Penguatan Literasi Digital Politik Pada Masyarakat Desa Rejuno Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi
Keywords:
Literasi Digital, Tahun Politik, PenguatanAbstract
Tahun politik 2024 setidaknya memiliki implikasi besar terhadap kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Hal ini tidak lepas dari pemanfaatan teknologi digital sebagai media untuk melakukan kampanye para kandidat, baik itu presiden/wakil presiden, kepala daerah maupun para legistlatif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pembekalan dan penguatan tentang literasi digital politik pada masyarakat di Desa Rejuno yang merupakan desa binaan sebagai rintisan desa Panasila, agar mereka tidak terjebak pada situasi yang memicu konflik horizontal di masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah in service training 1, on the job training dan in service training 2. Pada saat in service training 1 dilakukan dengan cara memberikan pembekalan pada perwakilan pemuda dan tokoh desa untuk dilatih sebagai pioneer pelaksanaan on the job training. Kegiatan ini dilaksankan di trawas selama 3 hari. Selanjutnya kegiatan on the job training dilaksankaan pada saat hari kesaktian Pancasila 1 Oktober 2023 dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Sedangkan in service training 2 dilakukan untuk melihat evaluasi hasil on the job training yang telah dilakukan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa ada peningkatan kesadaran masyarakat untuk menggunakan teknologi digital secara baik. Berdasarkan hasil angket yang disebarkan kepada peserta on the job training, sebanyak 87% setuju untuk tidak terpengaruh dengan isu-isu yang dikembangkan melalui media sosial, dan 91% tidak percaya informasi yang beredar jika tidak ada identitas dari pemberi informasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan penguatan pemahanan literasi digital untuk masyarakat di Desa Rejuno sangat penting dan bermanfaat dalam rangka menjaga stabilitas sosial dan politik serta kebersamaan masyarakat di tingkat paling bawah yaitu desa.
References
Bennett, W. L. (2008). Changing citizenship in the digital age. In D. Loader (Ed.), Digital citizenship: The Internet, society, and participation (pp. 1-22). Routledge.
Sunstein, C. R. (2017). Republic: Divided democracy in the age of social media. Princeton University Press
Chadwick, A., & Howard, P. N. (2009). Routledge Handbook of Internet Politics. Routledge
Jenkins, H., Clinton, K., Purushotma, R., Robison, A. J., & Weigel, M. (2006). Confronting the challenges of participatory culture: Media education for the 21st century. MacArthur Foundation
Madjid, Nurcholish 1999, Pengantar: “Masyarakat Madani dan Investasi Demokrasi: Tantangan dan Kemungkinan”, Pustaka Hidayah: Bandung.
Paul Lazarsfeld (1955). The Part Played by People in the Flow of Mass Communications. New York: Columbia University Press.
Raymundus, Sudhiarsa SVD. 2008. Kearifan Sosial Lintas Budaya – SVD Surya WacanaMerespon Misi Gereja, Lamalera, 74
Suparlan, Parsudi. 2002. Menuju Masyarakat Indonesia Yang Multikultural, Makalah disajikan pada Simposium Internasional Jurnal Antropologi Indonesia ke-3, Membangun Kembali “Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika”, Menuju Masyarakat Multikultural, Universitas Udayana, Denpasar, Bali, 16-19 Juli 2002, (http://www.scripps.ohiou.edu/news/ cmdd/ artikel ps.htm).
Tufecki, Z. (2017). Twitter and tear gas: The power and fragility of networked protest. Yale University Press.
Tim Penulis. 2023. Buku Pedoman Pengabdian Kepada Masyarakat. LPPM Unesa: Surabaya
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section

