REDESAIN FEED INSTAGRAM MUSEUM GUBUG WAYANG UNTUK MENINGKATKAN DAYA TARIK PROMOSI
Keywords:
desain komunikasi visual, Instagram, media promosi, museum, redesainAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan Instagram sebagai media promosi Museum Gubug Wayang, yang ditunjukkan melalui ketidakkonsistenan visual feed serta rendahnya keterlibatan audiens. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana merancang ulang feed Instagram agar mampu meningkatkan daya tarik visual dan efektivitas promosi digital museum. Penelitian ini menggunakan metode perancangan dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data diperoleh melalui observasi akun Instagram, wawancara dengan pengelola museum, dokumentasi, serta analisis Instagram Insights sebelum dan sesudah redesain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan total interaksi dari 162 menjadi 321 serta peningkatan kontribusi interaksi feed dari 46,7% menjadi 69,9%. Selain itu, evaluasi audiens menunjukkan peningkatan persepsi terhadap kejelasan informasi dan daya tarik visual. Redesain feed Instagram terbukti mampu memperkuat identitas visual museum dan meningkatkan efektivitas promosi digital.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0