PENERAPAN PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMAHAMI KONSEP HUBUNGAN MANUSIA DENGAN KONDISI GEOGRAFIS DI SEKITARNYA PADA KELAS IV SDN KETINTANG I/409 SURABAYA

Authors

  • Dewi Kartika Sari Universitas Negeri Surabaya
  • Aminuddin Kasdi Universitas Negeri Surabaya
  • Warsono Warsono Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.26740/jrpd.v6n2.p144-152

Abstract

ABSTRACT

The purpose of this study is to describe the students activity and skill achivement to comprehend the lesson material (student activement) in applying the inquiry learning model in IPS subject, concept comprehending the human in their relationship with the geographical condition around them, on the fourth grade of SDN Ketintang I/409 Surabaya. The design of this research is classroom action reasearch with three cycles of activities. The objects are 35 fourth grade students of SDN Ketintang I/409 Surabaya. The data is obtained from the observation and test result. The observations is conducted to observe the students activities during the learning process, while the test is performed to measure the students ability in comprehending the material (students studing achievement). Based on the data analysis result, it can be concluded that after applying the inquiry learning model, the student activities and studying achivement were improved. if in the cycles I the activity percentage is only 61,28% and the studying achivement is 63%, then in cycle II the activity percentage became 73,2%and the studing achievement became 74,3%, and in cycle III the activity percentage reached up to 82,9% and the studying achievement reached up to 85,71%. These activity and studying achievements were caused by the learning process wich involved the student to find out the material concept by themselves.

Keywords: Comprehending Skill, Inquiry Learning Model, Students Activity.

ABSTRAK                                                                                         

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatan keaktifan siswa, dan kemampuan siswa memahami materi pelajaran (hasil belajar) dalam penerapan model pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran IPS konsep hubungan  manusia dengan kondisi geografis di sekitarnya kelas IV SDN Ketintang I/409 Surabaya. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan 3 siklus kegiatan. Objek penelitian yaitu 35 siswa kelas IV SDN Ketintang I/409 Surabaya. Data diperoleh dari hasil observasi dan tes. Observasi dilakukan untuk mengamati keaktifan siswa selama proses pembelajaran, sementara tes dilakukan untuk mengukur kemampuan siswa memahami materi (hasil belajar siswa). Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa setelah menerapkan model pembelajaran inkuiri, keaktifan dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Jika pada tindakan siklus I persentase keaktifan mencapai 61,28% dan ketuntasan hasil belajar 63%, siklus II keaktifan 73,2% hasil belajar 74,3%, dan pada siklus III keaktifan mencapai 82,9% dan hasil belajar mencapai 85,71%. Peningkatan keaktifan dan hasil belajar ini disebabkan oleh proses pembelajaran yang melibatkan siswa untuk menemukan sendiri konsep materi yang dipelajari.

Kata Kunci: Keaktifan Siswa, Kemampuan Memahami, Model Pembelajaran Inkuiri.

Author Biographies

Dewi Kartika Sari, Universitas Negeri Surabaya

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dasar

Pascasarjana

Universitas Negeri Surabaya

Aminuddin Kasdi, Universitas Negeri Surabaya

Dosen Program Studi Pendidikan Dasar

Pascasarjana

Universitas Negeri Surabaya

Warsono Warsono, Universitas Negeri Surabaya

Dosen Program Studi Pendidikan Dasar

Pascasarjana

Universitas Negeri Surabaya

References

Achmadi, Iif Khoiru dan Sofan Amri. (2011). Mengembangkan Pembelajaran IPS Terpadu. Jakarta: PT. Prestasi Pustakarya.

Akerson. L Valarie, dkk (2002). Teaching The Nature Of Science Through Inquiry: The Results Of A Three-Year Professional Development Program. Indiana University: University of Miiouri-Columbia.

Akinoglu, Orhan. (2008). Assesment of the Inquiry-Based Project Implementation Process in Science Education Upon Students Point of Views. International Journal of Intruction, (1)1. Ataturk Education Faculty.

Alberta. (2004). Focus on Inquiry: A teacher Guide to Implementing Inquiry Based Learning. Canada: Learning Resource Center.

Amaliah, W. T. G., F. S. Tapilouw, & A. Widodo. (2015). Perbandingan Pembelajaran Berbasis Inkuiri Melalui Metode Eksperimen dan Demonstrasi pada Topik Alat Indera. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 2(3), 339¬-351.

