MAKNA TANDA TATO MOTIF BUNGA TERONG BAGI SUKU DAYAK AOHENG KABUPATEN MAHAKAM ULU KALIMANTAN TIMUR: ANALISIS SEMIOTIKA

Authors

  • norita saputri dau universitas negeri surabaya

Abstract

Tato (totang) merupakan instrumen komunikasi nonverbal dan simbol sakral bagi suku Dayak Aoheng di Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, yang merepresentasikan status sosial, spiritualitas, serta lentera menuju alam kematian. Salah satu motif paling esensial adalah bunga terong, namun makna spesifik berdasarkan visualisasi dan letak penempatannya di tubuh masih memerlukan kajian mendalam. Penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi semiotis ini bertujuan menganalisis makna simbolik, struktur visual, dan penempatan fisik motif bunga terong untuk mengungkap fungsi serta kedudukan sosial pemiliknya. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif di Kecamatan Long Apari, wawancara mendalam dengan kepala adat dan informan kunci, serta dokumentasi visual. Analisis data menggunakan model signifikasi dua tahap Semiotika Roland Barthes (denotasi, konotasi, dan mitos) serta disintesiskan dengan Teori Interaksi Simbolik Herbert memiliki delapan kelopak simetris dengan inti ulir spiral kontinu di bahu manusia. Secara konotatif, motif ini melambangkan tradisi merantau (bejalai), kedewasaan, kemandirian, serta kesiapan memikul beban sosiologis. Pada tataran mitos, tato bunga terong bertindak sebagai "damar kosmis" atau lentera metafisik pembawa cahaya penuntun roh (sungi) melewati kegelapan menuju alam keabadian (apau langan). Kesimpulannya, tato bunga terong adalah simbol integrasi kultural yang melegitimasi

kematangan eksistensial individu dalam hukum adat Dayak Aoheng.

Downloads

Published

2026-07-14

How to Cite

saputri dau, norita. (2026). MAKNA TANDA TATO MOTIF BUNGA TERONG BAGI SUKU DAYAK AOHENG KABUPATEN MAHAKAM ULU KALIMANTAN TIMUR: ANALISIS SEMIOTIKA. Journal of Design and Creative Media Studies, 1(5), 1–10. Retrieved from https://journal.unesa.ac.id/index.php/jdcms/article/view/56950
Abstract views: 0 , PDF Downloads: 0