Hydrometeorological Disaster Mitigation Based on Local Wisdom of the Acehnese Community
DOI:
https://doi.org/10.26740/ijgsme.v4n2.p65-95Keywords:
Mitigation, Hydrometeorological Disasters, local wisdom, communityAbstract
This study aims to determine how hydrometeorological disaster mitigation is based on local wisdom of the Acehnese people. The descriptive qualitative method used in this study, with data collection techniques of interviews, observation, documentation, and literature studies. Finally, the Delphi method was used for data analysis. The results of the study are: The local wisdom of Ie Raya in the Brayeun community in Aceh Besar and the local wisdom of "banjikh" and "belin lawe" in the Lawe Hijau Metuah Village community in Southeast Aceh are closely related to efforts to mitigate flash flood disasters, the local wisdom of Ie tuara in the Kuala Langsa Community is closely related to efforts to mitigate tidal flood disasters, local knowledge of the community in Rawa Singkil and Teluk Rumbia in Aceh Singkil is closely related to flood disaster mitigation. Communities in each research area certainly have different local knowledge to see natural characteristics before a disaster occurs, which is part of the community's experience and is passed down orally in the form of stories from one generation to the next. This diverse local knowledge serves as a traditional early warning system, deemed effective and beneficial in mitigating the impact of hydrometeorological disasters such as flash floods, tidal floods, and flooding within communities. It is hoped that this diverse local knowledge can be preserved and passed on effectively, and utilized in education as a resource for teachers at various levels of education to teach disaster mitigation based on local wisdom
References
Adger, W. N. (2000). Ketahanan sosial dan ekologi: Apakah keduanya saling Terkait. Progress in Human Geography, 24(3), 347–364.
Adi, Seno. (2013). Karakterisasi Bencana Banjir Bandang di Indonesia. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol. 15, No. 1.
Adiyoso,Wignyo dan Kanegae, Hidehiko. (2013). Efektifitas Dampak Penerapan Pendidikan Kebencanaan di Sekolah terhadap Kesiapsiagaan Siswa Menghadapi Bencana Tsunami di Aceh, Indonesia. Majalah.indd Spread 23 of 44 – Pages (66, 23). Edisi 03/Tahun XIX/2013.
Alwasilah, Chaedar A. (2009). Etnopedagogik Landasan Praktek Pendidikan dan Pendidikan Guru. Bandung: PT Kiblat Utama.
Aminuddin. (2013). Menjaga Lingkungan Hidup dengan Kearifan Lokal. Bandung: Titian Ilmu.
Anwar, N (2017). “Pendidikan Lingkungan Berbasis Budaya Lokal.” Jurnal Pendidikan.
Anwar, S. T., Sabiq, M., & Arisnawawi. (2023). Mitigasi bencana berbasis kearifan lokal dalam pengembangan kawasan wisata alam di Desa Kahayya. Prosiding Konferensi Nasional Sosiologi (PKNS), 1(2), 251–260.
Asrofi, A, Rotohardoyo, S, Hadmoko, S., D. (2017). Strategi Adaptasi Masyarakat Pesisir Dalam Penanganan Bencana Banjir Rob Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah (Studi Di Desa Bedono Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Jawa Tengah). Jurnal Ketahanan Nasional. 23 (2).
Birren, J. E., & Svensson, C. M. (2005). Wisdom in history. In R. J. Sternberg & J. Jordan (Eds.), A handbook of wisdom: Psychological perspectives (pp. 3-31). New York, NY: Cambridge University Press.
BNPB. (2018). https://www.bnpb.go.id/index.php/berita/kerjasama-jasa-pengembangan-sistem-prediksi-potensi-bahaya-hidrometeorologi?
BNPB. (2025). Rangkuman Bencana tahun 2025. https://gis.bnpb.go.id/arcgis/apps/sites/#/public/pages/bencana-besar-tahun-2025
BNPB. (2026). Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat Tahun 2025. Diakses dari gis.bnpb.go.id/bansorsumatera2025/
Damanik, R. (2015). “Kolaborasi Stakeholder dalam Konservasi Hutan.” Jurnal Pembangunan Daerah.
