Restrictions on Women's Access to the Kretek Manufacturing Room in the “Cretek Girl” Series: Fairclough's Analysis
Kata Kunci:
Analisis Wacana Kritis, Gadis Kretek, Norman Fairclough, Representasi Perempuan, PatriarkiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi pembatasan akses perempuan pada ruang peracikan saus dalam serial Gadis Kretek (2023). Industri kretek tahun 1960-an yang maskulin menjadi latar belakang terjadinya marginalisasi terhadap tokoh perempuan, Dasiyah, melalui berbagai mitos dan aturan patriarki. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan model Analisis Wacana Kritis (CDA) Norman Fairclough, penelitian ini membedah wacana pada tiga level: mikro (teks), meso (praktik diskursif), dan makro (praktik sosiokultural). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatasan akses fisik ke ruang peracikan merupakan instrumen kekuasaan untuk menjaga eksklusivitas pengetahuan teknis di tangan laki-laki. Representasi ini diperkuat oleh penggunaan bahasa "ora elok" dan mitos sentuhan perempuan yang dianggap merusak cita rasa saus. Meskipun terdapat upaya agensi dan perlawanan dari tokoh perempuan, struktur patriarki yang kuat tetap menjadi batasan yang signifikan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian komunikasi gender mengenai bagaimana media mereproduksi sekaligus mengkritik ketimpangan kuasa dalam industri tradisional.
Referensi
Basit, A., & Kom, M. (2022). Mass Communication and Gender. Jakarta: Rajawali Pers.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Thousand Oaks: SAGE Publications.
Damayanti, R., Jufri, M., & Mahmudah, S. (2025). Symbols of male economic power in kretek sauce: Analysis of Norman Fairclough's model. UNESA Journal of Communication Studies, 13(2), 145-158.
Eriyanto. (2001). Discourse Analysis: An Introduction to Media Text Analysis. Yogyakarta: LKiS.
Fairclough, N. (1995). Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language. London: Longman.
Fakih, M. (2013). Gender Analysis and Social Transformation. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fauzi, M. (2025). Gender inequality in Indonesian mass media. Journal of Social Justice, 9(1), 45-60.
Ferdianyta, A., & Surwati, E. (2024). The shifting subject of women in the Gadis Kretek series: Sara Mills' analysis. Journal of Gender and Culture, 6(1), 89-102.
Munfarida, E. (2014). Critical discourse analysis of Norman Fairclough's model. Jurnal Komunika, 8(1), 1-19.
Mutqiyyah, R. (2026). Media and Gender: A Critical Discourse Analysis Approach. Surabaya: Unesa University Press.
Nurhidayanti, E. (2022). Gender representation in contemporary Indonesian cinema. Journal of Visual Communication, 10(3), 210-225.
Shintiya, A., Abdullah, R., & Mujayapura, I. (2025). Structural barriers to women's careers in traditional industries. Journal of Cultural Management, 4(2), 112-128.
Simanungkalit, R. (2020). Struggle intellectual Woman in industry Traditional: A study of the novel Gadis Kretek. Journal Literacy Culture, 8(2), 55-68.
United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 Agenda for Sustainable Development. Resolution adopted by the General Assembly on 7 September 2015 (A/RES/70/1).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Siana Mahmudah, Ellysia Kusuma Putri , Naysilla Ade Ramadhani

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Abstract views: 14
,
PDF Downloads: 16
