Analysis of the Factors Causing the Decline of Community-Based Tourism: A Case Study of Wethan Wonderland, Surabaya
Keywords:
community-based tourism, kemunduran wisata, kampung tematik, keberlanjutan pariwisata, Wethan WonderlandAbstract
Community-Based Tourism (CBT) merupakan pendekatan pengembangan pariwisata yang menempatkan masyarakat lokal sebagai aktor utama dalam pengelolaan destinasi. Wethan Wonderland, sebuah kawasan kampung tematik di RW 01 Kelurahan Banjarsugihan, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya, diresmikan pada September 2024 sebagai bentuk implementasi CBT yang menggabungkan enam kampung tematik dengan konsep akulturasi budaya lokal dan mancanegara. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berpotensi menyebabkan kemunduran (decline) destinasi wisata berbasis masyarakat tersebut setelah periode antusiasme awal pascapeluncuran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus, didukung data sekunder dari pemberitaan media, dokumentasi resmi pemerintah kota, serta kerangka teori Tourism Area Life Cycle (TALC) dan prinsip keberlanjutan CBT. Hasil kajian awal mengindikasikan sejumlah faktor risiko kemunduran, antara lain ketergantungan tinggi pada figur penggerak (leader) kampung, minimnya inovasi atraksi pascamomentum peresmian, keterbatasan strategi pemasaran berkelanjutan, kendala pembiayaan swadaya warga, lemahnya keterlibatan sektor swasta dan tour operator secara konsisten, serta persaingan antarkampung tematik di Surabaya yang jumlahnya mencapai 35 kampung. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas kelembagaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), diversifikasi produk wisata, serta kemitraan lintas sektor sebagai strategi mitigasi kemunduran dan penjagaan keberlanjutan CBT.
Published
Issue
Section
Abstract views: 23