Digdoyo, Eko. (2015). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Bogor: Ghalia Indonesia.
Dwiatmodjo, A.M. 2023. Perubahan Iklim Picu Peningkatan Kejadian Bencana. Diakses dari https://www.bnpb.go.id/Berita/Perubahan-Iklim-Picu-Peningkatan-Kejadian-Bencana?utm
Dyah, A., A., A., S, Sudibyo, E, Rahayuningsih, W, Nugraheni, F. (2024) Kajian Literatur: Mitigasi Bencana Banjir Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Ilmiah Multidisiplin. 1 (4).
Ernawi, Imam. 2010. Harmonisasi Kearifan Lokal dalam Regulasi Penataan Ruang Makalah Pada Seminar Nasional “Urban Culture, Urban Future: Harmonisasi Penataan Ruang dan Budaya Untuk Mengoptimalkan Potensi Kota”. Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementrian Pekerjaan Umum.
Foley, John Miles. (1981). Oral Tradition Literature. Slavica Publishers. Inc.
Gaillard, J. C., & Mercer, J. (2013). From knowledge to action: Bridging gaps in disaster risk reduction. Progress in Human Geography, 37(1), 93–114.
GeoHazard International. (2007). Preparing your community from tsunamies. Retrieved from http:// www.geohaz.org/news/images/publications/ Preparing%20Your%20Community%20for%20Tsunamis%20version%202%20low%20res.pdf. (Diakses tanggal 27 September 2016).
Gunawan, A. (2023, Desember 4). The Jakarta Post. Retrieved from The Jakarta Post: https://www.thejakartapost.com/indonesia/2023/12/04/10-still-missing-after-flash- flood-hit-village-in-north-sumatra.html
Haliadi, Ratika, M.,J.,S, Putra, E, Urfan, F. (2023) Kearifan Lokal Masyarakat Suku Tajio Berbasis Mitigasi Bencana Kaliburu Kata Kabupaten Donggala- Sulawesi Tengah. Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi. 6 (2).
Hasan, (2018). Kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya air masyarakat pesisir Aceh. Banda Aceh: Pustaka Rakyat.
Hermon, D. (2012). Mitigasi Bencana Hidrometeorologi: Banjir, Lonsor, Ekologi, Degradasi Lahan, Puting Beliung, Kekeringan. Padang : UNP Press
Hoffman, S. M. (2015). Culture: The Crucial Factor in Hazard, Risk, and Disaster Recovery: The Anthropological Perspective. Hazards, Risks and, Disasters in Society. Elsevier Inc. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-396451-9.00017-2
ICHARM-UNESCO. (2010). Report on the international workshop on sustainable tsunami disaster management: developing awareness, hazard mapping and coastal forest implementation. ICHARM Publication no.19.
Imsaki, R.F. (2026). Sepanjang Tahun 2025, Aceh Dilanda 387 Kejadian Bencana, Kerugian Capai Rp249,5 Miliar. Diakses dari https://bpba.acehprov.go.id/berita/kategori/pemerintahan/sepanjang-tahun-2025-aceh-dilanda-387-kejadian-bencana-kerugian-capai-rp249-5-miliar
International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC). (2014). Laporan Bencana Dunia 2014: Budaya dan Risiko. Jenewa: IFRC Jakarta. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Jokowinarno, Dwi. (2011). Mitigasi Bencana Tsunami Di Wilayah Pesisir Lampung. Jurnal Rekayasa Vol. 15 No. 1, April 2011.
Kamasuta, K., Widayanti, B. H., & Lestari, S. A. P. (2021). Mitigasi Bencana Longsor Dan Banjir Bandang Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Desa Bentek Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara. CIVeng: Jurnal Teknik Sipil Dan Lingkungan, 2(1), 19-28.
Keraf, S. (2010). Etika Lingkungan. Jakarta: Pn. Buku Kompas.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Linstone, Harold, A. Turoff, Murray. (1975). The Delphi Method. Massachussets: Addison-Wesley Publishing Company.