Ambarsari Wiwin, dkk (2013). Penerapan Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Keterampilan Proses Sains Dasar Pada Pelajaran Biologi Siswa Kelas Viii Smp Negeri 7 Surakarta. Pendidikan Biologi, 5(1), pp. 81-95.

Amin, Moh. (1987). Mengajarkan Ilmu Pengetahuan dengan Menggunakan Metode Discovery dan Inquiry. Jakarta: Depdikbud-Dirjen Dikti.

Anam, Khoirul. (2015). Pembelajaran Berbasis Inkuiri: Metode dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Belajar

Andriani, Vera S. (2016). The Effectiveness of Inquiry Learning Method to Enhance Students Learning Outcome: A Theoritical and Empirical Review. Journal of Education and Practice, 7(3), pp. 3

Aqib, Zainal, dkk. (2009). Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru SD, SLB, dan TK. Bandung: CV. Yrama Widya.

Arends, R. I. (2008). Learning to Teach edisi ketujuh buku dua. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Arikunto, S. (2007). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Arikunto, S. (2009). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Arikunto, S. (2013). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Awg Kitot Awg Kasmurie, dkk. (2010). The Effectiveness of Inquiry Teaching in Enhancing Students Critical Thinking. Procedia Social and Behavioral Sciences 7(C), pp. 264273.

Azwar, Saifuddin. (1997). Reabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Azwar, Saifuddin. (2015). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Bass, Joul E, dkk. (2009). Methods for Teaching Science As Inquiry. Pearson.

Bilgin, I. (2009). The Effects of Guided Inquiry Instruction Incorporating A Cooperative Learning Approach On University Students Achievement of Acid and Bases Concepts and Attitude. Scientific Research and Essay, 4(10), pp. 1038-¬1046.

Bogan .L Barry, dkk. (2012). Integrating Reading, Science, and Social Studies: Using the Bogan Differentiated Instruction Model. US-China Education Review, 12, pp. 1053-1060

Bruce, W.C & Bruce, J. K. (1992). Teaching With Inquiry. Maryland: Alpha Publishing Company, Inc.
Dahar, Ratna W. 1988. Teori-teori Belajar. Bandung: Erlangga.

Dahar, R. W. (1996). Teori - teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga.

Depdiknas. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi 4. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Desmita. (2012). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Dimyati. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Gautreau. T Brian, dkk (2012). Investigating student attitudes and achievements in an environmental place-based inquiry in secondary classrooms. International Journal of Environmental & Science Education, 7(2), pp.167-195.

Gunawan, Rudy. (2011). Pendidikan IPS; Filosofi, konsep, dan Aplikasi. Bandung: Alfabeta.

Haryono, Agus. (2014). Penerapan Metode Inkuiri dengan menggunakan media gambar untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pengenalan sumber daya alam dan kegiatan ekonomi kelas IVA SDN Kutamanis kabupaten Cianjur. Surabaya: Pascasarjana Unesa. Tesis tidak diterbitkan.

Indarti, Titik. (2008). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penulisan Ilmiah. Surabaya: Lembaga Penerbit FBS Unesa.

Iskandar. (2012). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: GP Press Group.
Joyce and Weil. (2009). Models of Teaching. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Kardi, S. (2013). Model Pembelajaran Langsung, Inkuiri, Sains Tehnologi dan Masyarakat. Surabaya: Unesa.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2013). Permendikbud nomor 65: Standar proses. Jakarta: Kemdikbud.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2016). Permendikbud nomor 20: Standar Kompetensi Lulusan. Jakarta: Kemdikbud.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2016). Permendikbud nomor 21: Standar Isi. Jakarta: Kemdikbud.

Kemmis, S. dan Mc Taggart, R. (1988). The Action Research Planner, 3rd edn. Victoria: Deaking University.

Ketpichainarong Watcharee, dkk (2009). Enhanced learning of biotechnology students by an inquiry-based cellulase laboratory. International Journal of Environmental & Science Education, 5(2), 169-187.

Khan, M. S., S. Hussain, R. Ali, M. I. Majoka, & M. Ramzan. (2011). Effect of Inquiry Method on Achievement of Students in Chemistry at Secondary Level. International Journal of Academic Research, 3(1), pp. 955¬-959.

