative Behavior, 47, 3-21.
Hurlock. E.B. (1978). Perkembangan Anak Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Ibrahim, M. (2005). Asesmen Berkelanjutan Konsep Dasar, Tahapan, dan Contoh. Surabaya: Unesa University Press.
Ibrahim, M. (2008). Model Pembelajaran Inovatif IPA melalui Pemaknaan. Unesa. Surabaya: Tim Balitbang Diknas.
Ibrahim, M. (2012). Pembelajaran Berdasarkan Masalah Edisi Kedua. Surabaya: Unesa University Press.
Kardi, S. (2013). Pengantar Pengembangan Kurikulum & Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.
Kirschner, P. A.Sweller, J. & Clark, R. E. (2006). Why minimal gui&ce during instruction does not work: an analysis of the failure of constructivist, discovery, problem-based, experiential, and inquiry based teaching. Educational psychologist. 41 (2), 7586.
Kusuma, Y. (2010). Creative Problem Solving. Tangerang: Jelajah Nusa.
Lin, C., Hu. W., Adey, P. and Shen, J. (2003). The Influence of Case on Scientific Creativity. Journal of Research in Science Education, 33, 143-162.
Lin, Y.S. (2011). Fostering Creativity through Education-A Conceptual Framework of Creative Pedagogy. Creative Education, 149-155.
Mahardika. S.M. (2010). Evaluasi Pengajaran. Surabaya: Unesa University Press.
Mahtari, S. (2015). Pengembangan Prototype Buku Guru Dan Buku Siswa Ipa Dengan Penemuan Terbumbing Untuk Melatihkan Kreativitas Ilmiah Siswa. (Tesis Tidak Dipublikasikan). Pascasarjana Unesa.
Masruroh. (2015). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Kreativitas ilmiah Siswa. (Tesis Tidak Dipublikasikan). Pascasarjana Unesa.
Mohamed, A.H. (2006). Investigating The Scientific Creativity of Fifth-Grade Student. Disertation The University of Arizona.
Mulyasa, E. (2007). Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Munandar, U. (2009). Pengembangan Kreativitas Anak. Jakarta: Rineka Cipta.
Nieveen, N. (1999). Prototyping to Reach Product Quality. Kluwer Academic Publisher.
Nieeven, N. dan Plomp, T. (2007). Formative Evaluation in Educational Design Research. Enschede: Netherlands institute for curriculum development.
Novianto, B. (2014). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berdasarkan Masalah untuk Meningkatkan Kecakapan Akademik Siswa dan Keterampilan Proses Siswa. (Makalah Komprehensif Tidak Dipublikasikan). Pascasarjana Unesa.
Nur,M. (2011). Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah. Surabaya: Unesa University Press.
OECD. (2009). PISA 2009 Results : Learning Trends Changes in Student Performance Since 2000 Volume V: OECD Publishing.
OECD. (2013). PISA 2012 Result: What Students Know and Can Do Student Performance in Mathematics, Reading and Science (Volume 1). PISA. OECD Publishing. http://dx.doi.org/10.1787/9789264201118-en.
Patrick, A.O., Kpangban, E., & Chibueeze, O.O. (2007). Motivation Effects on Test Scores of Senior Secondary School Science Students. Study Home Community Science, 1(1), 57-64.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomer 23 Tahun 2006. Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Menteri Pendidikan Nasional.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2013. Standar Kompetensi Lulusan. Jakarta : Menteri Pendidikan Nasional.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomer 58 Tahun 2014. Pembelajaran Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Jakarta : Menteri Pendidikan Nasional.
Pisa,O.F. (2012). Pisa 2012 Data Tables, Figures, And Exhibits. Diambil Kembali Dari Nces.Ed.Gov:Https://Nces.Ed.Gov/Pubs2014/2014024_Tables.Pdf.
Plomp.T dan Nieveen,N (2007). Formative Evaluation in Educational Design Research. Enschede : Netherlands Institute for Curriculum Development.
Prastowo, A. (2012). Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Press.
Purwanto, B. (2015). Fisika KTSP. Solo: PT Serangkai Pustaka Mandiri.
Purwoko. (2010). Physics for Senior High School Year XI. Bandung: Yudhistira.
Ratumanan, G.T. dan Laurens. (2006). Evaluasi Hasil yang Relevan dengan Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Bandung: Cv Alfabeta.
Ratumanan, G.T. dan Laurens. T. (2011). Penilaian Hasil Belajar pada Tingkat Satuan Pendidikan. Surabaya: Unesa University Press.