Lubis, W.F. Sutatminingsih, R. Sinaga, K.P.R. Hanim, F. (2024). Mitigasi Dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Desa Simamora, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan. Prosiding Semnaskom - Unram, Vol.6 No.1, 2024, 107–119.
Marfai, M.A. (2012). Pengantar Etika Lingkungan dan Kearifan Lokal. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Maryani, Enok Dan Yani, Ahmad. 2015. Kearifan Lokal Masyarakat Sunda Dalam Memitigasi Bencana Dan Aplikasinya Sebagai Sumber Pembelajaran IPS Berbasis Nilai. ISSN 1412-565 X. Diakses dari: http://jurnal.upi.edu/proceedingfptk/author/enok-maryani.
Metro post. (2011). Banjir Rob Rendam Jakarta .
Mitchell, Bruce. Setiawan, B. Dan Rahmi, Hadi Dwita. (2010). Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Muhari, A. (2025). BNPB: Info Bencana. Vol. 6. No.10, Oktober 2025. Diakses dari https://www.bnpb.go.id/storage/app/media/Buletin%20Info%20Bencana/2025%20Buletin%20Info%20Bencana/2025%20Oktober/Buletin%20Info%20Bencana%20Oktober%202025.pdf
Murata, S., Imamura, F., Katoh, K., Kawata, Y., Takahashi, S., and Takayama.. (2010). Tsunami: to survive from tsunami. Singapore: World Scientific.
Nakashima, D., Galloway McLean, K., Thulstrup, H. D., Ramos Castillo, A., & Rubis, J. T. (2012). Menghadapi Ketidakpastian: Pengetahuan Tradisional untuk Penilaian dan Adaptasi Perubahan Iklim. Paris: UNESCO & UNU-IAS.
Nielsen, Samuel dan Lidstone, John. (1998). Public education and disaster management: is there any guiding theory?. Australian Journal of Emergency Management.
Parmelian, V., Siregar, A. D., & Said, Y. M. (2022). Geology and Potential Flash Flood Vulnerability of Sungai Jernih Village and Surroundings, Pondok Tinggi District, Kerinci Regency, Jambi: Geologi dan Potensi Kerawanan Banjir Bandang Desa Sungai Jernih dan Sekitarnya, Kecamatan Pondok Tinggi, Kabupaten Kerinci, Jambi. Jurnal Geocelebes, 24-36.
Prastyo, E. B., Khasan, M., & Makhali, M. N. (2022). Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Desa Rahtawu. Prosiding Temilnas IPS 2021, 204-227.
Puspitasari, A. E., Bima, D. P. S., & Dewi, T. P. (2018). Mitigasi bencana berbasis kearifan lokal di Desa Tieng, Kabupaten Wonosobo. Jurnal Geografi Lingkungan Tropik, 2 (2), https://doi.org/10.7454/jglitrop.v2i2.51
Rahastri, M. R., Putri, H. K. D., Urmila, Nugraha, B. R. A., Andhini, M. R., & Heriyanti, A. P. (2024). Kearifan Lokal dalam Kelestarian Lingkungan di Desa Rahtawu Kabupaten Kudus. Proceeding Seminar Nasional IPA.
Rahman, M. A., & Sakurai, A. (2020). Digitalisasi pengetahuan lokal dalam pengurangan risiko bencana: Sebuah pendekatan integratif. Jurnal Mitigasi Bencana dan Kearifan Lokal, 5(1), 45–60.
Rahmawati, D. (2021). Manajemen Risiko Banjir Rob di Kawasan Pesisir. Yogyakarta: Deepublish.
Rasyid, J., S dan Suhaeb, W., F. (2023). Resielensi Masyarakat Terhadap Bencana Banjir. Jurnal Kajian Sosial dan Budaya. 7 (3).
Rusmaniah, Arisanty, D, Abbas, W., E, Angriani, P (2025) Kearifan Lokal Masyarakat dalam Mitigasi Bencana Banjir di Kecamatan Sungai Tabuk. Jurnal Anterior. 24 (1).
