ACCESSIBILITY FOR PERSONS WITH DISABILITIES IN CREATING INCLUSION-BASED SERVICES IN THE ASIAN-AFRICAN CONFERENCE MUSEUM
DOI:
https://doi.org/10.26740/inklusi.v5n2.p56-67Abstrak
Artikel ini membahas pentingnya aksebilitas museum bagi penyandang disabilitas, terutama dalam konteks Museum Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung, Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aksebilitas Museum KAA dalam upayanya menunjukan inklusi sosial terutama bagi penyandang disabilitas. Metode penelitian menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif untuk mendalami tantangan, upaya, dan dampak aksebilitas pada pengunjung museum. Museum KAA menegaskan komitmennya sebagai “Museum untuk Semua” melalui penyediaan buku braille, buku audio, kursi roda, dan pemanduan bahasa isyarat. Tantangan di masa depan seperti peningkatan fasilitas dan teknologi akan memberi peluang bagi Museum KAA untuk terus meningkatkan aksebilitas serta menjadi inklusif bagi semua pengunjung tanpa peduli latar belakang atau kondisi disabilitas mereka. Selain itu, Museum KAA bekerja sama dengan berbagai komunitas untuk meningkatkan akses bagi penyandang disabilitas.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract views: 355
,
PDF Downloads: 402










