IDENTIFIKASI POTENSI DESA MOJO KECAMATAN KALITIDU KABUPATEN BOJONEGORO SEBAGAI DESA WISATA BERDASARKAN COMMUNITY BASED TOURISM (CBT)

Authors

  • Agus Sutedjo Pendidikan Geografi - FISH - UNESA

DOI:

https://doi.org/10.26740/jggp.v17n2.p65-78

Keywords:

atraksi, SDM, motivasi, sarana prasarana, interaksi, kondisi fisik

Abstract

Desa Wisata Mojo terletak di Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro, dengan empat macam atraksi wisata didalamnya, ingin berusaha menarik wisatawan sebanyak-banyaknya. Sampai saat ini keinginan tersebut belum terwujud, jumlah wisatawan yang berkunjung di desa wisata Mojo sangat sedikit. Berkaitan dengan kondisi tersebut ingin diidentifikasi  potensi wisata Desa Wisata Mojo untuk  digunakan  sebagai modal pengembangan kepariwisataan berbasis masyarakat, meliputi daya tarik atraksi, aksesibilitas, sarana dan prasarana, SDM, motivasi mayarakat, kondisi fisik geografis, dan interaksi dengan objek wisata lain. Untuk mencapai hal itu digunakan pengunjung sebanyak 100 responden sebagai sampel penelitian. Selanjunya dilakukan wawancara untuk mengeathui daya tarik atraksi wisata susur sungai, petik blimbing dan edukasi pengolahan blimbing, serta kondisi tempat perkemahan, data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif.Wawancara terstruktur juga dilakukan untuk mengetahui motivasi dan SDM pengelola Desa Wisata Mojo. Untuk mengetahui kondisi fisik geografis dan interaksi antar objek wisata dilakukan observasi dan dokumenter, selanjutnya data yang dihasilkan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atraksi yang terdapat di Desa Wisata Mojo termasuk menarik,tingkat SDM pengelola termasuk sedang dan motivasi untuk mengembangkan desa wisata tergolong sedang. Sarana dan prasarana wisata yang ada secara kualitas maupun kuantitas termasuk belum memadai untuk pelayanan kepada wisatawan. Dengan lokasi wisata terdekat mempunyai interaksi yang tinggi sehingga berpotensi untuk menarik wisatawan dari wisata terdekat untuk berkunjung ke Desa Wisata Mojo. Beberapa kondisi fisik geografis menguntungkan untuk pengembangan kepariwisataan, namun juga terdapat faktor yang merugikan pengembangan yaitu banjir.      

 Kata Kunci:  atraksi, SDM, motivasi,  sarana prasarana, interaksi, kondisi fisik

Downloads

Download data is not yet available.

References

<p>Association of Southeast Asian Nation. 2016. <em>ASEAN Commmunity Based Toursm Standard</em>. Jakarta, ASEAN Secretariat.</p><p> </p><p>Fariz Zakaria dan Rima Dewi S. Konsep Pengembangan Kawasan Wisata Desa Wisata Di Desa Bandungan Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan. <em>Jurnal teknik POMITS.</em> Vol. 2, No. 2, 2014</p><p align="center"> </p><p>Kementrian Pariwisata, 2016. <em>Panduan Pembentukan Desa Wisata.</em> Jakarta, Kemenpar</p><p> </p><p>Gunn, Clare A. 2002. <em>Tourism Planning</em>.  <em>Basic, Concept, Cases. Forth Edition</em>. New York and London, Routledge.</p><p> </p><p>Hall, L.M., Page, S.J., 2009. <em>The Geography of Tourism and Recreation, Environtmen, Place and Space</em>. London, Rotledge.</p><p> </p><p>Hadiwijoyo, Suryo S., 2012. <em>Perencanaan Pariwisata Pedesaan Berbasis Masyarakat (Sebuah Pendekatan Konsep)</em>. Yogyakarta, Graha Ilmu.</p><p> </p><p>Hermantoro,  Hengky.2011. <em>Community Based Tourism. Dari Wisata Rekreatif Menuju Wisata Kreatif</em>. Yogyakarta, Galang Press.</p><p> </p><p>Kusmayadi dan Endar Sugiarto. 2000. <em>Metodologi Penelitian Dalam Bidang Kepariwisataan.</em> Jakarta, Gramedia Pustaka Utama.</p><p> </p><p>Manjula Chaudary &amp; Rinzing Lama. Community Based Tourism Development In Sikkim of India. A Study of Darap and Prastanga Villages. <em>Transnastional Corporation Riview</em>. Vol. 2, No.3, 228-238, 2015.</p><p> </p><p>Mill, C.R.,. 2010. <em>Toursm. The international Business</em>. Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta, PT Raja Grafindo Persada.</p><p> </p><p>Muhammad Syafii dan Djoko Suwandono. Perencanaan Desa Wisata Dengan pendekatan Konsep community Based Tourism (CBT) Di Desa Bedono Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. <em>RUANG</em> Vol.1, No.2, Hal  51-60, 2015.</p><p>.</p><p>Neno Rizkianto, Topowijono. Penerapan Konsep Community Based tourism Dalam pengelolaan Daya Tarik Wisata Berkelanjutan . Syudi Pada Desa Wisata Kecamatan Munjungan kabupaten Trenggalek  <em>Jurnal Administrasi Bisnis</em>. Vol. 58, no. 2, 2018.</p><p> </p><p>Sunaryo, Bambang. 2013. <em>Kebijakan Pemangunan Destinasi Pariwisata Konsep dan Aplikasinya di Indonesia.</em> Yogyakarta, Grava Media.</p><p> </p><p>Purbasari, Novia dan Asnawi. Keberhasilan Community Based Tourism Di Desa  Kembagarum, Pentingsari, dan Nglanggeran. <em>Jurnal Teknik PWK</em>. Vol. 2, No.3, 2014</p><p> </p><p>Rimsky, K.J., 2017. <em>Aktivitas dan Kopleksitas Kepariwisataan</em>. Jakarta, Gramedia Pustaka Utama.</p><p> </p><p>Thomas Lopez Guzman, Victor Pavon, Sandra Sanches. Community Based Tourism in Developing Counties. A Case Study. <em>Tourismos: An International Multidisciplinary Journal of Tourism</em>. Vol. 6, No. 1, 69-84, 2011</p>

Published

2019-12-01

How to Cite

Sutedjo, A. (2019). IDENTIFIKASI POTENSI DESA MOJO KECAMATAN KALITIDU KABUPATEN BOJONEGORO SEBAGAI DESA WISATA BERDASARKAN COMMUNITY BASED TOURISM (CBT). JURNAL GEOGRAFI Geografi Dan Pengajarannya, 17(2), 65–78. https://doi.org/10.26740/jggp.v17n2.p65-78
Abstract views: 1010 , PDF Downloads: 924