PERANCANGAN WEBTOON HOROR BERTEMA PERUNDUNGAN UNTUK REMAJA 17-24 TAHUN
Abstract
Perundungan (bullying) merupakan permasalahan yang masih marak terjadi di kalangan remaja Indonesia dan berdampak signifikan terhadap kondisi psikologis korban, mulai dari rendahnya harga diri, kecemasan sosial, hingga keinginan untuk mengakhiri hidup. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa mayoritas korban perundungan enggan mencari bantuan karena merasa tidak ada pihak yang mampu menolong mereka. Perancangan ini bertujuan menyusun konsep, proses, dan visualisasi komik Webtoon bergenre psychological horror yang mengangkat tema perundungan sebagai media edukasi bagi remaja usia 17-23 tahun. Metode yang digunakan adalah Design Thinking yang terdiri atas lima tahapan, yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test, dipadukan dengan teknik analisis 5W+1H. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara dengan psikolog dan penyebaran kuesioner kepada remaja usia 15-23 tahun, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi literatur. Hasil perancangan berupa Webtoon berjudul "Seen" yang terdiri atas lima episode dengan gaya visual bernuansa gelap dan penokohan yang dirancang untuk membangun empati pembaca terhadap korban perundungan. Hasil validasi ahli materi, ahli media, dan uji coba kepada target audiens menunjukkan bahwa karya ini dinilai layak digunakan sebagai media edukasi mengenai dampak psikologis perundungan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 33
,
PDF Downloads: 24