DAMPAK PEMBANGUNAN JEMBATAN SURAMADU TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH KABUPATEN BANGKALAN DITINJAU DARI TEORI HARROD-DOMAR DENGAN TEORI LOKASI WEBER

Authors

  • Fahmi Imamul Habiby S2 Pendidikan Geografi UNESA

DOI:

https://doi.org/10.26740/jggp.v18n1.p77-90

Keywords:

pembangunan jembatan Suramadu, pengembangan wilayah, teori lokasi.

Abstract

Pulau Madura memiliki kondisi masyarakat khususnya di Kabupaten Bangkalan kaitannya dengan masih tingginya tingkat kemiskinan dan ketertinggalan. Usaha yang dilakukan sehingga menggerakkan pertumbuhan dan pengembangan ekonomi dan meningkatkan lebih besar pendapatan yang diperoleh masyarakat di Kabupaten Bangkalan sehingga pengembangan wilayah yang ada di Kabupaten Bangkalan semakin berkembang dengan pesat. Pembangunan infrastuktur Jembatan Suramadu dilakukan oleh pemerintah pusat yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Madura terutama di Bangkalan. Jembatan Suramadu diharapkan meningkatkan peran yang strategis untuk peningkatan potensi untuk peningkatan pertumbuhan dan pengembangan ekonomi seiring dengan meningkatnya pendapatan yang diterima masyarakat Bangkalan. Infrastruktur yang dibangun di Pulau Madura terutama di Bangkalan agar semakin berkembang dengan pesat. Dari segi perekonomian, sosial, dan lingkungan di Kabupaten Bangkalan memiliki dampak pembangunan Jembatan Suramadu terhadap pengembagan wilayah yang ada di Kabupaten Bangkalan dari segi perekonomian pendapatan dari masyarakat yang ada di Kabupaten Bangkalan meningkat, dari segi Sosial juga sekarang lapangan pekerjaan semakin bervariatif dan semakin banyak lapangan pekerjaan baru, dari segi lingkungan masih belum terlihat signifikan terjadi perubahan yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat sekitar dengan ditinjau dari teori lokasi menunjukkan pengembangan wilayah di Kabupaten Bangkalan mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya, dapat dilihat dari beberapa aspek wisata bukit Jaddih yang semakin ramai pengunjung, wisata religi seperti makam Syaichona Cholil semakin ramai pengunjung, dan banyaknya sentra Batik tulis sebagai oleh-oleh khas Bangkalan dan juga wisata kuliner seperti bebek Sinjay dan bebek Songkem yang semakin banyak peminatnya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Direktorat Jenderal Penataan Ruang. 2002. Pedoman Pengelolaan Ruang Kawasan Sentra Produksi Pangan Nasional Dan Daerah (Agropolitan). Jakarta: Kementerian Pemukiman dan Prasarana Wilayah.
M. Nazir, œMetode Penelitian (Jakarta: Ghalia Indonesia) 27
Muzayanah. 2015. Terapan Teori Lokasi Industri (Contoh Kasus Pengembangan Kawasan Industri Kragilan Kabupaten Serang): Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Surabaya.

Nugroho, I. dan Rochimin Dahuri. 2004. Pembangunan Wilayah: Perspektif Ekonomi, Sosial dan Lingkungan. Jakarta: LP3ES.

Said, Abdullah. 2012. Materi Pelatihan Penyusunan RPJMD. Malang: RCCP FIA UB

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta, 1998), 114

Suprijati. 2017. Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Bangkalan Setelah Adanya Pembangunan Jembatan Suramadu (Analisis Teori Harrod-Domar): Fakultas Ekonomi Universitas Dr. Soetomo Surabaya.

Tarigan, 2005. Perencanaan Pembangunan Wilayah, Bumi Aksara, Jakarta

Published

2020-06-01

How to Cite

Habiby, F. I. (2020). DAMPAK PEMBANGUNAN JEMBATAN SURAMADU TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH KABUPATEN BANGKALAN DITINJAU DARI TEORI HARROD-DOMAR DENGAN TEORI LOKASI WEBER. JURNAL GEOGRAFI Geografi Dan Pengajarannya, 18(1), 77–90. https://doi.org/10.26740/jggp.v18n1.p77-90
Abstract views: 4395 , PDF Downloads: 1760