Analisis Penyimpangan Perilaku Kesopanan Pada Komunitas Remaja Permata Di Desa Bulan Jahe Kecamatan Barus Jahe Kabupaten Karo
Abstract
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui penyimpangan perilaku kesopanan pada komunitas remaja permata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan subjek dalam penelitian ini berjumlah 5 orang remaja yang ada di komunitas permata usia 13-18 tahun di Desa Bulan Jahe Kecamatan Barus Jahe Kabupaten Karo. Data yang di peroleh dalam penelitian ini diukur menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat dua penyimpangan perilaku kesopanan pada remaja di komunitas permata yaitu : 1) penyimpangan perilaku kesopanan berbahasa dengan mengucapkan beberapa bahasa kasar seperti kata anjir, bujang, bodat dengan sesama teman sepergaulannya, tetapi jika berbicara dengan orang tua tetap mengedepankan tata bahasa yang sopan, dan 2) penyimpangan perilaku kesopanan tingkah laku dengan jarangnya remaja mengucapkan kata terima kasih, maaf, maupun tolong kepada sesama. Adapun faktor penyebab penyimpangan perilaku kesopanan pada remaja ialah faktor lingkungan dan faktor sekolah, diketahui bahwa kedua faktor ini sangat berperan besar dalam perubahan perilaku kesopanan berbahasa dan perilaku kesopanan tingkah laku remaja. Karena faktor lingkungan dan faktor sekolah ini remaja bertemu dengan orang baru yang semuanya memiliki perilaku kesopanan berbeda, sehingga jika ada satu saja perilaku kesopanan remaja yang berbeda dapat membuat remaja terikut dengan hal baru dilihat dan di dengarnya tersebut.
References
Ariska, S. F., Rosnita, M., & Rosnita, R. (2018). Penanaman Nilai Kesopanan, Kejujuran Dan Tanggung Jawab Menggunakan Model Tadzkirah di Sekolah Dasar Kota Pontianak. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa. 7(3). 1-10.
Badan Pusat Statistdik Kabupaten Karo. (2021). Statistik Daerah Kecamatan Barusjahe Tahun 2021.Kabupaten Karo: Badan Pusat Statistik.
Damayanti, A. (2018). Hubungan Motivasi dan Perilaku Konsumsi Camilan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya).
Daryanto dan Suryatri Darmiatun. (2013). Pendidikan Karakter di Sekolah. Yogyakarta: Gava Media.
Farhatilwardah, F., Hastuti, D., & Krisnatuti, D. (2019). Karakter Sopan Santun Remaja: Pengaruh Metode Sosialisasi Orang Tua dan Kontrol Diri. Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen. 12(2). 114- 125.
Gunarsa, D. (2009). Psikologi Remaja. Gunung Mulia: Jakarta.
Gunawan, I. (2014). Motode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik. Jakarta: Bumi Aksara.
Haruna, R., & Purnama, H. (2020). Pembinaan Kesopanan Anak melalui Komunikasi Persuasif Orang Tua di Kelurahan Pampang Makassar. Al-Irsyad Al-Nafs: Jurnal Bimbingan dan Penyuluhan Islam. 7(1). 110-122.
Hurlock, E. B. (2016). Psikologi Perkembangan Anak. Gelora Aksara Pratama.
Inrawati Paramata. 2015. Peran Pendidik Dalam Mengembangkan Sikap Sopan Santun Pada Anak Usia Dini Di Paud Muara Tenang Desa Posso Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara. Gorontalo: Universitas Negeri Gorontalo. Jurnal Online : http://kim.ung.ac.id.
Jhon W. Santrock. (2002). Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga.
Kartono, Kartini. (2010). Patologi Sosial 2: Kenakalan Remaja. PT Raja Grafindo.Cetakan ke- 9. Jakarta.
Kuntarto, E. (2016). Kesantunan Berbahasa Ditinjau Dari Prespektif Kecerdasan Majemuk. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 16(2), 58-73.
Lexy J. Moleong. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mangkunegoro, A. Prabu. (2002). Perilaku konsumen. Bandung : Rafika Aditama.
Mantiri, V. V. (2014). Perilaku Menyimpang di Kalangan Remaja di Kelurahan Pondang, Kecamatan Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan. Acta Diurna Komunikasi, 3(1).
Masganti Sit. (2015). Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini. Medan: Perdana Publishing.
Maulana Arafat Lubis & Toni Nasution, Konsep Dasar IPS, (Yogyakarta: Samudra Biru, 2018),hlm. 158.
Narwoko, J. D & Suyanto, B. (2007). Sosiologi: Teks Pengantar Dan Terapan. Jakarta: Kencana.
Notoatmodjo.(2017). Hubungan antara penerimaan diri dengan perilaku agresipada remaja di sekolah menengah pertama. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni. 1(2), 24-32.
Sanusi, A. (2018). Sistem Nilai. Bandung: Nuansa Cendikia.
Saputro, K. Z. (2017). Memahami ciri dan tugas perkembangan masa remaja. Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama, 17(1), 25-32.
Sari, N. I., & Septiani, E. (2020). Menigkatkatkan Nilai Kesopanan Dan Kesantunan Anak Dalam Berbahasa Di Era Kenormalan Baru. Diskusi Panel Nasional Pendidikan Matematika. 6(1). 209- 214.
Sarwono. (2013). Psikologi Remaja. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Setiawan, H. 2010. Identifikasi Faktor-Faktor Penyimpangan Norma Kesopanan di Kalangan Remaja. Skripsi.
Sunu, D. A., Ujiningsih. (2010). Pembudidayaan Sikap Sopan dan Santun di Rumah dan di Sekolah Sebagai Upaya untuk Meningkatkan Karakter Siswa. Temu Ilmiah Nasional: Universitas Terbuka.
Suryani, L. (2017). Upaya meningkatkan sopan santun berbicara dengan teman sebaya melalui bimbingan kelompok. E-jurnal mitra pendidikan. 1(1).
Thomas Lickona. (2013). Pendidikan Karakter Panduan Lengkap Mendidik Siswa Menjadi Pintar dan Baik. Bandung: Nusa Media.
Wahyudi, H. S. Sukmawat, M. P. 2014. Teknologi dan Kehidupan Masyarakat. Jurnal Analisa Sosiologi, 3(1).
Zaitul Azma. 2010. Parameter Kesopanan Dalam Kalangan Kanak-Kanak Dan Remaja : Analisis Pragmatik. Malaysia: Universiti Putra Malaysia. Jurnal Online from : http://sastra.um.ac.id/
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Roslinda Veronika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

