Efektivitas Penggunaan Aplikasi (SiapNgajar) Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di SMPN 2 Kebonsari Madiun
Efektivitas E-government berupa penggunaan aplikasi (SiapNgajar)
Keywords:
Efektivitas, Aplikasi SiapNgajar, DISPENDIKBUD Kabupaten Madiun, E-GovernmentAbstract
Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah mengubah paradigma sistem
birokrasi di seluruh dunia, termasuk dalam sektor pemerintahan melalui konsep e-government.
Di Indonesia, konsep ini mulai diadopsi secara masif di berbagai instansi di setiap daerah,
termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun. Pemanfaatan TIK menjadi
solusi untuk mengatasi permasalahan dalam dunia pendidikan, terutama terkait pengawasan
kinerja guru, dengan meluncurkan inovasi berupa Sistem Aplikasi Tenaga Pengajar
(SiapNgajar). Meskipun aplikasi SiapNgajar menawarkan berbagai manfaat, dalam
penerapannya tidak serta merta lancer begitu saja. Beberapa masalah dihadapi dalam
penerapannya antara lain terbatasnya dukungan aplikasi pada sistem operasi Android, adanya
bug sistem, serta menu aplikasi yang terbatas, yang dapat menghambat efektivitas kinerja guru.
Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas penerapan e-government melalui aplikasi
SiapNgajar di SMPN 2 Kebonsari Madiun dalam meningkatkan kinerja guru. Metodologi yang
digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data primer dikumpulkan melalui
Teknik wawancara dengan tim IT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai pengembang
aplikasi, serta guru di SMPN 2 Kebonsari sebagai pengguna aplikasi. Berdasarkan teori
efektivitas program menurut Budiani (2007), hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan
aplikasi SiapNgajar dapat dikatakan efektif, meskipun terdapat beberapa aspek yang perlu
diperbaiki. Oleh karena itu, disarankan agar pengembang segera memperbaiki bug yang dialami
pengguna melalui pemeliharaan rutin dan evaluasi terjadwal. Selain itu, fokus pada penyediaan
konten panduan interaktif, seperti video tutorial animasi, akan lebih efektif dibandingkan
sosialisasi berlebihan. Tujuan program ini telah tercapai, namun perluasan fitur seperti Mutasi
dan Gaji/Honor sangat dianjurkan untuk meningkatkan fungsionalitas aplikasi. Dinas
Pendidikan juga disarankan untuk mengembangkan pendekatan pemantauan yang lebih holistik,
yang tidak hanya menilai keaktifan penggunaan aplikasi SiapNgajar, tetapi juga kualitas dan
dampak aktivitas tenaga pendidik.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0
