IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN WISATA KULINER KOTA MALANG

Authors

  • Mahathir Muhammad Iqbal Universitas Islam Raden Rahmat Malang
  • Dadieng Kurniawan Universitas Islam Raden Rahmat Malang

DOI:

https://doi.org/10.26740/jpsi.v1n2.p59-65

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya di sektor kuliner butuh strategi pengembangan yang kokoh dan perlu melibatkan elemen-elemen besar sampai terkecil serta instrumen hukum yang kuat dalam memproteksi UMKM kuliner dalam negeri.Pemerintah juga harus menyelaraskan program kerjanya di tiap daerah dengan stimulan penumbuhan UMKM baru di tiap kecamatan. Oleh karena itu dibutuhkanlah suatu strategi dalam pengembangan usaha mikro kecil dan menengah khususnya di sektor kuliner di Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode ini disebut juga sebagai metode naturalistik, karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting). Hasilnya, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya di sektor kuliner butuh strategi pengembangan yang kokoh dan perlu melibatkan elemen-elemen besar sampai terkecil serta instrumen hukum yang kuat dalam memproteksi UMKM kuliner dalam negeri.Pemerintah juga harus menyelaraskan program kerjanya di tiap daerah dengan stimulan penumbuhan UMKM baru di tiap kecamatan. Oleh karena itu dibutuhkanlah suatu strategi dalam pengembangan usaha mikro kecil dan menengah khususnya di sektor kuliner di Kota Malang.

References

Astuti, Sri dan Himasari Hanan. 2012. The behaviour of consumer society in consuming food at restaurants and cafes. Procedia Social and Behavioral Sciences 42: 429435.

Blythe, Jim. 2008. Essentials of Marketing Communications. Prentice Hall.

Communication and Development Class (ComDevers). 2013. Research handbook for communication & development. First Edition. Athens: Yamada International House.

Eravia, Diana, Juliana dan Tri Handayani. 2015. The opportunities and threats of small and medium enterprises, in Pekanbaru: comparison between SMEs in food and restaurant industries. Procedia - Social and Behavioral Sciences; 169: 88 97.

Kota Malang pionir wisata halal. (2016, Juni 5). Jawa Pos-Radar Malang, h.29.

Lianty. 2011. Konsep marketing public relations (MPR): Definisi dan peran marketing public relations. Diakses pada tanggal 11 Agustus 2016, dari http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cac
he:4arMbloi-pQJ:jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/konsep-marketing-public-relations-mpr.html+&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id

Mak, Athena H. N., etc. 2012. Factors influencing tourist food consumption. International Journal of Hospitality Management; 31: 928 936.

Megawati, R. 2009. Studi pengembangan pusat jajanan di pasar pagi Karangwaru sebagai salah satu aset wisata kuliner kota Yogyakarta. Yogyakarta: Pemerintah Kota Yogyakarta.

MUI perlonggar sertifikasi halal. (2016, Juni 6). Jawa Pos-Radar Malang, h.35.

Sengel, Tarik, etc. 2015. Tourists approach to local food. Procedia - Social and Behavioral Sciences; 195: 429 437.

Sharif, Mohd Shazali Md, etc. 2013. How could the transfer of food knowledge be passed down?. Procedia-Social and Behavioral Sciences; 105: 429 437.

Shimp, Terence A. 2010. Advertising, Promotion, & Other Aspects of Integrated Marketing Communications, 8th Edition, Cengage Learning.

Shin, Kwang-Yong. 2013. The Executor of Integrated Marketing Communications Strategy: Marcom Managers Working Model, Springer.

Stanley, John and Stanley, Linda. 2015. Food Tourism_A Practical Marketing Guide, CABI Publishing.

Yamane, T. 1973. Statistic an introduction analysis. Third Edition. Tokyo: Aoyama Gakuin University.

Downloads

Published

2017-11-18

Issue

Section

Articles
Abstract views: 1189 , PDF Downloads: 780