Strategi Puskesmas Tambak Wedi Kota Surabaya Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Keywords:
Pelayanan Kesehatan, Kualitas Pelayanan, Strategi Pelayanan Puskesmas Tambak WediAbstract
Pelayanan kesehatan adalah aspek penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan
masyarakat. Puskesmas adalah fasilitas kesehatan unit pelaksana teknis dinas kabupaten/atau kota
yang mempunyai peran dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal. Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan strategi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di
Puskesmas Tambak Wedi Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori David Osborne dan Peter Plastrik
berdasarkan 5 indikator yaitu strategi inti (Core Strategy), strategi konsekuensi (Consequences
Strategy), strategi pelanggan (Customer Strategy), strategi pengawasan (Controlling Strategy), dan
strategi budaya (Culture Strategy). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi
(pengamatan), wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Strategi
inti telah berhasil dalam memperjelas tujuan dan arah organisasi. Kemudian, visi dan misi
Puskesmas Tambak Wedi telah diterapkan oleh seluruh pegawai sebagai pedoman atas segala
kegiatan kesehatan yang ada di puskesmas. (2) Strategi konsekuensi telah berjalan dengan baik
dalam memberikan reward dan punishment secara adil dan transparan. (3) Strategi pelanggan
menunjukkan upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan telah berjalan dengan baik. (4)
Strategi pengawasan menunjukkan belum maksimal terhadap pengawasan pasien yang mematuhi
prosedur pelayanan. Hal ini terlihat masih seringnya pasien yang terlambat datang ke puskesmas
dari estimasi waktu yang sudah ditentukan. Sehingga Puskesmas Tambak Wedi perlu untuk
memberikan edukasi dan sosialisasi kepada pasien agar meminimalisir keterlambatan dan
gangguan pada sistem antrean. (5) Strategi budaya secara umum telah berjalan dengan baik, akan
tetapi pasien masih mengeluhkan perihal pegawai yang kurang ramah pada saat memberikan
pelayanan dan membeda-bedakan pasien yang berobat. Sehingga Puskesmas Tambak Wedi perlu
melakukan penguatan konsistensi budaya 3S.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 6
,
PDF Downloads: 1
