Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 1 No. 2 (2023): ABISATYA: Journal of Community Engagement

Sosialisasi Aktivitas Olahraga Senam Dalam Menjaga Kebugaran Jasmani Warga Desa Ngingas Kabupaten Sidoarjo

Submitted
November 15, 2023
Published
2023-12-26

Abstract

Abstrak

Latihan aerobik adalah latihan yang menuntut oksigen tanpa menimbulkan hutang oksigen yang tidak terbayar. Latihan ini disebut juga sebagai general endurance, sehingga dapat dikemukakan pengertian senam aerobik, yaitu serangkaian gerak yang dipilih secara sengaja dengan cara mengikuti irama musik yang juga dipilih sehingga melahirkan ketentuan ritmis, kontinuitas, dan durasi tertentu. Aerobik adalah olahraga yang dilakukan secara terus-menerus dimana kebutuhan oksigen masih dapat dipenuhi dengan kecepatan dalam menempuh waktu. Dua ciri dari latihan aerobik adalah 1) olahraga tersebut cukup mengakibatkan tubuh berfungsi untuk jangka waktu sedikitnya 20 sampai 30 menit setiap olahraga, 2) Olahraga tersebut akan memberikan kegiatan yang cukup menarik hingga ingin mengulanginya kembali gerakan yang sudah dilakukan tadi. Olahraga aerobik (dengan oksigen) melibatkan kelompok-kelompok otot besar dan dilakukan dengan intensitas yang cukup rendah serta dalam waktu yang cukup lama, sehingga sumber-sumber bahan bakar dapat diubah menjadi ATP dengan menggunakan siklus asam sitrat sebagai jalur metabolisme predominan. Olahraga aerobik (dengan oksigen) melibatkan kelompok-kelompok otot besar dan dilakukan dengan intensitas yang cukup rendah serta dalam waktu yang cukup lama, sehingga sumber-sumber bahan bakar dapat diubah menjadi ATP dengan menggunakan siklus asam sitrat sebagai jalur metabolisme predominan. Di dalam senam aerobik ada yang namanya intensitas, dan cara menentukan intensitas senam aerobik. Untuk menentukan intensitas senam aerobik pada dasarnya sama dengan menentukan intensitas latihan pada olahraga lain. Intensitas latihan ditandai dengan tercapainya tingkat denyut nadi yang diharapkan meningkat. Secara umum, Intensitas latihan yang ditentukan tercapainya  denyut nadi sekitar 60-80% dari denyut nadi maksimal.

References

  1. ¹ Abott A dan Collins D, 2002: A Theoritical and Empirical Analysis of a “State of the Art” Talent Identification Model, High Ability Studies,
  2. Vol.13, No.2; 157-178.
  3. ² Amusa L.O, dan Toriola A.L, 2006: Talent Identification and Development in South Africa: Suggestions for Developing Potential Athletes, Diunduh 22 Januari 2010 dari http://www.osysa.com/talentidsouthafrica.htm.
  4. ³ Aouadi, R.; Jlid, MC, Khalifa, R.; et al. Association of anthropometric qualities with vertical jump performance in elite male volleyball players. J Sports Med Phys Fitness (2012). 52(1), 11-17. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22327081/.
  5. ⁴ Balyi I, 2001: Models of Long Term Athlete Development and Training Requirements of Different Sports, Coaches Report, Summer, Vol.8, No.1.
  6. ⁵ Ballard, R., 2010: Tennis Indonesia Youth Talent Identification Program, PELTI, Jakarta.
  7. ⁶ Gabbett, T.; Georgieff, B.; Domrow, N. The use of physiological, anthropometric, and skill data to predict selection in a talent-­‐identified junior volleyball squad. J Sports Sci (2007). 25(12), 1337-­‐1344. https://doi.org/10.1080/02640410601188777
  8. ⁷ Hall, KD.; Heymsfield, SB.; Kemnitz, JW.; Klein, S.; Schoeller, DA.; Speakman JR. Energy balance and its components: Implications for body weight regulation. Am J Clin Nutr (2012). 95(4), 989-994. https://doi.org/10.3945/ajcn.112.036350
  9. ⁸ Hall, KD.; Heymsfield, SB.; Kemnitz, JW.; Klein, S.; Schoeller, DA.; Speakman JR. Energy balance and its components: Implications for body weight regulation. Am J Clin Nutr (2012). 95(4), 989-994. https://doi.org/10.3945/ajcn.112.036350
  10. ⁹ Hohmann, A.; Siener, M. Talent Identification in Youth Soccer: Prognosis of U17 Soccer Performance on the Basis of General Athleticism and Talent Promotion Interventions in Second-­‐Grade Children. Front Sport Act Living (2021). 3(6), 1-­‐19. https://doi.org/10.3389/fspor.2021.625645
  11. ¹⁰ Hoare DG, 2000: Predicting Success in Junior Elite Basketball Players – The Contribution of Anthropometric and Physiological Attributes, Journal Science Medicine in Sports, Vol.3, No.4; 391-405.
  12. ¹¹ Kusnanik, N.W, 2010c: Indikator Pengukuran Antropometrik dan Tes Fisiologis dalam Mengidentifikasi Bibit Atlet Berbakat Cabang
  13. Olahraga Bolavoli, Jurnal Kepelatihan Olahraga, Vol.5, No.1.
  14. ¹² Reilly T, Bangsbo J, dan Franks A, 2000a: Anthropometric and Physiological Predispositions for Elite Soccer, Journal of Sports Sciences, Vol.18, No.9; 669-683.
  15. ¹³ Rubajczyk K, Rokita A. The Relative Age Effect and Talent Identification Factors in Youth Volleyball in Poland. Front Psychol (2020). 11(7), 1 https://doi.org/10.3389/fpsyg.2020.01445
  16. ¹⁴ Zhou, X. Research on monitoring volleyball players’ competition load based on Intelligent tracking technology. Microprocess Microsyst (2020). 82(12), 103881. https://doi.org/10.1016/j.micpro.2021.103881