Pelatihan Kewirausahaan Melalui Pembuatan Fotografi Makanan Berbasis Kearifan Lokal Pada Umkm Di Bandung

Authors

  • Ramadita Fetrianggi Universitas Pendidikan Indonesia
  • Zakiah Pawitan Universitas Pendidikan Indonesia
  • Palupi Argani Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26740/abdi.v9i2.28095

Abstract

Sebagai bagian integral dari keberagaman kuliner Indonesia, industri kuliner di Bandung telah mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kota ini tidak hanya menjadi destinasi kuliner terkemuka, tetapi juga rumah bagi sejumlah UMKM kuliner yang menawarkan keanekaragaman cita rasa dan inovasi kuliner. Sementara kreativitas dalam penyajian hidangan telah menjadi fokus utama bagi UMKM kuliner, khususnya yang menjadi studi kasus pada PkM ini yaitu PT. Alakoki Solusi Indonesia. Badan usaha kuliner ini belum sepenuhnya memanfaatkan potensi pemasaran visual seperti fotografi makanan sehingga dapat menjadi kendala dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. Metode yang digunakan yaitu metode Design Thinking yang terdiri dari lima tahapan yaitu Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan visual dan daya saing UMKM kuliner melalui pengembangan konten fotografi yang menarik. Tahapan pelatihan mencakup identifikasi kebutuhan pengguna, penentuan masalah krusial, perumusan ide kreatif, pembuatan prototipe, dan uji coba produk pada pasar. Hasilnya menunjukkan bahwa pelatihan fotografi makanan memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman UMKM tersebut terkait pentingnya konten visual dalam pemasaran. Melalui konsep fotografi yang menonjolkan detail bahan makanan, UMKM ini dapat meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen dan sebagai alat strategis untuk menaikan daya saing di era digital.

 

Kata Kunci: dunia usaha, fotografi makanan, media sosial, pemasaran konten, umkm

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2024-06-13
Abstract views: 49 , PDF Downloads: 35