Sabrina, V., Adib Azka, M., Aditya Sugianto, P., Stasiun Meteorologi Gamar Malamo Galela, B., Utara, H., Stasiun Meteorologi Sultan Babullah, B., & Stasiun Meteorologi Ranai, B. (2021). Kajian Meteorologis Saat Kejadian Bencana Hidrometeorologis Di Maluku Utara (Studi Kasus : 15-16 Januari 2021). In Jurnal Widya Climago (Vol. 3, Number 2).
Sartini. (2004). Menggali Kearifan Lokal Nusantara: Sebuah Kajian Filsafat. Jurnal Filsafat. Agustus 2004, Jilid 37, Nomor 2. Yogyakarta: UGM.
Sirait, A, N., F, Luluk, A, T, Halim, I, J, Manik, B.,R.,M, Kardian, E. (2025). Kondisi Sosial-Ekonomi dan Alasan Bertahannya Masyarakat di Daerah Rawan Banjir di Kelurahan Hamdan Medan Maimun Kota Medan. Jurnal Penelitian Ilmu-iIlmu Sosial. 2 (7).
Sirait, M. (2020). “Pengakuan Hukum terhadap Wilayah Adat.” Jurnal Hukum Lingkungan.
Sitorus, M., & Manik, A. (2021). “Modernisasi dan Degradasi Kearifan Lokal.” Jurnal Sosial Humaniora.
Sugimoto, M., Iemura, H., and Shaw, R. 2010. Tsunami height poles and disaster awareness. Disaster Prevention and Management, 19, 5. 527-540. doi: 10.1108/09653561011091869.
Sukma, D. A. A., Sudibyo, E., Rahayuningsih, W., & Nugraheni, F. (2024). Kajian Literatur: Mitigasi Bencana Banjir Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(4), 257-269.
Suparmini, S., Setyawati, S., & Sumunar, D. R. S. (2014). Mitigasi bencana berbasis kearifan lokal masyarakat Baduy. Jurnal Penelitian Humaniora, 19(1).
Surya, M., & Fitriani, N. (2020). Peran Kearifan Lokal dalam Mitigasi Bencana di Wilayah Pesisir. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 112–119.
Suyami. (2005). Kearifan Lokal di Lingkungan Masyarakat Nelayan Jepara Jawa Tengah. Yogyakarta: Kementrian Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Proyek Inventarisasi dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya.
Tondobala, Linda. (2011). Pemahaman Tentang Kawasan Rawan Bencana Dan Tinjauan Terhadap Kebijakan Dan Peraturan Terkait. Jurnal Sabua Vol.3, No.1: 58-63, Mei 2011 ISSN 2085-7020.
United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR). (2015). Kerangka Kerja Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana 2015–2030. Jenewa: UNDRR.
Utami, R. C., & Tyas, W. P. (2021). Bentuk Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Alam Banjir Bandang Suku Wana, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 17(1), 1-15.
Wekke, I. S. (2021). Mitigasi Bencana. Indramayu: CV. Adanu Abimata.
Wells, D.L. & Coppersmith, K.J., (1994). New empirical relationships among magnitude, rupture length, rupture width, rupture area, and surface displacement. Bulletin - Seismological Society of America, 84(4), pp.974-1002.
Yuliani, E. L., dkk. (2018). “Restorasi Ekosistem Berbasis Masyarakat.” CIFOR.
Zakaria, Zulfadli. Ismawan. Haryanto, Iyan. (2011). Identifikasi dan Mitigasi Pada Zona Rawan Gempa Bumi di Jawa Barat. Bulletin of Scientific Contribution, Volume 9, Nomor 1, April 2011: 35-41.
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ahmad Nubli Gadeng, Daska Azis, Ruliani Ruliani, Mirza Desfandi, Hilda Syifa Aini, Rusti Erinda, Ahmad Fahriadi, Shendy Prassetyo, Ade Fitria, Siti Asifa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract views: 2
,
PDF Downloads: 0




