Evaluasi Dampak Kebijakan Pengadaan Tanah Di Kota Surabaya (Studi Kasus : Desa Tambak Langon)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak kebijakan pengadaan tanah yang
dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Surabaya di Desa Tambak Langon, Kecamatan Asemrowo. Kebijakan
ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pembangunan rumah pompa dan normalisasi sungai sebagai solusi
penanggulangan banjir. Namun dalam pelaksanaannya, muncul beragam dampak sosial yang kompleks.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa
wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari warga terdampak, tokoh
masyarakat, serta pihak dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga. Analisis dilakukan dengan
menggunakan teori evaluasi kebijakan publik dari Samodra Wibawa yang mencakup empat dimensi
utama: dampak terhadap individu, dampak terhadap organisasi, dampak terhadap masyarakat, serta
dampak terhadap lembaga dan sistem sosial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat individu, warga mengalami tekanan psikis, kehilangan
pekerjaan, serta ketidakpastian masa depan. Pada aspek organisasi, terjadi pelemahan fungsi RT/RW,
disintegrasi organisasi sosial, dan hilangnya koordinasi antar lembaga lokal. Dampak terhadap
masyarakat mencakup menurunnya kohesi sosial, ketimpangan informasi, ketidakadilan kompensasi, serta
turunnya kepercayaan terhadap pemerintah. Sementara itu, pada tataran lembaga dan sistem sosial, terjadi
penurunan legitimasi pemerintah lokal, disfungsi sistem sosial warga, serta ketiadaan skema pemulihan
sosial pasca relokasi. Dengan demikian peneliti memberikan rekomendasi dan saran pada dampak untuk
individu, perlu disediakan layanan psikososial seperti konseling dan program trauma healing guna
mengatasi tekanan psikis dan ketidakpastian masa depan, program pelatihan keterampilan dan bantuan
pencarian kerja juga penting untuk mengurangi dampak kehilangan pekerjaan. Pada tingkat organisasi,
penguatan fungi RT/RW harus menjadi prioritas dengan memberikan pelatihan dan dukungan agar
mereka dapat kembali menjalankan peran koordinasi dan memfasilitasi komunikasi antarwarga serta antar
lembaga lokal. Untuk masyarakat, perlu dibangun kembali kohesi sosial melalui kegiatan bersama dan
transparansi informasi, serta memastikan kompensasi yang adil dan tepat waktu agar menumbuhkan rasa
keadilan dan kepercayaan warga. Pada lembaga dan sistem sosial, pemerintah lokal harus meningkatkan
legitimasi dengan melibatkan warga secara aktif dalam proses pengmbin keputusan dan perencanaanpasca relokasi. Selain itu, peru dirancang skema pemulihan sosial yang menyeluruh agar sistem sosial
warga dapat berfungsi kembali dengan baik. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan
pentingnya pendekatan partisipatif dan berkeadilan dalam kebijakan pengadaan tanah agar dampak
negatif dapat diminimalisir.
Kata Kunci: Evaluasi kebijakan, pengadaan tanah, dampak sosial
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0
