PROSES PEWARISAN BUDAYA TOPENG MALANGAN MELALUI LEARNING BY DOING DALAM SETTING PEMBELAJARAN INFORMAL
Kata Kunci:
pewarisan budaya, Topeng Malangan, learning by doing, pembelajaran informalAbstrak
Tujuan penelitan ini adalah untuk mengkaji proses pewarisan budaya Topeng Malangan melalui learning by doing dalam setting pembelajaran informal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian ini adalah di Padepokan/Sanggar Asmorobangun Desa Kedungmonggo Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Informan pada penelitian ini adalah pemilik sanggar, masyarakat Desa Kedungmonggo, peserta kesenian. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Untuk analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Partisipasi masyarakat tercermin dalam kegiatan di Sanggar Asmorobangun dan kegiatan pengembangan lainnya. Antusias masyarakat tidak hanya berasal dari masyarakat lokal, namun juga dari mancanegara. Namun, diharapkan partisipasi masyarakat lokal dapat ditingkatkan kembali; (2) Proses pewarisan budaya dilakukan dengan cara membuat topeng. Masyarakat dan peserta kesenian dinilai sebagai warga belajar, dan pemilik sanggar merupakan instruktur. Proses pembelajaran bersifat fleksibel dengan model pembelajaran learning by doing yang menitikberatkan pada keaktifan praktik dari warga belajar.
Referensi
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Dewi Kartika Sari

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

