Analisis Kearifan Lokal Gamelan (Saron) pada Konsep Fisika Gelombang dan Bunyi

Penulis

  • Adrian Bagas Damarsha Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya
  • Alvin Khoirun Niza Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya
  • Lailatul Fitriyah Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya
  • Utama Alan Deta Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya
  • Suliyanah Suliyanah Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya
  • Oka Saputra Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.26740/jppms.v7n2.p45-50

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kearifan lokal gamelan (saron) dengan konsep fisika pada gelombang bunyi dan menganalisis pengaruh bahan pada gamelan (saron) terhadap tangga nada bunyi dan resonansi bunyi. Pada artikel ini metode percobaan yang dilakukan berupa penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara tersturktur pada narasumber, dan menganalisis data yang diperoleh. Artikel ini diperoleh konsep fisika yang terkandung di dalam gamelan (saron) yaitu konsep gelombang bunyi. Pada gamelan (saron) saat memukul suatu bilah setelah dipukul, bilah-bilah saron di pitet agar suara yang dihasilkan tidak dengung dan terdengar jelas nada yang dihasilkan. Hal tersebut juga berkaitan dengan bahan pembuatan gamelan (saron) yang mempengaruhi bunyi yang dihasilkan atau kualitas suara. Setiap bilah atau tangga nada pada saron itu berbeda dimana dari paling tipis hingga ke paling tebal. Dari artikel ini disimpulkan bahwa pada gamelan (saron) berhubungan dengan pembelajaran fisika yakni gelombang bunyi. Bahan dan bilah tangga pada gamelan (saron) berpengaruh terhadap kualitas suara yang dihasilkan. Gamelan (saron) mengajarkan nilai-nilai budaya jawa dan sebagai tolak ukur ketinggian atau peradaban suatu bangsa.

Referensi

Abdulloh, M. (2017). Fisika Dasar 2. Institut Teknologi Bandung: Bandung.

Apridiana, N., L., Tsabitah I., Eko Hariyono., et. Al. (2023). Profil Pembelajaran Sains Terpadu Online di Sekolah: Sebuah Studi Observasi. Research Article, April 27 2023.

Budi, H., P. (2011). Fisika Bunyi Gamelan. Institut Seni Indonesia: Yogyakarta.

M. Planinic, W. J. Boone, A. Susac, and L. Ivanjek (2019). Rasch Analysis in Physics Education Research: Why Measurement Matters. Physical Review Physics Education Research, 15(2), 20111.

Murni, E. S., Rohidi, T. R., dan Syarif, M. I. (2016). Topeng Seni Barongan di Kendayakan Tegal: Ekspresi Simbolik Budaya Masyarakat Pesisiran. Catharsis, 5(2) 150-159.

Nurwahidah, Indri, et al. (2022). Ethno-STEM. Eureka Media Aksara.

Nursulistiyo, E. (2019). Pemanfaatan Siter, Kendang, Saron, Kenong, dan Gender Sebagai Media Pembelajaran Fisika. Universitas Ahmad Dahlan: Yogyakarta.

Priyatna, M. (2016). Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Edukasi Islami Jurnal Pendidikan Islam, 5(10) 1311-1336.

Setiadi, K. 2019, Pengaruh Kearifan Lokal dan Kecerdasan Spiritual terhadap Perilaku Peserta Didik. Jurnal Ilmiah AL-Jauhari, 4(1) 126-151.

Setiawan, A., dan Hamidah, I. (2012). Pembelajaran Berbasis Virtual Laboratory untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep pada Materi Listrik Dinamis. Proceeding of The 4th International Conference on Teacher Education; Join Conference UPI & UPSI Bandung, Indonesia, 688-692.

Sibrani, R. (2013). Pembentukan Karakter Berbasis Kearifan Lokal. Online dalam http:/ www.museum.pusaka-nias.org/2013/02/pembentukan-karakter-berbasis kearifan.html.

Yulivinto. (2011). Pengertian Ilmu Sains, Teknologi, Teknik, Teknik Elektro dan Teknik Elektronika. Online dalam http://yulvianto.blogspot.com/2011/12/pengertian-ilmu-sains-teknologi-teknik.html.

Diterbitkan

2024-05-21
Abstract views: 936 , PDF Downloads: 931