Ratumanan, G. T. & Laurens. (2011). Evaluasi Hasil Belajar Tingkat Satuan Pendidikan. Surabaya: Unesa University Press.
Riduwan. 2010. Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Rozaq, M. (2013). Penggunaan Metode Inkuiri untuk Mengatasi Miskonsepsi Siswa pada Materi Pokok Optika Geometri serta sebagai Upaya Meningkatkan Kreativitas Siswa di SMK Negeri 1 Lumajang. (Tesis Tidak Dipublikasikan). Pascasarjana Unesa.
Sak, U and Ayas, M.B. (2013). Creative Scientific Ability Test (C-SAT). Psychological Test and Assessment Modeling, 55, 316-329
Sanjaya, W. (2011). Perancangan & Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Santrock, J.W. (2008). Educational Psychology 2 Nd Edition Edisi Terjemahan. Jakarta: Kencana.
Santrock, W. J. (2011). Educational psychology. New York: McGraw-Hill Companies, Inc.
Sears, F.W. dan Zemansky, M.W. (1991). Fisika untuk Universitas 1. Jakarta: Binacipta.
Sears & Zemansky. (2001). Fisika Universitas Edisi ke Sepuluh (Jilid 1). Jakarta: Erlangga.
Serway, R. A. (2010). Physics for Scientists and Engineers with Modern Physics, Eighth Edition. California: Brook/Cole.
Siew, N.M., Chong, C.L., Chin, K.O. (2014). Developing a Scientific Creativity Test for Fifth Graders. Problems of Education in The 21st Century, 62, 109-123.
Siburian. (2012). Penerapan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Fluida Statis dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. (Tesis Tidak Dipublikasikan). Pascasarjana Unesa.
Simamora, A.B. (2012). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Berorientasi Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir, Perilaku, Karakter dan Keterampilan Sosial Siswa. (Tesis Tidak Dipublikasikan). Pascasarjana Unesa.
Slavin, E. R. (2011). Educational psychology theory and practice.USA: Pearson.
Spronken-Smith, R. (2008). Experiencing the Process of Knowledge Creation: The Nature and Use of Inquiry-Based Learning in Higher Education. Journal of Research. New Zealand: University of Otago, 12-15.
Sudarma, M. (2013). Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kreatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Sugiyono. (2014). Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Bandung: Alfabeta.
Sukardi. (2008). Evaluasi Pendidikan, Prinsip & Operasionalnya. Yogyakarta: Bumi Aksara
Sulardi. (2014). Pengembangan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis. (Makalah Komprehensif Tidak Dipublikasikan). Pascasarjana Unesa.
Supeno. (2016). Model Pembelajaran Penyelesaian Masalah Argumentatif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Kognitif Produk, Ketrampilan Proses Sains, & Argumentasi Ilmiah Siswa SMK. (Disertasi Doktor Pendidikan tidak dipublikasikan). Universitas Negeri Surabaya.
Suyono & Hariyanto. (2011). Belajar dan Pembelajaran: Teori dan Konsep Dasar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Thiagarajan, S., Semmel, D. S., Semmel, M.I. (1974). Instructional Development for Training Teacher of Exceptional. Minnesota: Indiana University.
Tipler, P.A. (1998). Fisika untuk Sains dan Teknik. Jakarta: Erlangga.
Ulfah, U. (2010). Pengaruh Konsep Diri, Kemandirian Pendidikan dan Kreativitas Siswa terhadap Hasil Belajar Fisika pada Siswa. (Tesis Tidak Dipublikasikan). Pascasarjana Unesa.
Yu, F. Y. (2009). Scaffolding student-generated questions: Design and development of a customizableonline learning system. Computers in Human Behavior. 25 (5), 1129-1138
Zemansky, Sears. (1994). Fisika untuk Universitas I Mekanika, Panas, Bunyi. Jakarta: Binacipta.
Zydney, J. M. (2010). The effect of multiple scaffolding tools on students' understanding, consideration of different perspectives, and misconceptions of a complex problem. Computers and Education. 54 (3), 150-159.

Downloads

Published

2017-11-10

How to Cite

Wasis, W., & Ibrahim, M. (2017). PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH BERBASIS EDUTAINMENT UNTUK MELATIHKAN KREATIVITAS SISWA SMK JURUSAN OTOMOTIF PADA MATERI FLUIDA STATIS. JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains), 7(1), 1431–1440. https://doi.org/10.26740/jpps.v7n1.p1431-1440

Issue

Section

Articles
Abstract views: 2701 , PDF Downloads: 1221