Kong S. C & Song, Y. (2004). The import of a princip-based pedagogigcal design on inquiry based learning is a seamless learning enviranment in hongkong educational tehnology & society, 17(2), pp. 127-141.

Krathwohl, D. R. (2002). Revising Bloom,s Taxonomy: an Overview. Theory in to Practice, 41(4), 212-264.

Kunandar. (2009). Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Latif, Abdul. (2007). Pendidikan Berbasis Nilai Kemasyarakatan. Bandung: Refika Aditama.

Mahjardi, dkk. (2000). A taxonomy for Learning, teaching, and Assesing (A Revision of Blooms Taxonomy of Education Objectives, A Bridged Edition). New York: Longman.

Mayer, R.E. (2002). Rote Versus meaningful Learning. Theory into Practice, 41(4), pp. 474-496.

Mulyasa, E. (2007). Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

National Research Council. (2001). Inquiry and the National Science Education Standart: A Guide for Teaching and Learning. Washington, DC: National Academy press.

Permendikbud RI No. 57 tahun 2015 Tentang Kurikulum

Pratiwi. L, dkk. (2012). Efektivitas Model Pembelajaran Eksperimen Inkuiri Terbimbing Berbantuan My Own Dictionary Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Dan Unjuk Kerja Siswa Smp Rsbi. Unnes Science Education Journal (USEJ), 1 (2)

Preston, L., Harvic, K., & Wallace, H. (2015). Inquiry Based Learning in Teacher Education: A Primary Humanities Example. Austalian Journal of Teacher Education, 40(12), pp. 73-85

Purwanto, Ngalim. (2009). Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

Puskur Balitbang. (2007). Kebijakan Kajian Kurikulum Mata Pelajaran IPS. Jakarta: Depdiknas.

Rizal. (2014). Pengaruh Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan Multi Representasi terhadap Keterampilan Proses Sains dan Penguasaan Konsep IPA. Jurnal Pendidikan Sains, 2 (3), pp. 159-165.

Rusman. (2010). Model - model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Rustaman, N. (2005). Strategi Belajar Mengajar. Malang: Universitas Negeri Malang.

Sagala, S. (2010). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: CV.Alfabeta.

Sardiman. (2006). Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sanjaya, Adang. (2014). Penerapan metode inkuiri sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS siswa kelas IV SDN Kutamanis Kecamatan Cianjur. Surabaya: PascasarjanaUnesa. Tesis tidak diterbitkan.

Sanjaya, Wina. (2009). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Prenada Press.
Sanjaya, Wina. (2009). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media group.
Sanjaya, Wina. (2010). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Prenada Press.
Setyosari, Punaji. (2012). Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Solihatin, Etin dan Raharjo. (2008). Cooperativ Learning Analisis Model Pembelajaran IPS. Jakarta: Bumi Aksara.
Subroto, Waspodo Tjipto. (2014). Bahan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Dasar. Surabaya: Unesa University Press.
Sudjana, Nana. (2009). Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Sudjana, Nana. (2011). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
Sudjana, Nana. (2013). Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Sugiono. (2014). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.
Sukidin. (2002). Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Surabaya: Insan Cendekia.
Susanto, Ahmad. (2014). Pengembangan Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana.
Syamsuddin, dkk. (2011). Metode Penelitian Pendidikan Bahasa. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.
Trianto. (2007). Model Pembelajaran Tematik (Teori Dan Praktik). Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.
Trianto. (2009). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif. Jakarta: Prenada Grup.
Trianto. (2012). Panduan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) teori dan praktik. Surabaya: Prestasi Pustaka Publisher.
Trianto. (2013). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Surabaya: Kencana Prenada Media Group.
Usman, M. Uzer. (2009). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Warsono dan Hariyanto. (2014). Pembelajaran Aktif Teori dan Asesmen. PT.Remaja Rosdakarya: Bandung.
Yamin, Martini. (2007). Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Jakarta: Gaung Persada.

Downloads

Published

2020-05-10

How to Cite

Sari, D. K., Kasdi, A., & Warsono, W. (2020). PENERAPAN PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMAHAMI KONSEP HUBUNGAN MANUSIA DENGAN KONDISI GEOGRAFIS DI SEKITARNYA PADA KELAS IV SDN KETINTANG I/409 SURABAYA. Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan Dan Hasil Penelitian, 6(2), 144–152. https://doi.org/10.26740/jrpd.v6n2.p144-152
Abstract views: 1555 , PDF Downloads: 1635