PERANCANGAN ART TOY SEMAR SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI DAN PELESTARIAN BUDAYA
Keywords:
Art Toy, Semar, Pelestarian Budaya, Design Thinking, Generasi ZAbstract
Pergeseran preferensi visual dan gaya hidup digital pada Generasi Z telah menciptakan kesenjangan apresiasi terhadap seni tradisi, khususnya pada karakter pewayangan Semar. Sebagai tokoh sentral yang memiliki nilai filosofis luhur kepemimpinan atau "Pamong", eksistensi Semar sering kali dipersepsikan sebagai entitas arkais yang kurang relevan dengan estetika budaya populer masa kini. Fenomena Art Toy atau Designer Toy yang berkembang pesat di kalangan masyarakat urban menawarkan potensi strategis sebagai media alternatif untuk merevitalisasi aset budaya tersebut. Penelitian perancangan ini bertujuan untuk mengadaptasi karakter Semar ke dalam format Art Toy sebagai upaya pelestarian budaya yang komunikatif dan adaptif terhadap zeitgeist (jiwa zaman). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Design Thinking yang terdiri dari tahapan Empathize (pemetaan empati audiens), Define (perumusan masalah dan konsep), Ideate (eksplorasi gagasan visual), Prototype (pembuatan purwarupa), dan Test (pengujian). Luaran dari perancangan ini diharapkan dapat menghasilkan model karakter baru yang mampu menjembatani nilai-nilai kearifan lokal dengan selera pasar kontemporer.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 29
,
PDF Downloads: 25